Dhurandhar
| Dhurandhar | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Aditya Dhar |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Aditya Dhar |
| Additional Screenplay | Shivkumar V. Panicker Ojas Gautam |
| Pemeran | |
| Penata musik | Shashwat Sachdev |
| Sinematografer | Vikash Nowlakha |
| Editor | Shivkumar V. Panicker |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Jio Studios |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 214 menit[1] |
| Negara | India |
| Bahasa | Hindi |
| Anggaran | ₹250–475 crore (digabung bersama Part 2)[2] |
Pendapatan kotor | per. ₹1.349–1.428 crore[3][4] |
Dhurandhar[5] adalah film laga triler mata-mata India tahun 2025 yang ditulis, diproduksi bersama, dan disutradarai oleh Aditya Dhar. Film ini diproduksi oleh Jyoti Deshpande, Aditya Dhar, dan Lokesh Dhar di bawah naungan Jio Studios dan B62 Studios. Deretan pemerannya terdiri dari multipel pemeran utama mencakup Ranveer Singh, Akshaye Khanna, Sanjay Dutt, Arjun Rampal, dan R. Madhavan, bersama sejumlah aktor pendukung.[6][7] Sebagai bagian pertama dari sebuah dwilogi, film ini berfokus pada operasi kontra-terorisme rahasia dengan risiko tinggi.[7] Ceritanya mengikuti seorang agen intelijen India yang menyamar dan menyusup ke jaringan kriminal serta struktur politik di Karachi, Pakistan, dalam upaya membongkar jaringan teror yang menargetkan India.
Alur cerita film ini mengambil inspirasi longgar dari sejumlah peristiwa geopolitik nyata dan konflik di Asia Selatan, termasuk pembajakan IC-814 pada tahun 1999, serangan terhadap Parlemen India tahun 2001, serangan Mumbai 2008, serta perkembangan yang berkaitan dengan Operasi Lyari di Pakistan.[8][9] Pengambilan gambar utama untuk Dhurandhar berlangsung antara Juli 2024 hingga Oktober 2025 di berbagai lokasi, baik di India maupun luar negeri, mencakup negara bagian dan wilayah persatuan Punjab, Maharashtra, Chandigarh, Ladakh dan Himachal Pradesh, serta Thailand. Dengan durasi 214 menit, Dhurandhar termasuk salah satu film India terpanjang yang pernah diproduksi.[10]
Dhurandhar dirilis di bioskop pada 5 Desember 2025 dan memperoleh ulasan beragam dari para kritikus. Film ini dipuji atas penampilan para pemerannya, arahan sutradara, sinematografi, adegan aksi, musik latar, serta rancangan produksinya. Namun, sejumlah kritik diarahkan pada durasi yang panjang dan tempo penceritaan. Film ini juga menimbulkan kontroversi karena pencampuran unsur fiksi dengan peristiwa sejarah nyata, dengan sebagian pengamat menyebutnya bersifat propagandis.[11][12][13] Secara komersial, Dhurandhar meraih kesuksesan besar, dengan pendapatan lebih dari ₹1.000 crore di seluruh dunia hanya dalam tiga minggu sejak perilisan, sekaligus memecahkan berbagai rekor, termasuk menjadi film Hindi dengan pendapatan tertinggi di India dan film Hindi dengan pendapatan tertinggi kedua di dunia pada saat itu.[14] Sekuel berjudul Dhurandhar: The Revenge tayang di bioskop pada 19 Maret 2026.[15]
Film ini dilarang tayang di sejumlah negara anggota Gulf Cooperation Council.[7][16] Meskipun Pakistan telah melarang film India sejak 2019, Dhurandhar dilaporkan diunduh secara ilegal sekitar dua juta kali di negara tersebut.[17][18]
Plot
Pada 30 Desember 1999, Menteri Luar Negeri Devavrat Kapoor bersama Direktur Biro Intelijen Ajay Sanyal bernegosiasi dengan teroris Zahoor Mistry. Mereka diminta membebaskan tiga teroris—termasuk saudara Mistry sendiri—serta membayar tebusan 10 juta dolar AS demi keselamatan penumpang pesawat yang disandera di Kandahar. Usulan Sanyal untuk menyusup ke jaringan teroris di Pakistan sempat ditolak oleh Sekretaris Khusus R&AW, K. S. Bhullar. Namun setelah serangan terhadap Parlemen India tahun 2001, Kapoor akhirnya memberi lampu hijau bagi operasi rahasia Sanyal yang diberi nama “Operasi Dhurandhar”.
Sanyal kemudian mengirim agen Hamza Ali Mazari menyeberang ke Pakistan lewat perbatasan Torkham di Afghanistan. Di kawasan Lyari, Karachi, Hamza berteman dengan Mohammed Aalam, pemilik sebuah warung jus. Ia tinggal bersama Aalam, bekerja sebagai pelayan, sambil mempelajari situasi politik geng lokal setempat. Sebagai orang Baloch, Hamza hanya bisa bergabung dengan kelompok geng yang dipimpin oleh Rehman Dakait dan sepupunya, Uzair Baloch.
Hamza mengetahui bahwa geng Pathan pimpinan Babu Dakait—ayah Rehman yang sudah lama berseteru dengannya—berencana membunuh putra sulung Rehman, Naieem Baloch. Serangan terjadi saat pesta pernikahan yang dihadiri Naieem dan adiknya, Faizal. Hamza berhasil menyelamatkan Faizal, tetapi Naieem tewas. Di rumah sakit, Rehman dan Uzair melihat kemampuan menggunakan senjata api Hamza dan langsung merekrutnya. Meski politisi Jameel Jamali dari Pakistan Awami Party (PAP) meminta agar tidak ada balas dendam sebelum pemilu Lyari, Hamza justru mendorong Rehman untuk melakukan aksi balasan. Geng Rehman pun membantai kelompok Babu, dan Rehman sendiri menghabisi ayahnya dengan batu timbangan, menegaskan dominasi Baloch di Lyari.
Dalam sebuah kampanye PAP pada tahun 2007, Hamza bertemu Yalina, putri Jameel, dan menjalin hubungan dengannya. Sementara itu, Rehman dikenalkan kepada Mayor Iqbal dari ISI oleh keluarga Khanani, pengusaha yang mendorongnya masuk politik. Iqbal meminta pasokan senjata dan amunisi kepada Rehman. Hamza mengetahui operasi uang palsu yang dijalankan Iqbal dan menyaksikan sendiri ia menyiksa seorang mata-mata India. Informasi itu diteruskan kepada Aalam, lalu sampai ke Sanyal. IB pun mencurigai Pakistan memiliki pelat mata uang India. Saat mengangkut senjata, Hamza menemukan rencana serangan besar terhadap India dan segera memberi peringatan. Aliansi Rehman dengan keluarga Khanani membuat posisi Jameel terpinggirkan. Dengan dukungan Mayor Iqbal, Rehman masuk politik dan mendeklarasikan aliansi antara partainya, People’s Aman Committee, dengan PAP pimpinan Aquib Ali Zarwari. Jameel lalu merekrut mantan Inspektur Polisi Chaudhary Aslam untuk menyingkirkan Rehman, membentuk Lyari Task Force (LTF). Aslam berhasil menangkap Rehman saat pengiriman senjata. Hamza melawan balik dengan mengirim video rekaman Yalina yang membongkar kolusi Jameel dengan Aslam dan gangster Arshad Pappu. Ketika Aslam menolak membebaskan Rehman, Hamza mengancamnya akan menyebarkan secara langsung penyiksaan terhadap anggota LTF yang ditangkap.
Meski Hamza sudah memberi banyak intel, serangan teror 26/11 di Mumbai tetap terjadi. Rasa bersalah membuat Hamza dan Aalam bertekad menghancurkan infrastruktur teror Pakistan. Hamza diam-diam menawarkan kepada Jameel: jika ia menikahi Yalina, ia akan menguasai Lyari sekaligus memberi Jameel pengaruh politik jangka panjang. Bersama Jameel dan Aslam, ia merencanakan pengkhianatan terhadap Rehman. Pada hari pernikahannya dengan Yalina, Mayor Iqbal meminta pengiriman senjata lagi. Hamza memanfaatkan kondisi Rehman yang sedang mabuk untuk menjebaknya. Saat perjalanan, Rehman menyadari pengkhianatan itu; perkelahian sengit terjadi hingga mobil mereka kecelakaan. Hamza berhasil lolos, menewaskan dua anak buah Rehman, dan membantu Aslam menundukkan Rehman, yang akhirnya meninggal di rumah sakit akibat luka-lukanya.
Identitas asli Hamza kemudian terungkap: ia adalah Jaskirat Singh Rangi, narapidana hukuman mati asal India yang direkrut menjadi agen rahasia oleh Ajay Sanyal. Dengan tewasnya Rehman, Jaskirat memperkuat cengkeramannya di Lyari dan bersiap menarget semua dalang di balik berbagai serangan teror Pakistan terhadap India.
Pemeran
- Ranveer Singh sebagai Hamza Ali Mazari / Jaskirat Singh Rangi[19]
- Akshaye Khanna sebagai Rehman Dakait, pemimpin geng Baloch dan pendiri serta ketua People's Aman Committee[19]
- Sanjay Dutt sebagai SP Chaudhary Aslam, Lyari Task Force, Polisi Sindh[19]
- Arjun Rampal sebagai Mayor Iqbal, ISI (berdasarkan Ilyas Kashmiri dan Mayor Iqbal)[20][19]
- R. Madhavan sebagai Ajay Sanyal, Direktur dari IB (berdasarkan Ajit Doval)[19]
- Danish Pandor sebagai Uzair Baloch, sepupu Rehman dan wakil komandan geng Baloch
- Sara Arjun sebagai Yalina Jamali, putri Jameel
- Rakesh Bedi sebagai Jameel Jamali, seorang politisi senior dari Partai Awami Pakistan (PAP) dan Anggota Majelis Nasional (berdasarkan Nabil Gabol)[21]
- Gaurav Gera sebagai Mohammad Aalam, pemilik toko jus di Lyari; Pengawas Hamza
- Manav Gohil sebagai Sushant Bansal, Wakil Direktur IB
- Saumya Tandon sebagai Ulfat, istri Rehman
- Bimal Oberoi sebagai Shirani Ahmad Baloch, pemimpin Baloch United Force (BUF)
- Asif Ali Haider Khan sebagai Babu Dakait, pemimpin geng Pathan dan ayah Rehman
- Naveen Kaushik sebagai Donga, tangan kanan Rehman
- Rouhallah Gazi sebagai Siyahi, anak buah Rehman
- Mustafa Ahmed sebagai Rizwan Shah
- Ashwin Dhar sebagai Arshad Pappu, pemimpin geng Pathan
- Gitikka Ganju Dhar sebagai Shabnam, istri Jameel dan ibu Yalina
- Aditya Uppal sebagai ASP Omar Haider Ditta, Lyari Task Force (berdasarkan Omar Shahid Hamid)
- Ankit Sagar sebagai Javed Khanani, salah satu pendiri operasi pencucian uang Khanani & Kalia International (KKI)
- Mushtaq Naika sebagai Altaf Khanani, salah satu pendiri KKI, saudara kembar Javed
- Vinod Tharani sebagai Azam Cheema, kepala intelijen Lashkar-e-Taiba (LeT), perencana serangan Mumbai 2008 (serangan 26/11)
- Faiz Khan sebagai Sajid Mir, agen LeT, perencana utama serangan 26/11
- Sanjay Mehta sebagai Abdul Bhuttovi, salah satu pendiri dan pemimpin LeT, perencana serangan 26/11
- Carl Andrew Harte sebagai David Headley, seorang perencana serangan 26/11
- Dalvinder Saini sebagai Ajmal Kasab, salah satu pelaku serangan 26/11
- Vivek Sinha sebagai Zahoor Mistry, salah satu pembajak Penerbangan Indian Airlines 814 (IC-814)
- Rajesh Sangwan sebagai Ibrahim Athar, salah satu pembajak IC-814
- Sanjay Mehndiratta sebagai Aquib Ali Zarwari, Presiden Pakistan dan pemimpin PAP (berdasarkan Asif Ali Zardari)
- Akash Khurana sebagai Devavrat Kapoor, Menteri Luar Negeri (berdasarkan Jaswant Singh)
- Ali Raza Namdar sebagai K. S. Bhullar, Sekretaris Khusus R&AW (berdasarkan A. S. Dulat)
- Shweta Shrivastav sebagai Polisi Kamlesh Kumari Yadav
- Krystle D'Souza sebagai penari dalam lagu "Shararat"
- Ayesha Khan sebagai penari dalam lagu "Shararat"
- Jasmine Sandlas sebagai penyanyi dalam lagu "Shararat"[22]
- Madhubanti Bagchi sebagai penyanyi dalam lagu "Shararat"
Produksi
Pengembangan
Film ini secara resmi diumumkan pada Juli 2024 oleh Ranveer Singh dan Aditya Dhar melalui akun media sosial mereka.[23] Judul Dhurandhar diungkapkan pada Desember 2024.[24] Film ini terinspirasi dari peristiwa nyata, konflik geopolitik, serta operasi rahasia RAW.[25] Alur ceritanya secara longgar didasarkan pada peristiwa seputar Operasi Lyari, yaitu operasi pemerintah Pakistan untuk menindak geng lokal dan sindikat kejahatan di kawasan Lyari, Karachi.[26][25] Awalnya dirancang sebagai satu film tunggal, cerita tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian karena skala dan kompleksitas narasinya, dengan kedua bagian diproduksi secara bersamaan.[27][28] Pengambilan gambar utama berlangsung dari Juli 2024 hingga Oktober 2025 di berbagai lokasi di India, antara lain Punjab, Maharashtra, Chandigarh, Ladakh dan Himachal Pradesh serta Thailand.[29][30][31]
Aditya Raj Kaul, editor eksekutif senior NDTV yang membidangi geopolitik, keamanan nasional, dan urusan strategis, bertugas sebagai konsultan riset film ini. Keterlibatannya berawal setelah ia membuat sebuah dokumenter mengenai pembunuhan Zahoor Mistry pada 2022, salah satu pembajak pesawat Indian Airlines Penerbangan 814 pada 1999. Ia kemudian resmi bergabung dalam proyek setelah melakukan diskusi mengenai peristiwa tersebut dengan sutradara Aditya Dhar, yang merupakan sahabat lamanya.[32]
Pemilihan pemeran
Mukesh Chhabra bertindak sebagai direktur casting untuk film ini.[33] Pada Juli 2024, Singh dipilih sebagai pemeran utama, bersama Sanjay Dutt, R. Madhavan, Akshaye Khanna, dan Arjun Rampal.[34][35] Para Oktober 2024, Sara Arjun dipilih sebagai lawan main Singh.[36] Singh berperan sebagai agen R&AW, sementara Madhavan dilaporkan memerankan Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval.[37][38] Tokoh yang diperankan Dutt didasarkan pada perwira polisi Pakistan Chaudhry Aslam Khan, sementara karakter Khanna diadaptasi dari gangster Rehman Dakait. Adapun Rampal memerankan sosok yang didasarkan pada Ilyas Kashmiri, seorang tentara Pakistan yang kemudian menjadi teroris.[19] Singh dilaporkan menerima bayaran sebesar ₹30–50 crore, sedangkan Madhavan memperoleh ₹9 crore. Baik Khanna maupun Dutt masing-masing menerima ₹2,5 crore, sementara Rampal dan Arjun dibayar ₹1 crore.[39][40] Pada November 2025, Saumya Tandon mengonfirmasi bahwa ia akan memainkan peran penting dalam film tersebut.[41] Aktor televisi Rakesh Bedi, Manav Gohil, Gaurav Gera, dan Naveen Kaushik dipilih untuk memerankan sejumlah peran penting.[42][43] Beberapa aktor mengikuti audisi untuk peran Donga dan Mohammed Aalam, yang kemudian dimainkan oleh Kaushik dan Gera. Sunil Grover sempat dipertimbangkan untuk memerankan tokoh Aalam sebelum akhirnya peran tersebut diberikan kepada Gera.[44]
Penerimaan
Box office
Dhurandhar meraup pendapatan sebesar ₹1.056,62 crore (US$150 juta) di India dan ₹293,03 crore (US$41 juta) di wilayah lainnya, sehingga total pendapatan globalnya mencapai ₹1.349,65 crore (US$190 juta).[3] Film ini menjadi film India dengan pendapatan tertinggi pada tahun 2025, film berbahasa Hindi dengan pendapatan tertinggi kedua sepanjang masa, film India dengan pendapatan tertinggi keempat sepanjang masa, serta film India bersertifikasi A dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.[45][46]
Kontroversi
Alur cerita film ini disusun berdasarkan sejumlah peristiwa nyata, seperti pembajakan pesawat di Kandahar, serangan terhadap Parlemen India tahun 2001, serta serangan Mumbai tahun 2008. Film ini menampilkan rekaman asli dari serangan Mumbai dan audio percakapan antara para pelaku dengan koordinator mereka. Selain itu, film ini juga menggunakan tokoh yang diambil dari kehidupan nyata, termasuk gangster dan polisi yang berbasis di Lyari, Karachi, sebagai bagian dari karakter ceritanya.[47][48] Meskipun terdapat pernyataan penafian yang menegaskan bahwa film ini merupakan karya fiksi,[49][47] film tersebut secara berulang menyampaikan kepada penonton bahwa ceritanya terinspirasi dari peristiwa nyata.[49][50][51] Beberapa pengamat menilai bahwa pengaburan batas antara fakta dan fiksi menimbulkan kebingungan bagi penonton.[52][53][54] Penggambaran hubungan India–Pakistan dalam film ini membuat sejumlah pengamat mengkritik cara penyajian tema politik dan konteks sejarah yang dinilai terlalu sederhana.[47][55]
Sosiolog Nida Kirmani, yang memiliki pengetahuan dan penelitian mendalam mengenai Lyari, menyatakan bahwa penggambaran Lyari dalam film tersebut "sepenuhnya bersifat fantasi".[56] Ia juga menyebut sebagai hal yang "aneh" bahwa film ini memilih untuk memasukkan kelompok kriminal Lyari ke dalam ketegangan geopolitik dengan India.[47][55] Sejumlah warga Lyari juga mengkritik penggambaran lingkungan mereka dalam film yang dianggap tidak akurat.[57][58] Para jurnalis dan akademisi di Pakistan menilai pengaitan Lyari dengan serangan teroris Mumbai 2008 sebagai upaya untuk "memasukkan konflik perkotaan Pakistan ke dalam imajinasi nasionalis kontemporer India".[59] Sebaliknya, Sadanand Dhume, dalam tulisannya untuk The Wall Street Journal, menyatakan bahwa film tersebut menunjukkan "pemahaman yang kuat atas sejarah" melalui penggambaran rivalitas geng di Karachi serta penunjukan "keterlibatan Pakistan dalam aksi terorisme terhadap India."[60] Jurnalis Aditya Raj Kaul menyebutkan bahwa pembunuhan salah satu pelaku pembajakan IC-814, Zahoor Mistry, pada Maret 2022 dilakukan oleh "geng lokal Karachi", dan ia membuat sebuah dokumenter mengenai peristiwa tersebut.[9] Palak Shah mengonfirmasi keberadaan jaringan mata uang palsu yang dijalankan oleh Khanani & Kalia International (KKI) dengan dukungan ISI, yang kemudian ditetapkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat sebagai "organisasi kriminal transnasional signifikan".[61]
Film ini secara eksplisit menampilkan pesan politik. Tokoh Direktur IB, Ajit Doval, yang digambarkan berdasarkan sosok Ajit Doval, ditampilkan sebagai sosok yang frustrasi terhadap respons pemerintah India saat itu yang dianggap lemah terhadap serangan teroris Pakistan.[11] Sanyal menyatakan bahwa tidak ada gunanya melaporkan kepada atasan mengenai informasi penting terkait mata uang palsu karena dugaan maraknya korupsi dalam birokrasi. Seorang menteri kabinet dituduh memiliki keterkaitan dengan jaringan pemalsuan mata uang asal Pakistan. “Simpan buktinya, semoga suatu saat ada politisi yang bertindak,” ujar Sanyal dalam sebuah adegan berlatar tahun 2008, dengan antisipasi retrospektif terhadap pemerintahan Narendra Modi yang kemudian datang.[11][13][12] Film ini diakhiri dengan klaim tentang Naya Bharat (“India Baru”), yang menampilkan slogan Yeh ghar mein ghusega bhi, aur maarega bhi ("akan masuk ke rumahmu, dan juga membunuh hingga tuntas"), merujuk pada slogan dari film sebelumnya karya Dhar, Uri: The Surgical Strikeyang kemudian juga digunakan dalam pidato kampanye Modi tahun 2019.[62][11][12] Nissim Mannathukkaren, dalam tulisannya di The Hindu, menilai film ini sebagai propaganda karena mengagungkan figur keamanan kuat dari pemerintahan Narendra Modi serta memuji strategi militer dan kontra-terorisme yang agresif.[11][12] Prathyush Parasuraman dalam Frontline juga menyebut film ini sebagai propaganda karena menciptakan “transparansi semu” antara fiksi dan fakta dengan tujuan menyanjung pemerintahan India saat ini.[63]
Penggambaran Pakistan dalam film ini juga menuai pertanyaan. Menurut Parasuraman, meskipun mereka ditampilkan secara menarik, "kerusakan dalam sikap moral mereka sangat jelas terlihat". Berbeda dengan korban kekerasan asal India yang digambarkan secara manusiawi, korban asal Pakistan ditampilkan melalui adegan berdarah tanpa menimbulkan simpati.[64] Sebuah estetika ‘tukang jagal’ diterapkan pada seluruh kawasan Karachi, sementara umat Muslim di anak benua digambarkan seolah-olah disamakan dengan ‘barbar’.[12] Penggunaan transkrip percakapan asli para pelaku serangan Mumbai yang ditampilkan di layar merah—dan banyak disorot oleh para pengamat—dipandang sebagian pihak sebagai upaya membangkitkan kemarahan. Karakter Pakistan secara seragam digambarkan bersorak atas penderitaan India,[12] sambil meneriakkan "Allah hu Akbar" seolah-olah "kekejaman adalah bentuk pengabdian".[13] Beberapa pengulas menilai perlakuan terhadap umat Muslim dalam film ini mengandung unsur Islamophobia.[65][66][67][68]
Referensi
- ↑ "EXCLUSIVE: Dhurandhar is Ranveer Singh's FIRST-ever 'A' rated film; final length locked at 214 minutes; CBFC censors violent visuals in 2 scenes, mutes cuss word". Bollywood Hungama. 2 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 December 2025. Diakses tanggal 2 December 2025.
- ↑
- Nisha Dubey; Bhaswati Sengupta (8 December 2025). "Dhurandhar: 5 Box Office Records Set By The Film". News18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 January 2026. Diakses tanggal 27 December 2025.
- "Dhurandhar Movie: Release Date, Trailer, Tickets price, Advance Booking, Box Office Collection Prediction, other details you need to know". Indian Express. 3 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 December 2025. Diakses tanggal 4 December 2025.
- Tanisha Bhattacharya (12 December 2025). "Dhurandhar Eyes Rs 300 Crore By Weekend Despite "Revenue Loss" From No Gulf Release: Experts". NDTV. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 December 2025. Diakses tanggal 13 December 2025.
- "2025's Most Profitable Films: Dhurandhar rakes in Rs. 350 cr. profit; Saiyaara's ROI 300% plus; Chhaava adds Rs. 280–300 cr. to Maddock's kitty; Ek Deewane Ki Deewaniyat earns 2X its budget". Bollywood Hungama. 20 January 2026. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 January 2026. Diakses tanggal 20 January 2026.
- 1 2 "Dhurandhar Box Office Collection". Bollywood Hungama (dalam bahasa Inggris). 6 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 February 2026. Diakses tanggal 13 February 2026.
- ↑ "Dhurandhar box office collection, all records broken ahead of its OTT release date: When and where to watch Ranveer Singh film". The Indian Express. 29 January 2026. Diakses tanggal 1 February 2026.
- ↑ Hindi: धुरन्धर, romanized: Dhurandhara, har. 'Stalwart'code: hi is deprecated
- ↑ Ray, Sanjana (19 November 2025). "Dhurandhar release date, cast, characters, true story and everything else you need to know". GQ India (dalam bahasa Indian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- 1 2 3 Roy, Gitanjali. "Why Is Bollywood Film Dhurandhar Controversial? | Banned in Gulf, RAW, Mumbai Terror Attacks of 2008, Bollywood, Ranveer Singh, Plot, & Facts | Britannica". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 January 2026. Diakses tanggal 13 January 2026.
- ↑ "Inside Operation Lyari, Pakistan's crackdown on gangs, which inspired Ranveer Singh's 'Dhurandhar'". Firstpost. 20 November 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- 1 2 "The Dhurandhar Story: How a tip-off about Kandahar hijacker became a Ranveer Singh blockbuster". NDTV. 9 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 January 2026. Diakses tanggal 27 December 2025.
- ↑ "Ranveer Singh's 'Dhurandhar' becomes the LONGEST Hindi film in 17 years since 'Jodha Akbar', with a runtime of 214 minutes, joins the list of movies like 'LOC Kargil', 'Lagaan'". The Times of India. 3 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 January 2026. Diakses tanggal 24 December 2025 – via The Economic Times - The Times of India.
- 1 2 3 4 5 Mannathukkaren, Nissim (19 December 2025). "How 'Dhurandhar' is a prime example of government-embedded filmmaking". The Hindu (dalam bahasa Indian English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 December 2025. Diakses tanggal 9 January 2026.
- 1 2 3 4 5 6 Mukherjee, Tatsam (6 December 2025). "'Dhurandhar': Aditya Dhar's Spy Saga Is as Subtle as a Troll". The Wire (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 December 2025. Diakses tanggal 13 January 2026.
And that's the thing about Dhar's cinema – it doesn't want to tell a story, it wants to recruit.
- 1 2 3 "Dhurandhar pushes a bigoted vision, gaslighting the audience into accepting it as entertainment". The Indian Express. 12 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 December 2025. Diakses tanggal 27 December 2025.
- ↑ Ramachandran, Naman (15 January 2026), "Ranveer Singh's 'Dhurandhar' Propels India Box Office to Record $1.48 Billion in 2025", Variety, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 January 2026, diakses tanggal 18 January 2026
- ↑ "Dhurandhar hits theatres: Second part of Ranveer's film to release on this date". India Today. 5 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 December 2025. Diakses tanggal 5 December 2025.
- ↑ "Six Gulf nations ban Ranveer Singh's Dhurandhar over anti-Pakistan theme: Report". India Today (dalam bahasa Inggris). 12 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 January 2026. Diakses tanggal 25 December 2025.
- ↑ Gupta, Manoj (17 December 2025). "Banned Dhurandhar Dominates Pakistan's Digital Space, Rattles Establishment: Exclusive". News18. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 December 2025. Diakses tanggal 17 December 2025.
- ↑ Ali, Kalbe (9 August 2019). "Pakistan bans all cultural exchanges with India". Dawn (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 July 2025. Diakses tanggal 26 December 2025.
- 1 2 3 4 5 6 "Dhurandhar True Story Vs Reel Characters: Who Plays Whom In Ranveer Singh Film". NDTV. 19 November 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 November 2025. Diakses tanggal 28 November 2024.
- ↑ Deshpande, Rajeev (25 December 2025). "Dhurandhar: Framing the New Nation". Open (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 January 2026.
The development of the character of ISI's Major Iqbal essayed by Arjun Rampal is based on the shadowy handler of 26/11 plotter David Coleman Headley, a Pakistani American, who surveyed the targets of the Mumbai attacks. Major Iqbal finds mention in the affidavits filed by the Federal Bureau of Investigation (FBI).
- ↑ "EXCLUSIVE Rakesh Bedi on Ranveer Singh's 'Dhurandhar': 'I play a real character; a Pakistani politician, but I don't know the story of Major Mohit Sharma'". Firstpost. 3 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 December 2025. Diakses tanggal 6 December 2025.
- ↑ "Shararat Dhurandhar mempertemukan Ayesha Khan dan Krystle D'Souza untuk lagu tarian yang berapi-api". Radio Mirchi. Diakses tanggal 9 Desember 2025.
- ↑ "Ranveer Singh to play RAW agent in Aditya Dhar's next, Sanjay Dutt to be antagonist: Report". Bollywood Hungama. 28 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 July 2024. Diakses tanggal 28 July 2024.
- ↑ "Ranveer Singh and Aditya Dhar's upcoming action thriller title revealed: details inside". Times of India. 23 December 2024. Diakses tanggal 23 December 2024.
- 1 2 "Aditya Dhar's untitled film starring Ranveer Singh sparks speculation about being inspired by real-world events". Bollywood Hungama. 17 March 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 March 2025. Diakses tanggal 17 March 2025.
- ↑ "Ranveer Singh's Dhurandhar brings to focus Lyari's past of political-crime nexus". India Today. 28 November 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 December 2025. Diakses tanggal 28 November 2025.
- ↑ "Why Is Ranveer Singh's Dhurandhar Releasing In 2 Parts? Here's Why Aditya Dhar Took This Decision". News18. Diakses tanggal 20 November 2025.
- ↑ "Rakesh Bedi confirms Dhurandhar Part 2 is ready: 'It will release in a month or two'". The Indian Express. Diakses tanggal 4 December 2025.
- ↑ "Ranveer Singh and Akshaye Khanna spotted shooting for Aditya Dhar's 'Dhurandhar' – Exclusive Pics". Times of India. 11 February 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 February 2025. Diakses tanggal 11 February 2025.
- ↑ "Ranveer Singh to kick off Aditya Dhar's Dhurandhar on July 25; screenplay inspired by true events from R&AW: Report". Bollywood Hungama. 22 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 July 2024. Diakses tanggal 22 July 2024.
- ↑ "EXCLUSIVE: Ranveer Singh wraps up shooting for Dhurandhar, film wrap with Akshaye Khanna on October 12". Pinkvilla. 8 October 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 November 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "The Dhurandhar Story: How a tip-off about Kandahar hijacker became a Ranveer Singh blockbuster". NDTV. 9 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 January 2026. Diakses tanggal 27 December 2025.
- ↑ "Preity Zinta gives shout-out to Mukesh Chhabra for Dhurandhar casting". India Today (dalam bahasa Inggris). 17 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 December 2025. Diakses tanggal 17 December 2025.
- ↑ "Sanjay Dutt, R Madhavan and Arjun Rampal to join Ranveer Singh in Aditya Dhar's Dhurandhar? Here's what we know". Bollywood Hungama (dalam bahasa Inggris). 8 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 December 2025. Diakses tanggal 26 November 2025.
- ↑ "Akshaye Khanna joins Ranveer Singh, Sanjay Dutt, R Madhavan, Arjun Rampal in Aditya Dhar's Dhurandhar". Bollywood Hungama. 8 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 July 2024. Diakses tanggal 8 July 2024.
- ↑ "Ranveer Singh-Aditya Dhar's Dhurandhar gets Ponniyin Selvan actress Sara Arjun as female lead? Here's what we know". Bollywood Hungama. 5 October 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 July 2025.
- ↑ "Revealed: Not Ranveer Singh but R Madhavan to play Ajit Doval in Aditya Dhar's next". Bollywood Hungama. 31 July 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 July 2024. Diakses tanggal 31 July 2024.
- ↑ "R Madhavan's striking similarity to Ajit Doval is hard to miss in 'Dhurandhar' teaser apart from Ranveer Singh's fiery look; netizens react". Times of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 July 2025. Diakses tanggal 6 July 2025.
- ↑ "₹50 Crore for Ranveer? The Dhurandhar Salary List That Has Bollywood Stunned". Business Today (dalam bahasa Inggris). 10 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 December 2025. Diakses tanggal 22 December 2025.
- ↑ Mehra, Pallavi (10 December 2025). "Dhurandhar cast salary: Ranveer Singh's Rs 50 crore fee goes viral as film becomes a 2025 mega blockbuster". The Financial Express (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 December 2025. Diakses tanggal 22 December 2025.
- ↑ "Exclusive: Jab We Met actress Saumya Tandon on returning to the big screen with Dhurandhar". The Times of India. 24 November 2025. ISSN 0971-8257. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 29 November 2025.
- ↑ Radhakrishnan, Manjusha (23 December 2025). "How did Mukesh Chhabra get the perfect cast for Dhurandhar, starring Ranveer Singh and Akshaye Khanna?". Gulf News (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 January 2026. Diakses tanggal 1 January 2026.
- ↑ "Saumya Tandon to Rakesh Bedi: Television stars who stole the show in 'Dhurandhar'". The Times of India. 17 December 2025. ISSN 0971-8257. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 January 2026. Diakses tanggal 1 January 2026.
- ↑ "Dhurandhar: Mukesh Chhabra Reveals It Took 1.5 Years To Finalise Cast; Sunil Grover Was Considered For Aalam". News18 (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 December 2025. Diakses tanggal 1 January 2026.
- ↑ "Dhurandhar Box Office Worldwide Collection Day 19: Ranveer's film earns Rs 925 cr globally; Dhurandhar 2 to release pan-India". The Indian Express. 25 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 24 December 2025.
- ↑ Kaur, Arshdeep (21 December 2025). "Dhurandhar is now the 6th highest earning Bollywood movie of all time – beats Animal, closely behind Pathaan for #5". mint (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 December 2025. Diakses tanggal 21 December 2025.
- 1 2 3 4 Sharma, Yashraj (16 December 2025). "Why a Bollywood spy film sparked a political storm in India and Pakistan". Al Jazeera. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 December 2025. Diakses tanggal 24 December 2025.
- ↑ "'Well-made propaganda' Dhurandhar more dangerous than 'bakwas' films The Taj Story, Bengal Files: YouTuber Dhruv Rathee". Hindustan Times (dalam bahasa Inggris). 21 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 December 2025. Diakses tanggal 9 January 2026.
- 1 2 "Dhruv Rathee slams Dhurandhar as 'false propaganda', switches off comments as actors defend film: 'That was India's situation'". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 22 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 December 2025. Diakses tanggal 9 January 2026.
- ↑ Sengupta, Ishita (15 December 2025). Hindi Critics Vs Pakistani Reporter on Dhurandhar (Video) (dalam bahasa Inggris). Editor Breakdown. Terjadi di 0:15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 December 2025. Diakses tanggal 11 January 2026 – via YouTube.
And then 10 minutes, 15 minutes into it, it says that it's based on incredibly true events. So the film always supplies you with enough facts not to question the fiction, and enough fiction to be titillated by the facts.
- ↑ Bhardwaj, Kartik (5 December 2025). "Dhurandhar Movie Review: Ranveer Singh's spy/gangster drama crackles, ignites but never takes off". Cinema Express (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 13 January 2026.
The film might be having a disclaimer pronouncing how the events shown in it are "fictionalized for entertainment" but what it is really seeking is to be considered as seriously as a documentary.
- ↑ Gupta, Shubhra (23 December 2025). "Shubhra Gupta looks back at 2025: The year of Homebound and Dhurandhar; films which asked questions bravely, others that were pliant". The Indian Express. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 December 2025. Diakses tanggal 27 December 2025.
But the way Aditya Dhar has meticulously assembled his wares over three and a half hours, tossing in edgy gangsta elements mixed with real-life incidents, documentary-style, heavily and problematically blurs the lines between fact and fiction. (emphasis added)
- ↑ Chakraborty, Debdutta (10 December 2025). "Dhurandhar opens Pakistan vs Pakistan debate. Baloch are split, Karachi journalists divided". ThePrint. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 December 2025. Diakses tanggal 12 December 2025.
By blending facts with fiction and "cherry-picking" details for drama, [a Karachi-based journalist] said, the film feels less like a portrayal of Karachi and more like an attempt to flatter India's ruling party.
- ↑ Harsh, B. H. (20 December 2025). "Dhurandhar past Baahubali, Dangal; eyes Rs 1K cr club". The New Indian Express (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 December 2025. Diakses tanggal 11 January 2026.
There is a case to be made about the blurring lines between fact and fiction in Dhurandhar, with the disclaimer saying it is a work of fiction, but it includes audio and visuals from real-life incidents.
- 1 2 Mateen, Zoya; Moshiri, Azadeh (12 December 2025). "Dhurandhar: New Bollywood film divides opinions in India and Pakistan". BBC (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 December 2025. Diakses tanggal 13 December 2025.
- ↑ Bhura, Sneha (14 December 2025). "No Pak film made on Lyari because those behind violence still in power". The Times of India. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 December 2025. Diakses tanggal 9 January 2026.
- ↑
- "After Dhurandhar, Lyari residents recall the 'dark ages' of gang wars: 'India has also made films like Gangs of Wasseypur'". The Indian Express (dalam bahasa Inggris). 20 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 December 2025. Diakses tanggal 20 December 2025.
- "'धुरंधर' फ़िल्म में दिखाया गया ल्यारी शहर अब कैसा है और पहले क्या था माहौल?" [How Does Lyari Town, Shown In The Movie Dhurandhar, Look Now And What Was Its Situation Earlier?]. BBC News हिंदी (dalam bahasa Hindi). 6 December 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 December 2025. Diakses tanggal 20 December 2025.
- Chakraborty, Debdutta (10 December 2025). "Dhurandhar opens Pakistan vs Pakistan debate. Baloch are split, Karachi journalists divided". ThePrint. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 December 2025. Diakses tanggal 20 December 2025.
- ↑ ANI News (12 December 2025). Dhurandhar: Rehman Dakait vs SP Aslam, Locals narrate real-life battle that shocked Pakistan's Lyari. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 December 2025. Diakses tanggal 9 January 2026 – via YouTube.
- ↑ Chakraborty, Debdutta (10 December 2025). "Dhurandhar opens Pakistan vs Pakistan debate. Baloch are split, Karachi journalists divided". ThePrint. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 December 2025. Diakses tanggal 12 December 2025.
- ↑ Dhume, Sadanand (17 December 2025). "Opinion: 'Dhurandhar,' India's New Movie About Islamic Terrorism, Is a Hit". The Wall Street Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 19 December 2025.
- ↑ Shah, Palak (9 December 2025). "Forget Dhurandhar's Comic Villain — Meet The Real Javed Khanani, ISI's Shadow Banker". BW Businessworld (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 December 2025. Diakses tanggal 9 January 2026.
- ↑ "Ghar me ghus ke maarenge, PM Modi warns terrorist outfits". The Times of India. 5 March 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 January 2026. Diakses tanggal 9 January 2026.
- ↑ Parasuraman, Prathyush (17 December 2025). "Cinematic Propaganda and the Ethics of Style: Analysing "Dhurandhar" and the Rise of Fascist Aesthetics in Indian Cinema". Frontline (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 January 2026. Diakses tanggal 11 January 2026.
It is enough to call the film fictional but also real enough for people to know who is being referred to—a translucence of fiction, a translucence of fact, buried by the singular motive of trying to sing paeans to the current administration. In other words, it is propaganda. The film's future is our present, and there is nothing ideal about it. We are reading this present into the film's future. (emphasis added)
- ↑ Parasuraman, Prathyush (17 December 2025). "Cinematic Propaganda and the Ethics of Style: Analysing "Dhurandhar" and the Rise of Fascist Aesthetics in Indian Cinema". Frontline (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 January 2026. Diakses tanggal 13 January 2026.
- ↑ Adlakha, Siddhant (9 December 2025). "Dhurandhar Review". IGN (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 December 2025. Diakses tanggal 19 December 2025.
- ↑ Hussain, Wafa (11 December 2025). "Dhurandhar Review: A Well-Researched Spectacle Undermined By Anti-Muslim Undertones". TimelineDaily (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 January 2026.
- ↑ NDTV (12 December 2025). Dhurandhar News | Dhurandhar: Propaganda Or Patriotism?. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 January 2026. Diakses tanggal 9 January 2026 – via YouTube.
- ↑ India Today (11 December 2025). IndiaFirst Debate | Dhurandhar Controversy ERUPTS! IndiaFirst Debate Turns Explosive. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 January 2026. Diakses tanggal 9 January 2026 – via YouTube.
Pranala luar
- Dhurandhar di IMDb (dalam bahasa Inggris)

- Dhurandhar di Rotten Tomatoes (dalam bahasa Inggris)
- Dhurandhar di Basis Data Institut Film Swedia
Film yang disutradarai Aditya Dhar | |
|---|---|
|