Pendidikan
Ardi menempuh pendidikan dasar di SDN Mangkubumen Wetan, Surakarta, yang ia mulai pada tahun 1994 dan selesaikan pada tahun 2000. Setelah itu, ia melanjutkan ke SLTP Negeri 1 Surakarta dari 2000 hingga 2003, kemudian menamatkan pendidikan menengah atasnya di SMA Negeri 1 Surakarta pada 2006.
Untuk pendidikan tinggi, Mas Ardi melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 2011. Ia kemudian memperdalam ilmunya di bidang kenotariatan dengan mengambil program Magister Kenotariatan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang ia mulai pada 2012 dan selesaikan pada 2015, dengan gelar Magister Kenotariatan (M.Kn.).
Riwayat Organisasi
Respati Ardi telah aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, profesi, dan kewirausahaan baik di tingkat daerah maupun provinsi. Kiprahnya dimulai di DPD KNPI, di mana ia menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) pada periode 2015–2019, kemudian dipercaya kembali sebagai Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi untuk periode 2022–2025.
Di lingkungan HIPMI Surakarta, Mas Ardi menjabat di berbagai bidang strategis, dimulai dari Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan (2017–2019), lalu Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (2019–2022), hingga akhirnya dipercaya sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Surakarta untuk periode 2023–2026.
Selain itu, ia juga aktif di Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta sebagai pengurus di Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi Publik (2023–2027), serta di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jawa Tengah sebagai Wakil Ketua Komite Tetap untuk periode 2022–2027.
Di bidang sosial, Mas Ardi menjadi bagian dari Lazismu Kota Surakarta, menjabat di Bidang Media dan Jejaring sejak tahun 2022 hingga 2027. Ia juga aktif dalam organisasi profesi sebagai Ketua Bidang Peraturan dan Perundang-Undangan Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) periode 2016–2024.[3]
Pilkada 2024
Pada Pilkada Surakarta Tahun 2024, Gusti Bhre pada awalnya dipastikan Maju oleh sejumlah pihak hingga pada akhirnya Beliau memutuskan untuk mengundurkan diri. Kemunculan nama Respati Ardi ini terkesan mendadak. Karena parpol pendukung masih merekomendasikan Gusti Bhre. Sehari menjelang penutupan pendaftaran bakal calon di KPU Solo, parpol pendukung sedang mengupayakan rekomendasi dari partai-partai untuk mengusung Respati Ardi dan Astrid Widayani.
Setelah pemunggutan suara, pasangan Respati Ardi-Astrid Widayani mendapat dukungan 185.970 suara atau 60,49 persen dari total suara sah. Mereka lantas ditetapkan oleh KPU Kota Surakarta sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih pada Kamis, 9 Januari 2025.[4]