Arsitektur bangunan masjid ini secara umum memperlihatkan penerapan konsep rancang bangunan rumah tradisionalKalimantan Selatan yang didirikan diatas tiang (rumah panggung). Kemudian masjid ini lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Baangkat karena memiliki lantai yang unik yakni ditopang tongkat-tongkat kayu ulin sebagai penyangga sehingga seperti terangkat.[4]
Asal-usul penamaan Su'ada diambil dari kata Sa'id, salah satu dari 2 pelopor pembangunan mesjid ini. Dalam bahasa Arab artinya "beruntung". Pelopor pembangunan mesjid yang lain bernama Syekh Abbas bin Al Alamah Syekh Abdul Jalil. Seorang kelahiran Dalam Pagar, Martapura, Kabupaten Banjar.[1]
↑bpcbkaltim (2016-07-26). "Masjid Suada". Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-12-23.
↑Sugiyanti, dkk. (1999). Masjid Kuno Indonesia(PDF). Jakarta: Proyek Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan Pusat. hlm.92. ISBN979-8250-16-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)