* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik
Indra Sjafri (lahir 2 Februari 1963)[1] adalah mantan pemain sepak bola profesional Indonesia.[2][3][4] Ia melatih timnas U-23 sekaligus menjadi asisten pelatih timnas senior, serta pada Februari 2020 Indra Sjafri ditunjuk menjadi Direktur Teknik PSSI.[5]
Indra Sjafri dicopot dari kursi kepelatihan timnas U-20 oleh PSSI karena timnas U-20 gagal di Piala Asia U20 2025.[6]
Riwayat
Kehidupan pribadi
Indra Sjafri lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 2 Februari 1963. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Temi Indrayani dan telah dikaruniai dua orang anak, masing-masing bernama Aryandra Andaru dan Diandra Aryandari. Sebelum memutuskan untuk mengabdikan diri di dunia kepelatihan sepak bola. Indra Sjafri pernah menjadi karyawan di PT Pos IndonesiaPadang.[7]
Karier
Indra merupakan mantan pemain sepak bola yang pernah membela PSP Padang pada tahun 1980-an, dan juga pernah menangani klub sepak bola dari ibukota provinsi Sumatera Barat itu sebagai pelatih. Ia juga pernah bekerja sebagai pegawai kantor pos. Kariernya dimulai saat ia duduk di bangku kelas 2 SMA Negeri 2 Padang, di mana PSP Padang melihat bakatnya dan merekrutnya menjadi anggota tim PSP Junior.[8] Sebelum namanya populer seperti sekarang ini, Indra Sjafri juga berhasil membawa timnas junior merebut trofi juara pada turnamen sepak bola tingkat Asia, yaitu pada HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hongkong. Sebelum menjadi pelatih timnas junior, Indra bertugas sebagai instruktur dan pemandu bakat di PSSI sejak Mei 2009.[9]
Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013
Pada 22 September 2013, Indra Sjafri sukses membawa tim asuhannya, Timnas Indonesia U-19 menjuarai Turnamen Kejuaraan Remaja U-19 AFF2013 setelah di final mengalahkan tim kuat Vietnam dalam pertandingan dramatis yang berujung adu penalti, di mana tim Indonesia menang dengan skor 7-6 setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu. Gelar juara ini merupakan gelar pertama Indonesia sejak 22 tahun terakhir di mana Indonesia tak pernah meraih satupun gelar juara baik di level Asia Tenggara maupun level yang lebih tinggi.[10] Kemenangan Timnas U-19 ini membuat nama Indra Sjafri mulai dikenal secara luas di dunia sepak bola tanah air.
Setelah menukangi timnas di beberapa kelompok umur, pada 2 November 2014, Indra Sjafri resmi diberhentikan oleh PSSI. Itu menyusul kegagalan timnas U-19 yang berada di bawah asuhannya menembus target melaju ke Piala Dunia U-20 FIFA 2015 di New Zealand. Akibat keputusan tersebut, PSSI mendapatkan banyak kritikan dari masyarakat Indonesia.
Setelah kembali melatih timnas pada 2017, tahun 2023 Indra Sjafri berhasil membawa timnas meraih medali emas SEA Games di Kamboja setelah menanti 32 tahun.