2019: Masa awal sebagai UN1TY
UN1TY adalah boygroup yang memulai debutnya di bawah Famous All Stars melalui acara survival musik oleh 1ID Music yang dibuat oleh Dien Tirto Buwono, Business Innovation Director & Co-founder Famous All Stars (FAS), dan Patrick Effendy.[1] Setelah mereka membuka program survival pada 18 Juni 2019, program tersebut mengeliminasi dan menyeleksi lebih dari 500 kandidat, hingga tersisa Delapan kandidat: Fajri, Farhan, Fenly, Fiki, Gilang, Ricky, Shandy, dan Zweitson. Mereka berasal dari latar belakang etika yang berbeda dengan rentang usia 16 hingga 23 tahun.[2] Formasi anggota ini dipilih karena dianggap memiliki kemistri musikal dan perpaduan kepribadian yang sempurna untuk menciptakan performance berdasarkan visi produser.[3]
UN1TY memulai debutnya dengan meluncurkan dua single berjudul Coba Cintaku dan Satu. Menurut platform musik digital, Coba Cintaku diluncurkan pada 9 Desember 2019 dan Satu dirilis pada 10 Desember 2019. Coba Cintaku ditulis oleh Patrick Effendy, Bianca Nelwan, dan Dimas Wibisana, sedangkan Satu hanya ditulis oleh Patrick Effendy. Coba Cintaku berhasil mencapai peringkat ke-43 di Billboard Indonesia Top 100[4] sebulan setelah tanggal rilis dan peringkat ke-19 di Langit Musik Top 50 edisi Januari 2020. Setelah itu, Satu berhasil menduduki peringkat ke-4 di Indonesia 20 edisi 15 oleh I-Radio Jakarta.[5]
2020-2022: Single Lanjutan dan In Diversity
UN1TY merilis single ketiga mereka yang berjudul Pangeran Tidur pada 17 Maret 2020. Lagi-lagi lagu ini ditulis oleh Patrick Effendy dan Dimas Wibisana. Lagu ini menceritakan tentang imajinasi seorang anak laki-laki tentang cinta pada pandangan pertama, membayangkannya sebagai seorang pangeran yang merindukan ciuman cinta abadi, seperti cerita rakyat Putri Tidur.[6] Lalu, pada 3 Maret 2020, UN1TY merilis video musik medley Coba Cintaku dan Biar Aku yang Pergi, berkolaborasi dengan Aldy Maldini di kanal YouTube MADE Indonesia. Kemudian, UN1TY membuat versi lain dari video musik Satu yang disutradarai dan dirilis oleh Aulion di kanal YouTube-nya.
Pada tanggal 5 Juli 2020, untuk pertama kalinya UN1TY tampil secara on-air di sebuah acara TVRI yang bertajuk Rumah Musik Indonesia dengan membawakan dua lagu mereka, Satu dan Pangeran Tidur. Setelah itu, pada 29 Juli 2020, UN1TY merilis single keempat berjudul Terbunuh Sepi. Lagu ini ditulis oleh anggota UN1TY, Patrick Effendy, dan Ifa Fachir. Lagu itu sendiri berbicara tentang kesepian dan inferiority complex remaja yang disebabkan oleh kecemasan, dan depresi yang bisa membuat remaja tidak percaya diri.[7]
Single kelima UN1TY berjudul No Mellow! dirilis di platform streaming digital pada 23 September 2020, namun video musiknya dirilis pada 25 September 2020 di YouTube.[8] Video musiknya direkam hanya dengan smartphone, menampilkan koreografi yang dinamis dan menyenangkan seperti yang dilakukan genre pop-funk elektronik, dan lirik yang mendorong untuk mencapai impian pendengar tanpa mendengar apa yang dikatakan orang lain. No Mellow! ditulis dan dibuat oleh UN1TY, Patrick Effendy, dan STEVESMITH.[9]
Pada tahun 2021, UN1TY meluncurkan single keenam yang berjudul Restu Waktu pada 31 Maret 2021. Lagu ini terinspirasi dari kondisi saat itu yang masih terdampak pandemi COVID-19 sehingga mau tak mau mereka melepas rindu mereka akan kampung halaman melalui lagu. Walaupun lagu ini disajikan dengan nada yang mellow, tetapi pesan yang tersampaikan dibuat menenangkan: agar bisa bertemu dengan orang tersayang.
Single ketujuh yang bertajuk Baby dirilis pada tanggal 22 Juli 2021. Dengan video musik yang dikemas secara apik oleh Aulion,[10] lagu ini menceritakan tentang seorang anak yang bimbang memilih antara cita-citanya atau cintanya sebagai prioritas kehidupan setelah sekolahnya. Video musik ini disusun dengan camera movement yang unik[11] dan konten-konten yang mendetil di setiap detiknya.
Pada 5 November 2021, UN1TY merilis single berjudul Friendzone, sebuah karya kokreaksi dengan Smartfren dan Dari Jendela SMP, yang sekaligus menjadi soundtrack terbaru sinetron tersebut.[12] Selanjutnya, Smartfren secara resmi mengumumkan UN1TY sebagai brand ambassador terbaru mereka pada virtual press conference yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Smartfren dan platform streaming Vidio.[13]
Pada awal tahun 2022 lalu, tepatnya pada tanggal 25 Januari 2022 UN1TY merilis single kedelapan yang berjudul So Bad. Dengan video musik yang memperlihatkan masa depan pada tahun 2088 di mana Ibu Kota Jakarta sangat terlihat futuristik. Selain itu, single mereka pada volume pertama ini merupakan hasil kerjasama UN1TY dengan komposer Korea-Amerika, yaitu Hyuk Shin, MRey, JOONY, dan Jeff Lewis. Mereka merupakan penulis lagu dan produser dari sederet lagu legendaris, salah satunya "Growl" dari EXO. Pada saat single ini dipromosikan, lagu-lagu terdahulu dan So Bad digabungkan dalam album bertajuk In Diversity.
Lalu, pada tanggal 28 Juli 2022 UN1TY kembali dengan single terbaru mereka yang berjudul It's Alright. Di comeback kali ini, UN1TY mencoba konsep serta genre musik yang berbeda dari lagu-lagu sebelumnya. Lagu ini bertemakan bukan tentang percintaan, tetapi mengenai suka duka menghadapi kehidupan sehari-hari. Ini menjadi single terakhir Farhan dan Ricky sebagai bagian dari UN1TY.
2023-2025: Era Album Patah Hati: Awal Terbaik
Dengan keluarnya Ricky dan Farhan di grup, UN1TY merilis single bertajuk Ya Udah pada tanggal 9 Juni 2023. Pada single ini, mereka berkolaborasi dengan Eka Gustiwana, dengan lagu yang berisikan sikap dan cerminan para anggota dalam menjalani kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai ekspektasi.[14]
Setahun kemudian, pada tanggal 17 April 2024 UN1TY merilis live album berjudul Patah Hati: Awal Terbaik, bersamaan dengan keluarnya Gilang dari grup. Saat UN1TY hanya sisa berlima, mereka mengadakan suatu pakta di depan publik bahwa jika ada salah satu yang keluar dari grup, maka UN1TY akan bubar.
Pada Juli 2025, Fenly melepaskan diri dari UN1TY, dan saat itu diumumkan bubarnya UN1TY dengan konser tunggal terakhir pada tanggal 9 November 2025.
2025-Kini: Bangkit Kembali sebagai CHNCE
Pada konser terakhir UN1TY, CHNCE muncul sebagai kejutan penonton yang rindu akan semangat dan antusiasnya. Karena sudah lepas dari branding UN1TY dan tidak berada di bawah naungan agensi lagi; nama dan konsep berubah menjadi lebih ekspresif, bebas, dan maskulin. Beberapa waktu setelahnya, sebagai CHNCE mereka merilis single re-debut mereka yang berjudul Harus Kemana, yang menceritakan kegelisahannya terhadap orang yang susah untuk lepas dari bayang-bayang masa lalunya.
Pada tanggal 1 Mei 2026, CHNCE merilis extended play-nya yang bertajuk LAMA-LAMA GILA, yang berisi lima lagu termasuk Harus Kemana.