Asetilkolinesterase (Bahasa Inggris: acetylcholinesterase, disingkat AChE)[1] atau asetilkolina asetilhidrolase, yang juga dikenal sebagai AChase atau asetilhidrolase—adalah jenis utama enzim kolinesterase di dalam tubuh, yang pada manusia dikodekan oleh gen ACHE. Enzim ini mengkatalisis pemecahan asetilkolina dan beberapa esterkolina lainnya yang berfungsi sebagai neurotransmiter:
asetilkolina + H2O = kolina + asetat
Enzim ini terutama ditemukan pada sambungan neuromuskular dan sinapsis kimiawi tipe kolinergik, aktivitasnya berfungsi untuk menghentikan transmisi sinaptik kolinergik. Enzim ini termasuk dalam keluarga enzim karboksilesterase. Enzim ini merupakan target utama penghambatan oleh senyawa organofosforus, seperti agen saraf dan pestisida.
AChE adalah hidrolase yang menghidrolisis ester kolina. Enzim ini memiliki aktivitas katalitik yang sangat tinggi—setiap molekul AChE menguraikan sekitar 5.000 molekul asetilkolina (ACh) per detik,[3] mendekati batas yang dimungkinkan oleh difusisubstrat.[4][5]Situs aktif AChE terdiri dari dua sub-situs: situs anionik dan sub-situs esteratik. Struktur dan mekanisme kerja AChE telah dipahami melalui analisis struktur kristal enzim tersebut.[6][7]
Sub-situs anionik mengakomodasi gugus amina kuaterner bermuatan positif pada asetilkolina, serta substrat dan penghambat kationik lainnya. Substrat kationik tidak diikat oleh asam amino bermuatan negatif pada situs anionik, melainkan melalui interaksi dengan 14 residu aromatik yang melapisi gorge menuju situs aktif.[8][9][10] Ke-14 asam amino pada celah aromatik tersebut sangat terkonservasi di berbagai organisme.[11] Di antara asam amino aromatik tersebut, triptofan 84 memegang peranan krusial; substitusinya dengan alanina menyebabkan penurunan reaktivitas hingga 3.000 kali lipat.[12] Celah tersebut memiliki kedalaman sekitar 20 angstrom dan lebar lima angstrom.[13]
Sub-situs esteratik, tempat asetilkolina dihidrolisis menjadi asetat dan kolin, mengandung triad katalitik yang terdiri dari tiga asam amino: serina 203, histidina 447, dan glutamat 334. Ketiga asam amino ini serupa dengan triad pada protease serina lainnya, namun berbeda karena glutamat merupakan anggota ketiga, bukan aspartat. Selain itu, triad ini memiliki kiralitas yang berlawanan dengan triad pada protease lainnya.[14] Reaksi hidrolisis ester karboksil menghasilkan pembentukan kompleks asil-enzim dan kolina bebas. Selanjutnya, kompleks asil-enzim mengalami serangan nukleofilik oleh molekul air—yang dibantu oleh gugus histidina 440—sehingga melepaskan asam asetat dan meregenerasi enzim bebas tersebut.[15][16]
Organisme
AChE ditemukan pada banyak organisme termasuk manusia, mamalia, invertebrata, dan tumbuhan.[17][18][19][20]
Pada manusia, AChE merupakan enzim kolinergik yang berperan dalam hidrolisis neurotransmiter asetilkolina (ACh) menjadi komponen penyusunnya, yaitu kolina dan asetat. Secara umum pada manusia dan mamalia, AChE terutama berperan dalam menghentikan transmisi impuls pada sinapsis kolinergik melalui hidrolisis cepat neurotransmiter asetilkolina.[17] Pada invertebrata, AChE memainkan peran serupa dalam proses konduksi saraf di sambungan neuromuskular. Enzim ini biasanya terletak pada membran hewan-hewan tersebut dan mengendalikan arus ion pada membran yang dapat tereksitasi.[19][20]
Pada tumbuhan, fungsi biologis AChE kurang dipahami dengan jelas, dan keberadaannya diketahui melalui bukti tidak langsung mengenai aktivitasnya. Sebagai contoh, sebuah studi terhadap Solanum lycopersicum (tomat) mengidentifikasi 87 gen SlAChE yang mengandung domain lipase/asilhidrolase GDSL. Studi tersebut juga menunjukkan adanya regulasi naik dan turun pada gen-gen SlAChE dalam kondisi cekaman salinitas.[17]
Beberapa fungi laut diketahui menghasilkan senyawa yang menghambat AChE. Namun, peran spesifik dan mekanisme kerja AChE pada fungi belum dipelajari sebaik pada manusia dan mamalia. Keberadaan dan peran AChE pada bakteri belum terdokumentasi dengan baik.[20]
Fungsi biologis
Selama transmisi saraf, ACh dilepaskan dari neuron prasinaptik ke dalam celah sinaptik dan berikatan dengan reseptor ACh pada membran pascasinaptik, sehingga meneruskan sinyal dari saraf. AChE terkonsentrasi di celah sinaptik, tempat enzim ini menghentikan transmisi sinyal dengan menghidrolisis ACh.[3]Kolina yang dibebaskan diserap kembali oleh neuron prasinaptik, dan ACh disintesis melalui penggabungan dengan asetil-KoA berkat kerja enzim kolina asetiltransferase.[21][22]
Penghambat AChE yang bersifat ireversibel dapat menyebabkan kelumpuhan otot, kejang, penyempitan bronkus, dan kematian akibat asfiksia. Organofosfat, yaitu ester dari asam fosfat, merupakan golongan penghambat AChE ireversibel.[24] Pemecahan OP oleh AChE menyisakan gugus fosforil pada situs esteratik; gugus ini lambat terhidrolisis (memakan waktu hingga hitungan hari) dan dapat terikat secara kovalen. Penghambat AChE ireversibel telah digunakan dalam insektisida (misalnya malation) dan gas saraf untuk peperangan kimia (misalnya sarin dan VX). Karbamat, yaitu ester dari asam N-metilkarbamat, adalah penghambat AChE yang terhidrolisis dalam hitungan jam dan telah digunakan untuk tujuan medis (misalnya fisostigmin untuk pengobatan glaukoma). Penghambat reversibel menempati situs esteratik dalam waktu singkat (detik hingga menit) dan digunakan untuk mengobati berbagai penyakit sistem saraf pusat. Tetrahidroaminoakridina (THA) dan donepezil telah disetujui oleh FDA untuk meningkatkan fungsi kognitif pada penyakit Alzheimer. Rivastigmin juga digunakan untuk mengobati Alzheimer dan demensia tubuh Lewy, sedangkan piridostigminbromida digunakan untuk mengobati miastenia gravis.[25][26][27][28][29][30]
Salah satu penghambat endogen AChE pada neuron adalah mikroRNA Mir-132, yang dapat membatasi peradangan di otak dengan membungkam ekspresi protein ini dan memungkinkan ACh bekerja dalam kapasitas antiinflamasi.[31]
Telah terbukti pula bahwa bahan aktif utama dalam Cannabis, yaitu tetrahidrokanabinol, merupakan penghambat kompetitif bagi asetilkolinesterase.[32]
Distribusi
AChE ditemukan pada berbagai jenis jaringan penghantar: saraf dan otot, jaringan sistem saraf pusat dan tepi, serabut motorik dan sensorik, serta serabut kolinergik dan nonkolinergik. Aktivitas AChE lebih tinggi pada neuron motorik dibandingkan pada neuron sensorik.[33][34][35]
Asetilkolinesterase juga ditemukan pada membran sel darah merah; di sana, berbagai bentuk enzim ini membentuk antigen golongan darah Yt.[36]
Gen AChE
Pada manusia dan mamalia, asetilkolinesterase dikodekan oleh satu gen AChE tunggal, sedangkan beberapa invertebrata memiliki banyak gen asetilkolinesterase. Perlu dicatat bahwa manusia dan vertebrata tingkat tinggi juga mengodekan paralog yang berkerabat dekat, yaitu BCHE (butirilkolinesterase), yang memiliki identitas asam amino sebesar 50% terhadap ACHE.[37] Keragaman produk transkripsi dari satu-satunya gen ini muncul akibat penjalinan mRNA alternatif dan asosiasi pascatranslasi antara subunit katalitik dan struktural. Terdapat tiga bentuk yang diketahui: T (tail atau ekor), R (read-through), dan H (hidrofobik).[38]
AChET
Bentuk utama asetilkolinesterase yang ditemukan di otak, otot, dan jaringan lainnya adalah spesies hidrofilik, yang membentuk oligomer terikat-disulfida dengan subunit struktural yang mengandung kolagen atau lipid. Pada tautan neuromuskular, AChE diekspresikan dalam bentuk asimetris yang berasosiasi dengan subunit ColQ. Di sistem saraf pusat, enzim ini berasosiasi dengan PRiMA (Proline-Rich Membrane Anchor) untuk membentuk struktur simetris. Dalam kedua kasus tersebut, jangkar ColQ atau PRiMA berfungsi mempertahankan enzim di tautan antarsel—ColQ untuk tautan neuromuskular dan PRiMA untuk sinapsis.
AChEH
Bentuk lain yang dihasilkan melalui penyambungan alternatif dan diekspresikan terutama pada jaringan eritroid ini berbeda pada bagian C-terminus, serta mengandung peptidahidrofobik yang dapat dipotong dan memiliki situs jangkar PI. Bentuk ini berasosiasi dengan membran melalui gugus fosfoinositol (PI) yang ditambahkan secara pascatranslasi.[39]
AChER
Sejauh ini, tipe ketiga ini hanya ditemukan pada Torpedo sp. dan mencit, meskipun keberadaannya juga dihipotesiskan pada organisme lain. Tipe ini diperkirakan terlibat dalam respons stres dan (kemungkinan) peradangan.[40]
Untuk asetilkolinesterase (AChE), penghambat reversibel adalah penghambat yang tidak berikatan secara ireversibel dengan AChE maupun menonaktifkannya.[41] Obat-obatan yang menghambat asetilkolinesterase secara reversibel sedang diteliti sebagai pengobatan antara lain untuk penyakit Alzheimer dan miastenia gravis. Contohnya meliputi takrina dan donepezil.[42]
Paparan terhadap penghambat asetilkolinesterase merupakan salah satu dari beberapa penjelasan yang diteliti terkait gejala kognitif kronis yang dialami para veteran setelah kembali dari Perang Teluk. Para tentara diberi dosis AChEI piridostigmin bromida (PB) sebagai perlindungan terhadap senjata agen saraf. Dengan mempelajari kadar asetilkolina menggunakan mikrodialisis dan HPLC-ECD, para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas South Carolina menemukan bahwa, jika dikombinasikan dengan faktor stres, PB dapat memicu respons kognitif.[43]
↑Tripathi A (Oktober 2008). "Acetylcholinsterase: A Versatile Enzyme of Nervous System". Annals of Neurosciences. 15 (4): 106–111. doi:10.5214/ans.0972.7531.2008.150403.
↑Taylor P, Hardman JG, Limbird LE, Molinoff PB, Ruddon RW, Gilman AG (1996). "5: Autonomic Pharmacology: Cholinergic Drugs". The Pharmacologial Basis of Therapeutics. THe McGraw-Hill Companies. hlm. 161–174. ISBN 978-0-07-146804-6. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 4, 2016. Diakses tanggal Februari 26, 2012.
↑Blumenthal D, Brunton L, Goodman LS, Parker K, Gilman A, Lazo JS, et al. (1996). "5: Autonomic Pharmacology: Cholinergic Drugs". Goodman & Gilman's The pharmacological basis of therapeutics. New York: McGraw-Hill. hlm. 1634. ISBN 978-0-07-146804-6.
↑Raffe RB (2004). Autonomic and Somatic Nervous Systems in Netter's Illustrated Pharmacology. Elsevier Health Science. hlm. 43. ISBN 978-1-929007-60-8.
↑Koelle GB (1954). "The histochemical localization of cholinesterases in the central nervous system of the rat". Journal of Comparative Neurology. 100 (1): 211–35. doi:10.1002/cne.901000108. PMID 13130712. S2CID 23021010.
↑Johnson G, Moore SW (2012). "Why has butyrylcholinesterase been retained? Structural and functional diversification in a duplicated gene. 2012". Neurochem. Int. 16 (5): 783–797. doi:10.1016/j.neuint.2012.06.016. PMID 22750491. S2CID 39348660.
↑Dori A, Ifergane G, Saar-Levy T, Bersudsky M, Mor I, Soreq H, et al. (2007). "Readthrough acetylcholinesterase in inflammation-associated neuropathies". Life Sci. 80 (24–25): 2369–74. doi:10.1016/j.lfs.2007.02.011. PMID 17379257.
↑Millard CB, Kryger G, Ordentlich A, Greenblatt HM, Harel M, Raves ML, et al. (Juni 1999). "Crystal structures of aged phosphonylated acetylcholinesterase: nerve agent reaction products at the atomic level". Biochemistry. 38 (22): 7032–9. doi:10.1021/bi982678l. PMID 10353814. S2CID 11744952.
Sussman JL, Harel M, Frolow F, Oefner C, Goldman A, Toker L, et al. (1991). "Atomic structure of acetylcholinesterase from Torpedo californica: a prototypic acetylcholine-binding protein". Science. 253 (5022): 872–9. Bibcode:1991Sci...253..872S. doi:10.1126/science.1678899. PMID 1678899. S2CID 28833513.
Soreq H, Seidman S (2001). "Acetylcholinesterase--new roles for an old actor". Nature Reviews Neuroscience. 2 (4): 294–302. doi:10.1038/35067589. PMID 11283752. S2CID 5947744.
Shen T, Tai K, Henchman RH, McCammon JA (2003). "Molecular dynamics of acetylcholinesterase". Acc. Chem. Res. 35 (6): 332–40. doi:10.1021/ar010025i. PMID 12069617.
Pakaski M, Kasa P (2003). "Role of acetylcholinesterase inhibitors in the metabolism of amyloid precursor protein". Current Drug Targets. CNS and Neurological Disorders. 2 (3): 163–71. doi:10.2174/1568007033482869. PMID 12769797.
Ehrlich G, Viegas-Pequignot E, Ginzberg D, Sindel L, Soreq H, Zakut H (1992). "Mapping the human acetylcholinesterase gene to chromosome 7q22 by fluorescent in situ hybridization coupled with selective PCR amplification from a somatic hybrid cell panel and chromosome-sorted DNA libraries". Genomics. 13 (4): 1192–7. doi:10.1016/0888-7543(92)90037-S. PMID 1380483.
Maruyama K, Sugano S (1994). "Oligo-capping: a simple method to replace the cap structure of eukaryotic mRNAs with oligoribonucleotides". Gene. 138 (1–2): 171–4. doi:10.1016/0378-1119(94)90802-8. PMID 8125298.
Ben Aziz-Aloya R, Sternfeld M, Soreq H (1994). "Promoter elements and alternative splicing in the human ACHE gene". Prog. Brain Res. 98: 147–53. doi:10.1016/s0079-6123(08)62392-4. PMID 8248502.