Shah Cheragh (Persia: شاه چراغ, romanized:Shāh-é-Chérāgh, har.'King of Light'code: fa is deprecated ; Arab: شاه جراغ, romanized:Šāh-e Čerāḡcode: ar is deprecated ) adalah Kompleks pemakamanSyiahDua Belas Imam yang terletak di Shiraz, Provinsi Fars, Iran. Kompleks yang dibangun pada abad ke-12 ini berpusat di sekitar mausoleum Sayyid Ahmad, putra Musa al-Kazim, yang dikenal sebagai Shah Cheragh (Raja Cahaya) yang diabadikan menjadi nama bangunan ini.[2][3][4]
Penggalian arkeologis menunjukkan bahwa terdapat pemukiman di situs Shiraz pada periode prasejarah dan catatan aksara paku dari Persepolis, 57 kilometer (35mi) di utara yang menunjukkan bahwa Shiraz merupakan kota penting pada zaman Akhemenia. Shiraz didirikan pada 684 M, setelah pasukan Arab menaklukkan Sassania. Dinasti Buyid (945-1055 M) menjadikan Shiraz sebagai ibu kota mereka, membangun masjid, istana, dan tembok kota yang besar. Pada abad ke-13 dan ke-14, Shiraz menjadi pusat sastra karena penyair Sa'adi dan Hafez, dimakamkan di kota ini. Selain itu, terdapat banyak monumen Islam yang megah di Shiraz seperti Masjid Jami Atigh.
Setelah penganiayaan terhadap sekte Syiah oleh Dinasti Abbasiyah, Sayyid Ahmad ibn Musa (juga dikenal sebagai Syed Amir Ahmad) dan saudaranya, Muhammad ibn Musa al-Kazim, yang keduanya merupakan saudara dari Ali al-Rida, mencari perlindungan di Shiraz. Amir Ahmad meninggal atau dibunuh pada 835 H (1431/1432 M). Di atas makamnya dibangun mausoleum berkubah sederhana pada abad ke-13, pada masa pemerintahan Salghurid, oleh menteri, seorang mantan pangeran Buyid, yang dikaitkan dengan Atabak Sa'ad Ebn-e-Zangi.[5]
Legenda masyarakat setempat menyebutkan bahwa makam tersebut ditemukan ketika ada cahaya muncul di atasnya dan menarik perhatian orang-orang, yang kemudian menceritakan kepada menteri tentang penemuan ini. Pada abad ke-14, makam mereka menjadi tujuan ziarah terkenal pada masa pemerintahan Injuid, ketika Ratu Tashi Khatun, ibu dari Ishaq Injoo, memperluas struktur makam dan mendirikan masjid serta madrasah di atas lahan makam tersebut.[5][2]
Pada masa Dinasti Safawi di abad ke-16, bangunan tersebut direnovasi secara besar-besaran.[2] Kemudian pada abad ke-18, Nader Shah menyumbangkan lampu gantung emas, yang digantung di bawah kubah.[4] Namun saat gempa bumi melanda Shiraz, kompleks Shah Cheragh pun mengalami kerusakan parah dan lampu gantung emas tersebut hilang pada saat itu. Setahun setelah gempa bumi, seorang pria bernama Qandeel menemukan sisa-sisa emas yang disumbangkan, yang kemudian Ia gunakan untuk membiayai rekonstruksi monumen pemakaman Shah Cheragh.[3]
Pada 1243 H (1827/1828 M) di masa pemerintahan Fath-Ali Shah Qajar, dilakukan renovasi seeprti pemasangan zarih perak di sekitar makam.[4] Pada 1958 M, kubah tersebut direkonstruksi.
Arsitektur
Kompleks bangunan ini terdiri dar masjid, mausoleum Sayyid Ahmad ibn Musa, dan museum sejarah.[2][4]
Mausoleum Sayyid Ahmad terbuat dari plester dan batu yang dihiasi dengan kubah besar dan di sekeliling makam terdapat zarih perak. Kubah makam dihiasi dengan ratusan ribu keping keramik yang dibuat dengan teliti dan dinding interiornya tertutupi oleh potongan kaca potong yang berkilauan dan bercampur dengan ubin warna-warni. Saat ini, kubah hanya tersisa kerangka logam yang selesai pada era Qajar yang menggantikan kubah asli era Safavid yang hancur akibat gempa bumi. Adapun bagian bawah kubah dihiasi oleh Kaligrafi Persia.[4]
Dekorasi di seluruh kompleks berupa mosaik kaca cermin, prasasti dari plester, pintu ditutupi panel perak, dan serambi serta sahn. Makam dikelilingi pagar berjeruji, berada di ceruk antara ruang di bawah kubah dan masjid. Penempatan ini merupakan praktik adat, sehingga tidak berada tepat di bawah kubah sama seperti situs ziarah lain di Shiraz. Terdapat 2 menara yang terletak di setiap ujung serambi berkolom.[5]
Museum
Selan itu, juga terdapat museum di dalam kompleks Shah Cheragh yang didirikan pada 1925. Museum ini menyimpan sekitar 600 tembikar dan karya seni tanah liat, serta beberapa koin dari era Parthia dan Sasaniyah. Selain itu, juga terdapat senjata (seperti pedang) dari era Safawi dan Qajar, manuskrip serta dokumen.[4]
Penembakan massal 2022
Pada 26 Oktober 2022, 15 orang tewas dalam penembakan massal di kompleks Shah Cheragh.[6] Ketiga pelaku digambarkan oleh media pemerintah Iran sebagai teroristakfiri. Dua penyerang telah ditangkap dan yang lainnya masih buron. Pada hari yang sama, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.[7] Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa para pelaku bukan warga Iran.[8] Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menyatakan bahwa korban tewas termasuk anak-anak.[8]Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan pernyataan mengutuk serangan terhadap situs keagamaan tersebut.[9]