Penggambaran
Sosok dewi Matanggi sering dianggap sebagai gadis cantik dengan kulit gelap atau hitam, yang memiliki rambut panjang yang indah. Dia dianggap identik dengan warna biru-hijau, tetapi beberapa sumber sejarah menyatakan bahwa dia identik dengan warna hitam karena warna kulitnya yang gelap. Dalam Kubjika-upanisad, Matanggi dikatakan identik dengan warna biru, mengenakan pakaian biru, bunga biru, ornamen biru, dan burung beo biru. Selain itu terdapat unsur-unsur alam yang berada di sekitarnya. Dewi Matanggi memiliki dua atau empat lengan, dan duduk di atas takhta permata atau kursi terbuat dari jenazah, hal tersebut dinyatakan dalam kitab Tantra, yang dikatakan sebagai representasi dari empat Weda. Selain itu, dia juga memegang berbagai kombinasi benda-benda yang berbeda-beda, seperti vina, kartska, kapala, pedang, jerat, perisai, gada, atau danda yang biasanya berada dalam genggamannya.[6][7][8][9]