PT Rasa Sayang Jaya, lebih dikenal sebagai Rasa Sayang, adalah sebuah perusahaan otobus (PO) yang berkantor pusat di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dan memiliki garasi utama di Kota Bima. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1992 oleh Arif Wijaya dan dikenal sebagai salah satu operator bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terbesar yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Rasa Sayang melayani perjalanan antarkota yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumbawa melalui Pulau Bali dan Pulau Lombok, menjadikannya salah satu operator bus dengan trayek terpanjang di Indonesia.[1][2] Rasa Sayang Jaya memiliki kantor pusat di Bada, Dompu, Dompu dan garasi utama di Dara, Rasanae Barat, Bima
PT Rasa Sayang Jaya didirikan pada tahun 1992 oleh Arif Wijaya di Kota Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pada masa awal operasinya, perusahaan membuka layanan antarkota antarprovinsi yang menghubungkan Bima dengan Jakarta. Saat itu, perjalanan darat masih menjadi pilihan utama masyarakat Nusa Tenggara Barat karena transportasi udara belum berkembang seperti saat ini.[1]
Keberadaan Rasa Sayang kemudian menjadi salah satu penghubung utama mobilitas masyarakat Pulau Sumbawa menuju Pulau Jawa, khususnya bagi para perantau, pelajar, dan pekerja. Seiring meningkatnya permintaan angkutan, perusahaan memperluas jaringan pelayanannya hingga menjangkau sejumlah kota di Pulau Jawa dengan tetap mempertahankan Bima sebagai salah satu basis operasional utama.[2]
Dalam perkembangannya, Rasa Sayang dikenal sebagai salah satu perusahaan otobus terbesar asal Nusa Tenggara Barat. Perusahaan juga mempertahankan kebijakan disiplin terhadap awak bus yang diterapkan sejak awal berdiri, di antaranya melarang pengemudi dan kru mengonsumsi minuman keras maupun berjudi selama bertugas sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan dan kualitas pelayanan.[1]
Operasional
Rasa Sayang mengoperasikan layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumbawa melalui Pulau Bali dan Pulau Lombok. Trayek tersebut ditempuh menggunakan jaringan jalan nasional serta penyeberangan feri antarpulau, sehingga menjadi salah satu lintasan bus AKAP terpanjang di Indonesia.[3][2]
Salah satu trayek utama perusahaan adalah Jakarta–Bima pulang-pergi dengan panjang perjalanan sekitar 1.300 kilometer. Perjalanan tersebut melintasi empat pulau, yakni Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa, serta menyeberangi tiga lintasan laut menggunakan kapal feri.[2]
Pada awal operasinya, armada Rasa Sayang menggunakan bodi buatan Karoseri Malindo. Seiring perkembangan perusahaan, armadanya mulai menggunakan bodi produksi Rahayu Santosa yang dipadukan dengan sasis produksi Mercedes-Benz dan Hino.[1][4]
Ciri khas
Rasa Sayang dikenal memiliki slogan berbahasa Bima, yaitu Ngana Aina Ngoho, yang secara harfiah dapat diartikan sebagai "boleh makan, tetapi jangan rakus". Ungkapan tersebut menjadi identitas perusahaan dan sering ditampilkan pada armada busnya.[1]