| Gambar |
Nama ilmiah |
Nama umum |
Deskripsi |
Sebaran |
|
Callosciurus quinquestriatus |
Bajing anderson |
Terdiri dari dua subspesies, C. q. quinqestriatus dan C. q. imarius.[2] Spesies ini dinilai sebagai "Hampir Terancam" oleh IUCN karena kerusakan habitat.[3] |
Tiongkok dan Myanmar |
|
Callosciurus nigrovittatus |
Bajing hitam |
Terdiri dari empat subspesies: C. n. nigrovittatus, C. n. bilimitatus, C. n. bocki, dan C. n. klossi.[2] Spesies ini dinilai sebagai "Hampir Terancam" oleh IUCN.[4] |
Jawa, Sumatra, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, dan banyak pulau kecil lainnya |
 |
Callosciurus orestes |
Bajing kelabu |
Spesies ini dinilai sebagai "Risiko Rendah" oleh IUCN.[5] |
Endemik di Kalimantan bagian utara |
 |
Callosciurus adamsi |
Bajing telinga-totol |
Spesies ini dinilai sebagai "Genting" oleh IUCN.[6][7] |
Kalimantan Utara |
 |
Callosciurus finlaysonii, misspelled C. finlaysoni |
Bajing finlayson |
|
Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. |
 |
Callosciurus caniceps |
Bajing perut kelabu |
Terdiri dari enam subspesies yang ditemukan di hutan, sawah, dan kebun. |
Semenanjung Malaysia, Thailand, Myanmar selatan, Tiongkok selatan (Yunnan) dan mungkin Laos barat.[8] |
|
Callosciurus honkhoaiensis |
Bajing hon khoai |
Pertama dideskripsikan pada 2018, spesies ini adalah spesies kerdil yang berkerabat dengan bajing perut kelabu, darinya spesies itu barangkali bercabang selama Pliosen.[9] |
Hanya ditemukan di pulau Hon Khoai di lepas ujung selatan Vietnam. |
|
Callosciurus inornatus |
Bajing sederhana |
Awalnya dianggap sebagai subspesies dari Callosciurus pygerythrus, sehingga beberapa teks secara salah mengutip bahwa C. pygerythrus hadir di area-area di samping.[10] Reklasifikasinya didasari oleh perbedaan ciri rambut, menempatkannya lebih dekat dengan C. caniceps.[10][11] Dinilai sebagai "Risiko Rendah" oleh IUCN.[10] |
tersebar di Laos, Vietnam, dan provinsi Yunnan di Tiongkok. |
 |
Callosciurus pygerythrus |
Bajing irrawaddy |
Mencakup tujuh subspesies |
ditemukan di seluruh Bangladesh, Tiongkok, India, Myanmar, dan Nepal.[2][12] |
|
Callosciurus baluensis |
Bajing kinabalu |
Ekor dan bagian atas tubuhnya berwarna kehitaman beruban, bagian bawah tubuh berwarna merah-oranye, dan sisi tubuhnya memiliki garis bungalan ramping dengan garis hitam yang lebih lebar di bawahnya.[13] Spesies ini dinilai sebagai "Risiko Rendah" oleh IUCN.[14] |
endemik di timur laut Kalimantan, khususnya di wilayah luas sekitar Gunung Kinabalu.[6] |
|
Callosciurus albescens |
Bajing kloss |
Data populasinya tidak cukup untuk menilai status konservasinya menurut IUCN.[6][15] Masih diperbedatkan mengenai apakah spesies ini sebenarnya adalah subspesies dari C. notatus atau bukan, yang akan membuat nama ilmiahnya berubah menjadi C. notatus albescens. |
endemik di Sumatera bagian utara |
|
Callosciurus melanogaster |
Bajing loga |
Mencakup tiga subspesies: C. m. melanogaster, C. m. mentawi, dan C. m. atratus.[2] Spesies ini dinilai sebagai "Risiko Rendah" oleh IUCN karena kerusakan habitat.[16] |
asli Kepulauan Mentawai di lepas pantai barat Sumatra |
|
Callosciurus phayrei |
Bajing phayre |
Spesies ini dinilai sebagai "Risiko Rendah" oleh IUCN.[6][17] |
ditemukan di Cina dan Myanmar selatan |
 |
Callosciurus notatus |
Bajing kelapa |
Ditemukan di berbagai macam habitat: hutan, hutan bakau, taman, kebun, dan lahan pertanian. |
Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand |
 |
Callosciurus prevostii |
Bajing mandiwoi |
|
hutan di Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, dengan populasi yang diperkenalkan di Sulawesi utara. |
 |
Callosciurus erythraeus |
Bajing pallas, red-bellied tree squirrel |
|
Tiongkok Raya, India, dan Asia Tenggara. |