Pendakian
Gunung Sibayak menjadi salah satu gunung di Sumatera Utara yang paling sering dikunjungi. Gunung ini memiliki destinasi wisata cukup lengkap untuk berbagai jenis kegiatan alam. Bagi pendaki pemula maupun wisatawan umum, gunung ini sering dipilih untuk pendakian pulang hari (tektok) untuk menikmati panorama kawah dan pemandangan dari puncak. Selain itu, kawasan puncak juga menjadi lokasi populer untuk berkemah, terutama saat akhir pekan atau musim liburan. Gunung Sibayak juga sering dijadikan pilihan tempat diadakan upcara Hari Kemerdekaan Indonesia.[2]
Bagi pecinta alam, Sibayak juga kerap dimanfaatkan sebagai arena mountaineering dan latihan teknis pendakian. Tidak hanya itu, berbagai komunitas pencinta alam menjadikan kawasan ini sebagai lokasi pendidikan dasar dan kegiatan orientasi karena jalurnya relatif aman tetapi tetap menantang. Hutan di sekitar kompleks Gunung Sibayak yang masih asri juga membuka peluang untuk kegiatan eksplorasi dan penelitian lingkungan, sehingga menjadikan Sibayak sebagai salah satu gunung yang paling komplit untuk berbagai tujuan pendakian maupun pendidikan alam.
Selain jalur pendakian yang mudah, Gunung Sibayak juga memiliki sejumlah objek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi:
Gunung ini memiliki empat puncak, yaitu Outer Rim (2000 mdpl), Puncak Antene (2,057 mdpl), Puncak Takal Kuda (2, 101 mdpl), dan Puncak Pintau (2,212 mdpl) yang merupakan titik tertinggi. Dari puncak antena, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Sinabung dan jajaran bukit.[3]
Di kawasan gunung terdapat beberapa telaga alami, di antaranya Telaga Putri (1,961 mdpl) dan Telaga Jingga, yang keberadaannya baru-baru ini dipublikasikan. Telaga-telaga ini menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan, meskipun akses menuju lokasinya relatif menantang.
Jalan menuju ke air terjun ini sangat sulit. jalurnya menyusuri sungai mati dengan jalan turunan yang berbatu. Air terjun ini hanya dapat dinikmati pada musim hujan, karena debit airnya meningkat dan menimbulkan aliran yang indah.
Pendakian menuju Gunung Sibayak dapat ditempuh melalui beberapa jalur resmi yang biasa digunakan oleh para pendaki. Tiga jalur utama tersebut antara lain:
- Jalur Sibayak I – Berawal dari Desa Raja Berneh (atau Berna), jalur ini melewati kawasan sumber air panas Lau Sidebuk-Debuk.
- Jalur Sibayak II – Dimulai dari Desa Jaranguda, sekitar 3 kilometer dari Kota Brastagi. Jalur ini relatif populer karena medannya lebih mudah dilalui dibandingkan jalur lain.
- Rute 54 – Berangkat dari kawasan Tongkoh, tepatnya di sekitar area pembakaran jagung atau disebut juga penatapan di jalur utama Medan–Brastagi.[4]
Dari ketiga jalur tersebut, Jalur Sibayak 2 merupakan yang paling banyak dipilih pendaki. Untuk mencapainya, pengunjung biasanya menuju Kota Berastagi terlebih dahulu dengan angkutan umum atau bus dari Medan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Jaranguda dengan berjalan kaki maupun menggunakan transportasi lokal. Bisa juga melewati dari Jalan Deleng Singkut kemudian lanjut sampai Posko Lestari Sibayak. Perjalanan menuju puncak dari pos 2 sekitar 1 km memakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam.