"Maka kebijaksanaan dan pengertian itu diberikan kepadamu; selain itu Aku berikan kepadamu kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sebagaimana belum pernah ada pada raja-raja sebelum engkau dan tidak akan ada pada raja-raja sesudah engkau."[3]
Salomo diberikan hikmat dan pengertian, namun hal ini tidak menjamin bahwa dia akan bertekun dalam kesetiaan kepada Allah. Oleh karena itu, Allah memperingatkan dia untuk berhati-hati hidup menurut jalan-jalan-Nya dan menaati semua perintah-Nya (lihat 1 Raja–raja 3:14). Memiliki hikmat atau pengetahuan istimewa mengenai Firman Allah tidaklah menjamin bahwa seseorang akan hidup bagi Allah sesuai dengan hikmat itu dan mengikuti jalan-jalan-Nya. Kemudian di dalam hidupnya, Salomo meninggalkan Allah dan gagal melakukan apa yang diketahuinya adalah benar; karenanya ia ditolak oleh Allah (lihat 1 Raja–raja 3:9; 1 Raja–raja 3:10; 1 Raja–raja 4:29–34; 1 Raja–raja 11:1).[4]
Ayat 14
"Salomo mengumpulkan juga kereta-kereta dan orang-orang berkuda, sehingga ia mempunyai seribu empat ratus kereta dan dua belas ribu orang berkuda, yang semuanya ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem.[5]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857