Pelaut Portugis adalah orang bangsa Eropa pertama yang tiba di Jepang. Mereka mulai menjalin hubungan dagang langsung pada 1542. Sepanjang abad ke-15 dan abad ke-16, misionaris Yesuit Portugis bekerja menyebarkan agama Katolik di Jepang. Bahasa Jepang pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa oleh orang Portugis. Pada 1603, sekelompok misionaris Yesuit pimpinan João Rodrigues menyusun Kamus Jepang-Portugis Nippo Jisho (bahasa Portugis: Vocabvlario da Lingoa de Iapam). Kamus ini diterbitkan di Nagasaki, dan berisi 32.000 entri yang ditulis dalam huruf Latin.[1] Selain itu, Rodrigues juga menulis buku tata bahasa Jepang dalam bahasa Portugis, Arte da Lingoa de Iapam.
Daftar kata serapan dari bahasa Portugis
Kata-kata asing dari bahasa Portugis yang diserap ke dalam kosakata bahasa Jepang umumnya adalah nama-nama barang dan konsep-konsep dalam kebudayaan Eropa yang dikenal orang Jepang dari orang Portugis. Kata-kata asing yang dikenal dari orang Portugis dan orang Belanda ditulis orang Jepang waktu itu dalam kanji atau hiragana, dan bukan dalam katakana. Ketika ditulis dalam kanji, kata-kata asing ditulis dengan menggunakan metode ateji. Sebuah kata ditulis dengan kanji yang memiliki makna yang mirip, atau memiliki bunyi-bunyi yang mirip.
Tanda † diletakkan di depan kata-kata yang sudah tidak lazim dipakai di luar konteks sejarah.