Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belastahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya. (TB)[3]
"Ahas berumur dua puluhtahun" ketika mulai menjadi "raja bersama" dengan Yotam, ayahnya, yaitu sekitar bulan September735 SM; kemudian menjadi raja sendirian setelah kematian ayahnya, antara September 732 SM - September 731 SM.[4]
"Enam belas tahun lamanya ia memerintah": menurut kronologi Thiele,[5] Ahas memerintah sejak tahun 735 SM (sebagai "raja bersama", kemudian tahun 732/731 SM sebagai raja sendirian) sampai matinya beberapa minggu (atau beberapa hari) sebelum bulan Nisan (April) 715 SM.[4][6]
Ayat 3
Ia membakar juga korban di Lebak Ben-Hinom dan membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel. (TB)[7]
"Membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api": Raja Ahas demikian menyerah kepada penyembahan berhala dan kegiatan okultisme sehingga ia membakar anak-anaknya sendiri dalam api sebagai korban bagi para dewa kafir (lihat Imamat 20:1–5; Yer 7:31–32; 2 Raja–raja 16:3). Anak-anak dewasa ini juga dapat dirusak dengan kejam—secara jasmaniah melalui pengguguran kandungan dan penyiksaan, dan secara rohani oleh orang-tua yang gagal mengajarkan mereka jalan-jalan Allah yang suci berlandaskan Alkitab (lihat Ulangan 6:7) atau memisahkan dan melindungi mereka dari kefasikan dunia ini.[8]
Ayat 20
Maka datanglah Tilgat-Pilneser, raja negeri Asyur, kepadanya, hanya bukan membantu dia, melainkan menyesakkannya. (TB)[9]
Walaupun Ahas merampas barang-barang dari rumah TUHAN, dari rumah raja dan dari rumah-rumah para pemimpin dan menyerahkan semua itu kepada raja negeri Asyur, namun perbuatannya itu tidak menguntungkan dia. (TB)[10]
Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan dikuburkan di dalam kota, di Yerusalem; tetapi ia tidak dibawa ke pekuburan raja-raja Israel. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (TB)[11]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857