Suku Kenyah adalah suku Dayak[1] yang termasuk rumpun Apokayan yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Belaga, Sarawak. Dari wilayah tersebut suku Kenyah memasuki kawasan dataran tinggi Apau Kayan di sekitar Taman Nasional Kayan Mentarang di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Jalur yang dilalui sungai Iwan di Sarawak terpecah dua sebagian menuju daerah Apo Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau. Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah pesisir Mahakam dan akhirnya sebagian menetap di Kampung PampangSamarinda Utara, Samarinda dan Sungai Bawang. Sebagian lagi bergerak ke pesisir menuju Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat.[2]
Suku Kenyah terbagi menjadi Kenyah Dataran Rendah (beberapa di antaranya, tinggal di wilayah Loa Kulu[3]) dan Kenyah Dataran Tinggi /Usun Apau Kenyah.
Seni budaya suku Kenyah sangat halus dan menarik, sehingga ragam seni hias banyak dipakai pada bangunan-bangunan di Kalimantan Timur. Bukan Sahaja terdiri daripada seni ukiran tetapi tarian dan juga cara hidup.
Bahasa yang digunakan adalah bahasa Kenyah Kelinyau, Kenyah Wahau, Indonesia, dan Melayu.
Dayak Kenyah terdiri dari beberapa sub suku lagi seperti:[4][5]