Hubungan diplomatik antara kedua negara terjalin pada bulan Maret 1992, dengan didirikannya kedutaan besar Kirgizstan pada tahun 1997 dengan bantuan Pemerintah Malaysia.[3] Pada tahun 1995, Presiden Kirgizstan Askar Akaev melakukan kunjungan resmi pertamanya ke Malaysia.[3] Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kemudian melakukan kunjungan resmi balasan ke Kirgizstan pada tahun 1996.[3] Sejak saat itu, hubungan bilateral telah meningkat pesat di sektor perdagangan dan ekonomi, investasi, budaya, kemanusiaan, dan bidang-bidang lain yang menjadi kepentingan bersama.[3]
Hubungan pendidikan
Terdapat beberapa orang Kirgizstan yang tinggal di Malaysia terutama karena bekerja atau menempuh pendidikan sehingga menyebabkan terjadinya perkawinan campuran antara warga Kirgizstan dan warga Malaysia.[4]
Hubungan ekonomi
Saat ini, Republik Kirgizstan ingin meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Malaysia.[5] Selama pertemuan dengan Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Kirgizstan mengumumkan niatnya untuk mencari investasi Malaysia di negara tersebut.[5] Perdagangan bilateral antara kedua negara masih kecil sekitar U$3 juta karena tidak adanya hubungan udara langsung antara kedua ibu kota.[6] Namun, banyak perusahaan Malaysia telah mulai melihat kemungkinan investasi di negara tersebut.[6]
1234"Kyrgyzstan-Malaysia". The Embassy of the Kyrgyz Republic to Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 15 April 2019. Diakses tanggal 13 December 2017.