Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan Yoram raja Yehuda sampai tahun ke-7 pemerintahan Atalya di Yehuda. Menurut catatan sejarah terjadi antara tahun ke-91 sampai ke-96 sejak berdirinya Kerajaan Yehuda (setelah Kerajaan Israel pecah menjadi dua), yaitu sekitar tahun 841-835 SM.
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. (TB)[3]
Ayat 2
Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. (TB)[4]
"Ahazia berumur 42 tahun pada waktu ia menjadi raja": diterjemahkan dari bahasa Ibrani:בן־ארבעים ושתים שנה אחזיהו במלכוcode: he is deprecated , ben-’ar-bā-‘îm ū-shə-ta-yimshā-nāh’ă-ḥaz-yā-hū ḇə-mā-lə-ḵōw, yang secara harfiah: "Seorang-anak-laki-laki empat-puluh dan-dua tahun Ahazia menjadi-raja".[5] Kata "seorang anak laki-laki" tidak selalu menunjuk kepada usia seseorang,[6] dan dalam hal ini, Ahazia sendiri tidak mungkin berusia 42 tahun karena 2 Raja-raja 8:26 menyebutkannya berusia 22 tahun,[7] dan kalau ia berusia 42 tahun, berarti umurnya 2 tahun "lebih tua" daripada ayahnya sendiri.[5] Menurut kronologiThiele,[8] "42 tahun" itu dihitung sejak Omri menjadi raja sendirian atas Israel, yang sampai naik tahtanya Ahazia berlangsung: Omri memerintah 6 tahun (sebagai raja sendirian), Ahab memerintah 22 tahun, Ahazia (raja Israel) dan Yoram (raja Israel) 12 tahun, seluruhnya 42 tahun.[5] Penulis Kitab Tawarikh menganggap pemerintahan Ahazia sebagai kepanjangan dinasti Omri, bukan tradisi raja-raja keturunan Daud.[5]
Ayat 7
Telah ditentukan Allah, bahwa Ahazia akan menemui ajalnya pada waktu ia mengunjungi Yoram; maka ketika Ahazia datang, pergilah ia bersama-sama Yoram mendapatkan Yehu, cucu Nimsi, yang telah diurapi TUHAN, supaya dialah yang melenyapkan keluarga Ahab. (TB)[9]
Ayat 9
Lalu ia mencari Ahazia; Ahazia tertangkap ketika ia bersembunyi di Samaria. Ia dibawa kepada Yehu, lalu dibunuh, tetapi dikuburkan juga, karena kata orang: "Dia ini cucu Yosafat, yang mencari TUHAN dengan segenap hatinya." Dari keluarga Ahazia tidak ada lagi yang sanggup memerintah. (TB)[10]
"Bersembunyi di Samaria": Menurut 2 Raja-raja 9:27, Ahazia mati di Megido, ketika dikejar oleh Yehu dan tentaranya. "Samaria" di sini dapat bermakna "negeri Samaria" bukan "kota Samaria". Kota Megido terletak dalam "negeri Samaria".[11]
Ayat 10
Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda. (TB)[12]
Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, --ia adalah saudara perempuan Ahazia--menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya. (TB)[13]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857