Kedutaan Besar Malaysia di Dakar dibuka pada tahun 1992 untuk meningkatkan hubungan politik, ekonomi dan sosial budaya antara kedua negara.[3] Pada tahun 2011, pemerintah Senegal membeli tanah di Putrajaya untuk membangun kedutaan mereka.[4] Pada 17 Januari 2019, Perdana Menteri MalaysiaMahathir Mohamad mengadakan pembicaraan dengan Presiden Senegal Macky Sall setelah kedatangannya di Dakar untuk menghadiri konferensi tentang Afrika.[5][6]
Hubungan ekonomi
Pada tahun 2008, total perdagangan antara kedua negara hanya sebesar $15 juta namun kedua negara sekarang sedang dalam proses untuk meningkatkan kerjasama ekonomi mereka.[7] Beberapa perjanjian seperti promosi dan perlindungan terhadap investasi dan pembangunan di bidang pembangkit listrik dan konstruksi telah ditandatangani,[8] dan perusahaan Malaysia IRIS memiliki kontrak dalam memasok sistem transportasi elektronik (EPS) di Senegal.[9]
Malaysia telah memberikan dukungan kepada Senegal di bidang pengembangan pertanian, pemberantasan kemiskinan, dan keuangan Islam.[10] Peluang perdagangan lain bagi investor Malaysia di Senegal juga tersedia di bidang telekomunikasi, pembangkit listrik, dan konstruksi.[11] Senegal melihat Malaysia sebagai model untuk mengembangkan negaranya dengan banyaknya proyek konstruksi di Senegal yang kini bekerja sama dengan mitra Malaysia.[12] Pada tahun 2018, kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama pariwisata,[13] Senegal juga menyatakan minatnya untuk berbagi keahlian mereka dalam mengembangkan sepak bola di Malaysia.[14]
Hubungan pendidikan
Pada tahun 2013, terdapat 50 warga Senegal yang tinggal di Malaysia dan sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan khususnya di bidang keuangan Islam.[12]
↑"Ambassade (Malaisie)" (dalam bahasa French). Gourvernement du Senegal. Diarsipkan dari asli tanggal 30 June 2013. Diakses tanggal 22 May 2014. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)