Dalam tahun ketujuh belas zaman Pekah bin Remalya, Ahas anak Yotam raja Yehuda menjadi raja. (TB)[3]
"Dalam tahun ketujuh belas zaman Pekah": menurut "metode tahun naik tahta" sekitar September 735 SM.[4] Pekah menjadi raja terhitung sejak tahun 752 SM sampai matinya sekitar September 732 SM - April 731 SM, secara keseluruhan menjadi raja selama 20 tahun.[5]
"Ahas anak Yotam raja Yehuda menjadi raja": maksudnya adalah "raja bersama" (co-regent) dengan Yotam, ayahnya, memerintah Kerajaan Yehuda pada bulan September 735 SM.[4]
Ayat 2
Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya.[6]
"Ahas berumur dua puluhtahun" ketika mulai menjadi "raja bersama" dengan Yotam, ayahnya, yaitu sekitar bulan September735 SM; kemudian menjadi raja sendirian setelah kematian ayahnya, antara September 732 SM - September 731 SM.[4]
"Enam belas tahun lamanya ia memerintah": menurut kronologi Thiele, Ahab memerintah sejak tahun 735 SM (sebagai "raja bersama", kemudian tahun 732/731 SM sebagai raja sendirian) sampai matinya beberapa minggu (atau beberapa hari) sebelum bulan Nisan 715 SM.[4][7]
Ayat 3
Tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.[8]
"Ia" merujuk kepada Ahas. Di bawah pemerintahan Ahas, Yehuda memasuki masa suram yang ditandai kekacauan dan kemerosotan rohani. Kemurtadan sudah begitu hebat sehingga raja sendiri melakukan upacara keagamaan kafir dengan mengorbankan anaknya di dalam api sebagai persembahan kepada dewa-dewa kafir (Imamat 18:21; 2 Tawarikh 28:3; Yeremia 19:5).[9]
Ayat 5
Pada waktu itu majulah Rezin, raja Aram, dan Pekah bin Remalya, raja Israel, untuk memerangi Yerusalem. Dan mereka mengepung Ahas, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan dia.[10]
Pada masa itu Rezin, raja Aram, mengembalikan Elat kepada Edom, lalu ia mengusir orang-orang Yehuda dari Elat. Datanglah orang-orang Edom ke Elat dan diam di sana sampai hari ini. (TB)[11]
Ayat 7
Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, mengatakan: "Aku ini hambamu dan anakmu. Majulah dan selamatkanlah aku dari tangan raja Aram dan dari tangan raja Israel, yang telah bangkit menyerang aku." (TB)[12]
Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, dan mengirimnya kepada raja Asyur sebagai persembahan. (TB).[13]
Kemudian Ahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di kota Daud. Maka Hizkia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (TB)[14]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 9794168161, 9789794168169
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 9794163850, 9789794163857