Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan Ahab dan tahun ke-17 pemerintahan Yosafat dan seterusnya. Menurut catatan sejarah terjadi pada tahun ke-77 sejak berdirinya Kerajaan Yehuda (setelah Kerajaan Israel pecah menjadi dua), yaitu sekitar tahun 853 SM dan seterusnya.
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Ketika itu Yehu bin Hanani, pelihat itu, pergi menemuinya dan berkata kepada raja Yosafat: "Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci TUHAN? Karena hal itu TUHAN murka terhadap engkau."[3]
Yosafat ditegur karena bersekutu dengan Ahab dan menolong musuh Allah ini (2 Tawarikh 18:1-34). Orang percaya hendaknya jangan bersekutu dengan orang-orang tak percaya jikalau di dalam hubungan itu kepentingan ketidakbenaran dimajukan, komitmen kita kepada Allah dibahayakan atau kebenaran Firman Allah dicemarkan.[4]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857