Masjid ini dibangun sekitar tahun 1910 dan mulai dipergunakan pada tahun 1917. Sebelum masjid ini dibangun, di tempat yang sama sebelumnya sudah berdiri sebuah masjid yang bangunannya masih terbuat dari kayu. Nama masjid ini, yang dalam bahasa Arab berarti berbahagia, diberikan oleh salah seorang ulama setempat, yakni H. Ramli Bakar. Pada awalnya, pembangunan masjid ini didonaturi oleh tokoh masyarakat setempat, yaitu Ismail Datuk Paduko Intan dan melibatkan seorang Tionghoa asal Padang sebagai arsitek.[2]
Bangunan utama masjid merupakan ruang salat berdenah bujur sangkar. Lantainya masih berupa lantai semen biasa, sedangkan lantai di bagian teras atau serambinya sudah diganti dengan lantai keramik berwarna putih. Di dalam ruangan, terdapat empat tiang utama sebagai penopang atap dengan penyangga yang tidak menggunakan besi, melainkan hanya menggunakan bambu. Menurut masyarakat setempat, jumlah tiang yang sebanyak empat merupakan perlambangan kata dalam adat Minangkabau, yaitu kata melereng, kata mendatar, kata mendaki, dan kata menurun.[2]
Seperti arsitektur masjid khas Minangkabau lainnya, atap masjid ini terdiri beberapa tingkatan yang sedikit cekung, hanya saja di tingkatan atap teratas terdapat ruang berbentuk persegi yang dimahkotai oleh empat atap bergonjong; ruangan yang sama juga terdapat di atap bagian fasad. Menurut masyarakat setempat, atap tersebut bersusun lima sebagai bentuk perlambangan lima suku pada waktu itu, yaitu Koto, Piliang, Bendang, Koto Anyiah, dan Pitopang.[3]
Secara keseluruhan arsitektur pada masjid ini sedikit menyerupai arsitektur Masjid Rao Rao di Nagari Rao Rao, Sungai Tarab. Dalam pidato peringatan 100 tahun Masjid Rao Rao pada tahun 2008, Shodiq Pasadigoe, Bupati Tanah Datar waktu itu menyebutkan bahwa masjid ini memang diminta dibangun serupa dengan Masjid Rao Rao.[4][5]
Galeri
Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Tampak dari depan)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Sisi kiri masjid)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Bedug masjid)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Relief di tembok luar masjid)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Teras bagian dalam)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Kaligrafi di dalam masjid)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Tampak dari dalam)Masjid Sa'adah Nagari Gurun 2025 (Tiang penyangga bagian dalam)
Ajisman; Almaizon (2004). Iim Imadudin (ed.). Bangunan Bersejarah di Kabupaten Tanah Datar. Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang. ISBNÂ 979-938-849-X. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)