Karbamat adalah senyawa organik, turunan dari asam karbamat (NH2COOH).[1] Grup karbamat terdiri atas ester karbamat (seperti etil karbamat) dan asam karbamat sebagai grup fungsional yang menghubungkan antara struktur yang berhubungan.[1][2] Senyawa ini merupakan senyawa yang dapat berdampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitarnya.[1]
Sintesis
Asam Karbamat merupakan turunan dari struktur amina:[3]
Karbamat banyak ditemukan di udara, air, tanah serta pada rantai makanan.[6][7] Di udara karbamat dihasilkan dari proses sublimasii.[6] Karbamat yang berada di air karena limbah industri dan pencemaran.[6] Kandungan karbamat pada cairan lebih mudah terdekomposisi sehingga dapat menyebabkan perncemaran langsung pada hewan air.[6] Sedangkan kandungan pada tanah biasanya terdapat disekitar pohon.[6]Degradasi karbamat pada tanah tergantung pada volatilitas, kelarutan, kadar air dalam tanah, jenis tanah, pH, suhu dan kemampuan degradasi dari bakteri di tanah.[6] Jika berada di dalam rantai makanan karbamat akan ikut tercerna dari tanah ke tanaman dan hewan, keberadaan karbamat pada rantai makanan ini berbahaya karena dapat bersifat karsinogenik.[7]
Ditemukan pertaman kali pada 1954, menyebabkan kemarian pada serangga karena terjadi penghambatan asetilkolinesterase, pada insektisida di tambahkan gugus metil pada ujung R1.[8]
123456(Inggris) Pradyot Patnaik. 2010. Handbook of Environmental Analysis: Chemical Pollutants in Air, Water, Soil and Solid Waste. Boca Raton:CRC Press
12(Inggris) Richard Lawley, Laurie Curtis dan Judy Davis. 2012. The Food Safety Hazard Guidebook. Cambridge(UK):RSC Publishing
123456(Inggris) Stanley E. Manahan. 2013. Fundamentals of Environmental and Toxicological Chemistry: Sustainable Science. Boca Raton: CRC Press.