| Penyelenggara dan metode |
Waktu |
Hasil |
Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis[71] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 2.600 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
2 - 4 Juli 2009 |
SBY-Boediono 51,95%, Megawati-Prabowo 22,25%, JK-Wiranto 18,27% |
Strategic Indonesia[72] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 18.439 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
1 - 3 Juli 2009 |
SBY-Boediono 46,86%, JK-Wiranto 32,46%, Megawati-Prabowo 20,34% |
Lembaga Survei Indonesia[73] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 3.100 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
30 Juni - 2 Juli 2009 |
SBY-Boediono 63%, Megawati-Prabowo 21%, JK-Wiranto 11%, belum tahu 5% |
Lembaga Survei Indonesia[74] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 2.000 (Multistep random sampling) Batas kesalahan: 2,8% |
15 - 20 Juni 2009 |
SBY-Boediono 67%, Megawati-Prabowo 16%, JK-Wiranto 9%, belum tahu 8% |
Pusat Kajian Strategi Pembangunan Sosial Politik FISIP UI[75] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 2.000 Batas kesalahan: 5% |
1 - 5 Juni 2009 |
SBY-Boediono 37,05%,Megawati-Prabowo 31,50%, JK-Wiranto 26,60% |
Lembaga Survei Indonesia[76] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 2.999 Batas kesalahan: 1,8% |
15 - 29 Mei 2009 |
SBY-Boediono 70%, Megawati-Prabowo 18%, JK-Wiranto 7%, belum tahu 5% |
Lembaga Survei Nasional[77] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 1.230 Batas kesalahan: 2,8% |
15 - 21 Mei 2009 |
SBY-Boediono 67,1%, Megawati-Prabowo 11,8%, JK-Wiranto 6,7%, belum tahu 13%, tidak memilih 1,6% |
Pusat Kajian Strategi Pembangunan Sosial Politik FISIP UI[78] Metode: Survei kualitatif dengan wawancara secara mendalam Sampel: 100 orang tokoh masyarakat Batas kesalahan: Tidak ada |
27 April - 2 Mei 2009 |
Prabowo: 32 orang, SBY: 30 orang, Megawati: 16 orang, JK: 14 orang |
Lembaga Survei Indonesia[79] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 2.014 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
27 April - 3 Mei 2009 |
Alternatif 1 (2 pasangan): SBY-Boediono 72,5%, Megawati-Prabowo 21,5%
Alternatif 2 (3 pasangan): SBY-Boediono 70%, Megawati-Prabowo 21%, JK-Endriartono Sutarto 3%, belum tahu 6% |
Lembaga Riset Informasi[80] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 2.066 Batas kesalahan: 2,2% |
3 - 7 Mei 2009 |
Alternatif 1: SBY-Hidayat Nur Wahid 36,2%, JK-Wiranto 27,6%, Megawati-Prabowo 19,1%
Alternatif 2: SBY-Boediono 32,1%, JK-Wiranto 27,3%, Megawati-Prabowo 20,2%, belum tahu 20,4% |
Lembaga Survei Nasional[81] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 1.225 Batas kesalahan: 2,8% |
2 - 14 Mei 2008 |
Megawati 16,7%, SBY 16,4%, JK 9,2%, belum tahu 31,3% |
Lembaga Survei Indonesia[82][83] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 1.200 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
Januari 2008 |
SBY 34%, Megawati 24,2%, Hamengkubuwono X 6,6%, Abdurrahman Wahid 4,4%, Wiranto 4,1%, Amien Rais 3%, JK 1,9%. |
Indo Barometer[84] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 1.200 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
Desember 2007 |
SBY 49,5%, JK 21,7%, Hamengkubuwono X 14,7% |
Pusat Studi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia[85] Metode: Survei kuantitatif Sampel: 3.527 Batas kesalahan: Tidak disebutkan |
November 2007 |
Hamengkubuwono X 17,1%, Hidayat Nur Wahid 11,7%, Sutrisno Bachir 8,7%, Yusril Ihza Mahendra 8,6%, Anas Urbaningrum 3,9% |