Sebelum peristiwa bersejarah tersebut, ia merupakan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM UI), lalu kemudian menjabat Sekteraris Jenderal Dema UI, setelah Hariman Siregar terpilih jadi ketua melalui pemilihan yang diintervensipemerintahanOrde Baru melalui Ali Murtopo. Judilherry juga merupakan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UI periode 1973 - 1974.[1]
Karena peristiwa Malari, Judilherry bersama beberapa tokoh mahasiswa lainnya kemudian dipenjara oleh rezim penguasa masa itu.[1][4]
Menjelang sidang umum MPR tahun 1978, Judil pernah mendatangi Adam Malik yang kala itu nenjabat sebagai Ketua MPR, dan menyatakan akan mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia. Kala itu, ia belum genap berusia 30 tahun dan baru saja lulus dokter. Ia merasa terpanggil untuk mencalonkan diri menjadi presiden karena gemas, tak ada satu tokoh pun yang berani mencalonkan diri sebagai presiden.