Biografi
Habbab masuk Islam bersama kaumnya, suku Khazraj, pada masa awal Islam. Ia juga termasuk veteran Pertempuran Badar. Habbab adalah orang yang mengusulkan agar Muhammad mendirikan tenda di atas sumur Badar, dengan tujuan memutus suplai air dari orang-orang Quraisy Makkah.
Dalam Pertempuran Wadil Qura setelah Khaibar, Nabi menyiapkan para sahabat untuk berperang dan membariskan mereka. Satu bendera diserahkan kepada Sa'ad bin Ubadah, satu bendera lagi diserahkan kepada Al-Hubab binAl-Mundzir dan satu bendera lagi diserahkankepada kepada Abbad bin Bisyr.[3]
Pada pertemuan Saqifah Bani Sa'idah, setelah kematian Muhammad, Habbab adalah orang yang telah mengusulkan agar Muhajirin dan Anshar memilih masing-masing pemimpin yang akan memimpin bersamanya. Usulannya membuat orang-orang yang hadir pada pertemuan itu menjadi panas dan keadaan dapat ditenangkan setelah Umar berbai'at kepada Abu Bakar yang diikuti oleh orang-orang yang hadir.[6] Habbab meninggal dunia pada masa pemerintahan Umar ketika berusia kurang lebih lima puluh tahun, atau pada tahun 641.
Putra Habbab, Utbah, adalah seorang penyair Madinah.[7]