Sebuah tetrapeptida (contoh: Val-Gly-Ser-Ala) dengan asam amino-α N-terminal yang disorot warna hijau (contoh: L-valina) dan asam amino-α C-terminal yang ditandai warna biru (contoh: L-alanina).
C-terminus (juga dikenal sebagai karboksil-terminus, ekor C-terminal, atau COOH-terminus) adalah ujung dari rantai asam amino (protein atau polipeptida) yang diakhiri oleh gugus karboksil bebas (-COOH). Saat protein ditranslasi dari mRNA (RNA duta), protein tersebut dibentuk mulai dari N-terminus menuju C-terminus. Konvensi penulisan urutan peptida adalah dengan menempatkan C-terminus di sebelah kanan dan menuliskan urutan dari N-terminus ke C-terminus.
Kimia
Setiap asam amino memiliki gugus karboksil dan gugus amina. Asam-asam amino saling terhubung membentuk rantai melalui reaksi dehidrasi yang menyatukan gugus amina dari satu asam amino dengan gugus karboksil dari asam amino berikutnya. Dengan demikian, rantai polipeptida memiliki satu ujung dengan gugus karboksil yang tidak terikat (C-terminal) dan satu ujung dengan gugus amina yang tidak terikat N-terminus. Secara alami, protein disintesis mulai dari N-terminus dan berakhir di C-terminal.[1]
Fungsi
Sinyal retensi C-terminal
Meskipun N-terminus protein sering kali mengandung sinyal penargetan, C-terminal dapat mengandung sinyal retensi untuk penyortiran protein. Sinyal retensi retikulum endoplasma yang paling umum adalah urutan asam amino -KDEL (Lys-Asp-Glu-Leu) atau -HDEL (His-Asp-Glu-Leu) pada C-terminal. Sinyal ini mempertahankan protein di dalam retikulum endoplasma dan mencegahnya memasuki jalur sekresi.
Modifikasi C-terminal
C-terminal protein dapat dimodifikasi secara pascatranslasi, cara yang paling umum adalah penambahan jangkar lipid pada C-terminal yang memungkinkan protein disisipkan ke dalam membran tanpa memiliki domain transmembran.
Bentuk lain dari modifikasi C-terminal adalah penambahan fosfoglikan, yaitu glikosilfosfatidilinositol (GPI), sebagai "jangkar" membran. Jangkar GPI dilekatkan pada C-terminal setelah pemotongan proteolitik terhadap propeptida C-terminal. Contoh paling menonjol untuk jenis modifikasi ini adalah protein prion.
Metilasi
Leusina pada C-terminal dimetilasi pada gugus karboksilnya oleh enzim leusina karboksil metiltransferase 1 pada manusia dan vertebrata, membentuk metil ester.[2]
Domain C-terminal
RNA POL II saat bekerja.
Domain C-terminal pada beberapa protein memiliki fungsi khusus. Pada manusia, CTD (domain C-terminal) dari RNA polimerase II biasanya terdiri dari hingga 52 pengulangan urutan Tyr-Ser-Pro-Thr-Ser-Pro-Ser.[3] Hal ini memungkinkan protein lain untuk berikatan dengan domain C-terminal RNA polimerase guna mengaktifkan aktivitas polimerase. Domain-domain tersebut kemudian berperan dalam inisiasi transkripsi DNA, penambahan tudung pada transkrip RNA, serta penempelan pada splisosom untuk penjalinan RNA.[4]
TopFIND: sebuah pangkalan data ilmiah yang mencakup protease, spesifisitas situs pemotongan, substrat, penghambat, serta ujung protein yang dihasilkan dari aktivitas protease tersebut.
Referensi
↑Alberts, Bruce; Johnson, Alexander; Lewis, Julian; Raff, Martin; Roberts, Keith; Walter, Peter (2002). "From RNA to Protein". Molecular Biology of the Cell. 4th edition (dalam bahasa Inggris). Garland Science.