Rewind Indonesia (sebelumnya YouTube Rewind Indonesia) adalah seri video asal Indonesia yang merangkum dari kejadian-kejadian yang viral di YouTube pada tahun tersebut.[10] YouTube Rewind Indonesia dibuat untuk merayakan apa saja yang viral di YouTube Indonesia selama setahun dan merupakan ajang kolaborasi bagi para konten kreator. Edisi tahunan video ini, dirilis di kanal YouTube Indonesian Creators (sebelumnya: Indonesian YouTubers) untuk versi tahun 2015, 2016, 2018, 2020, 2021 dan 2023. Video Rewind Indonesia awalnya dirilis di kanal YouTube Eka Gustiwana untuk versi tahun 2014.[1][11] Namun, untuk versi tahun 2022, dirilis di kanal YouTube Deddy Corbuzier.[6] Rewind Indonesia tidak berafiliasi dengan YouTube atau Google sebagai perusahaan. Rewind Indonesia dibuat oleh para kreator Indonesia.[4][12][11]
1234Setelah pamitnya SkinnyIndonesian24 pada tahun 2021, karena telah 10 tahun berkarya dalam pembuatan konten video di YouTube (2011 - 2021), dua kakak beradik Jovial dan Andovi da Lopez mulai bergabung menjadi bagian dari Narasi sejak tahun 2022.
123Usama Harbatah yang menggawangi proyek konten komedi Harbatah. Sebelumnya, Usama pernah berkolaborasi dengan Harun yang dikenal sebagai Duo Harbatah.
12Deddy Corbuzier merupakan ayah dari sang anak tunggal Azka Corbuzier.
1234Laurent Rando, AA UTAP, dan Bang Mpin yang sama-sama bagian dari grup musik beatbox Jakarta Beatbox.
12Keluarga selebritis Gen Halilintar terdiri dari Halilintar Anofial Asmid (ayah), Lenggogeni Faruk (ibu), Atta Halilintar (anak pertama atau sulung), Sohwa Halilintar (anak ke-2), Sajidah Halilintar (anak ke-3), Thariq Halilintar (anak ke-4), Abqariyyah Halilintar (anak ke-5), Saaih Halilintar (anak ke-6), Fatimah Halilintar (anak ke-7), Fateh Halilintar (anak ke-8), Muntaz Halilintar (anak ke-9), Saleha Halilintar (anak ke-10), dan Qahtan Halilintar (anak ke-11 atau bungsu).
↑Untuk Rewind Indonesia 2022, UN1TY berubah format menjadi 7 anggota, terdiri dari: Farhan, Shandy, Gilang, Fenly, Fajri, Zweitson, dan Fiki; setelah keluarnya Ricky pada 3 November 2022.
Alan Walker, Erik Smaaland, Markus Arnbekk, Carl Hovind, Fredrik Borch Olsen, Gunnar Greve, Alexander Standal Pavelich, Ava Max, Halvor Folstad, Dag Holtan-Hartwig, Moa Pettersson Hammar, dan Øyvind Sauvik
Berbagai opini ditinggalkan para warganet mengenai video YouTube Rewind Indonesia 2018. Banyak di antaranya komentar yang kurang menyenangkan. Beberapa warganet mengritik ketidakhadiran para YouTuber senior seperti tahun lalu. Cukup banyak pula yang mengatakan jika video itu kurang memuat tren-tren yang terjadi selama tahun 2018. Begitu juga dengan masalah penyuntingan.
Warganet mempertanyakan keberadaan youtuber senior Indonesia seperti Chandra Liow, MiawAug, Edho Zell, Aulion, Bayu Skak, Reza Arap ataupun para youtuber lawas lainnya yang tak terlihat di video.
Begitu pula dugaan warganet, ketidakikutsertaan para YouTuber senior dalam pembuatan video inilah yang menyebabkan kualitas visual dan musik dalam video YouTube Rewind Indonesia 2018 kurang memuaskan. Banyak kritik menyasarkan pada efek transisi yang dirasa cukup kasar. Selain itu, warganet juga merasa jika musik di dalam YouTube Rewind Indonesia 2018 kurang nampol tanpa sentuhan komposer muda Indonesia, Eka Gustiwana. Pendapat lain mengatakan kalau lagu yang digunakan dalam YouTube Rewind Indonesia 2018 lebih banyak menggunakan lagu-lagu pada tahun 2017. Namun ada pula yang berpendapat kalau hal tersebut merupakan suatu kebetulan, di mana lagu-lagu yang muncul pada tahun 2016 lebih mudah untuk diaransemen. Sehingga menurut warganet, ini yang menjadikan musik di YouTube Rewind Indonesia 2018 terasa kurang menggugah, di samping juga karena tanpa aransemen Eka Gustiwana.
Sutradara dari YouTube Rewind Indonesia 2018 ini adalah Ericko Lim, salah satu Youtuber indonesia yang terkenal dengan kontennya yang kontroversial dan tengah berseteru dengan Reza Arap. Pada akhirnya, warganet membandingkan kinerja Ericko Lim yang menurut mereka tak lebih bagus dalam penggarapan Youtube Rewind Indonesia tahun 2018 dibandingkan dengan Youtube Rewind Indonesia 2016 yang merupakan karya Reza Arap bersama Chandra Liow.
Namun banyak pula warganet yang menghargai usaha Ericko Lim dalam menggarap YouTube Rewind Indonesia 2018, meski mungkin dirasa belum terlalu ahli dan sebagus hasil karya Reza Arap.[46][47]