Pulau Curiak telah dijadikan Stasiun Riset Bekantan oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) pada Juni 2018 dan sekarang Pulau ini semakin mendunia dan menjadi salah satu tempat wisata khusus.[3] Karena Salah satu keunggulan dari Pulau Curiak adalah keanekaragaman flora dan fauna.[3] Bagi wisatawan khusus untuk mencapai Pulau Curiak dapat ditempuh dengan dua cara. Yang pertama, bisa melalui jalur darat arah jalan trans Kalimantan menuju Jembatan Barito, dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Kemudian diteruskan dengan menggunakan perahu motor atau dalam Bahasa Banjar menyebutnya dengan "Kelotok", sekitar 10 menit hingga sampai di Camp Research Tim Roberts.
Cara yang kedua, dengan melaui susur sungai dari Kawasan Siring Taman Maskot Bekantan di Banjarmasin dengan jarak tempuh menggunakan kelotok sekitar 1 jam. Namun, jika memalui susur sungai ini wisatawan bisa menikmati langsung pesona kearifan lokal masyarakat dari Sungai Martapura, Sungai Andai, Sungai Alalak, dan Sungai Barito. Demikian cara yang bisa diakses oleh wisatawan khusus jika ingin berwisata ke Pulai Curiak, dengan ongkos sewa kelotok sekitar Rp450 ribu sampai Rp600 ribu, tergantung rute dan jumlah penumpang.