Yustinus Soeroso adalah seorang pengusaha yang lahir di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sejak kecil hingga remaja ia telah terbiasa bekerja keras untuk membantu orang tuanya yang hidup sederhana sebagai seorang buruh tani. Soeroso mulai menapaki dunia transportasibus sebagai kernet, kondektur bus, hingga akhirnya agen bus, di perusahaan otobus Timbul Jaya.[1][2] Pengalaman itu menjadi titik awal yang membentuk karakter disiplin, kerja keras, dan pemahaman mendalamnya tentang dunia transportasi bus.
Setelah menikah dengan Yustina Rahyuni, keduanya bertekad membangun usaha transportasi sendiri. Dengan modal dan pengalaman yang sangat terbatas, mereka mendirikan Rosalia Indah sebagai perusahaan bus antar-jemput antarprovinsi pada tahun 1983. Ia menamainya dari anak pertamanya, Yustina Anna Rosalia. Bus antar-jemput antarprovinsi ini berupa satu unit Mitsubishi Colt Diesel dan berjalan di trayek Solo–Blitar–Malang–Surabaya. Bus tersebut diregistrasi dengan nomor pelat AD 9866 A (sekarang AD 7133 A), dan kemudian diberi nama "Bibit Kawit". Pada tahun 1987, Rosalia Indah mulai berfokus pada trayek antarkota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Tengah.[3][4][5]
Membuka bus antarkota antarprovinsi
Bus Rosalia Indah dengan body Adiputro Jetbus 2+ SHD yang bertugas di trayek Blitar-Jabodetabek
Meski dimulai dari bus kecil untuk antar-jemput, berkat pelayanan yang baik dan meningkatnya kepercayaan pelanggan, usaha ini mulai berkembang pesat.[2] Pada 1991, Rosalia Indah resmi beroperasi sebagai perusahaan bus antarkotaantarprovinsi dengan trayek utama Solo–Jakarta dan Blitar–Jakarta. Soeroso mulai menambah armada satu demi satu untuk mewujudkannya. Semangat kewirausahaan yang dimilikinya menjadikan perusahaan ini tumbuh pesat dalam waktu singkat, meskipun modal awalnya sangat terbatas.[6]
Pada 21 Maret 1991, PO Rosalia Indah resmi mendapatkan izin usaha sebagai Biro Perjalanan Umum (BPU) dengan nomor 05/D.2/BPU/III/1991. Sejak itu, Rosalia Indah berkembang menjadi salah satu perusahaan transportasi darat terbesar di Indonesia dengan kantor pusat di Jalan Raya Solo–Ngawi km 7,5, Dagen, Jaten, Karanganyar. Perusahaan ini berkomitmen pada prinsip "pelayanan, keamanan, kenyamanan, dan kebersihan armada" sebagai fondasi pelayanan pelanggan.[7]
Dalam perjalanan kariernya, Soeroso dikenal memiliki filosofi bisnis yang kuat: melayani dengan hati dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.[1] Ia menggagas sistem layanan yang berorientasi pelanggan seperti program undian berhadiah dan kartu anggota "RI Plus" untuk menarik loyalitas penumpang. Inovasi-inovasi ini menjadikan Rosalia Indah tidak hanya sekadar penyedia transportasi, tetapi juga perusahaan yang berorientasi pada hubungan jangka panjang dengan pelanggan.[8]
Bus Rosalia Indah dengan karoseri New Setra Jetbus2+ SHD produksi Adi Putro dan sasis Scania
Di awal debutnya sebagai bus AKAP, Rosalia Indah hanya memiliki lima bus non-AC dengan sasisHino AK.[6] Hingga sekarang, perusahaan otobus ini kini berevolusi menjadi salah satu perusahaan otobus dengan layanan paling lengkap di Indonesia. Soeroso terus berinovasi dengan menambahkan fasilitas baru seperti AC, kursi ergonomis, hiburan di dalam bus, dan bahkan layanan pramugari untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.[9][10] Rosalia Indah juga menjadi salah satu perintis dalam penggunaan bus tingkat (double-decker) di Indonesia, serta memiliki 13 kelas perjalanan. Tak hanya di transportasi, Yustinus juga memperluas bisnisnya ke sektor pendukung dan penyantunan, seperti Rosalia Express (kurir), Ros-In Hotel, Rest Area Rosin, serta binatu dan toko kelontong. Ekspansi ini menunjukkan kemampuannya dalam melihat peluang pasar dan memperkuat ekosistem bisnis berbasis transportasi terpadu.[2]
Keberhasilan Soeroso tidak hanya disebabkan oleh kerja keras, tetapi juga oleh kemampuan manajerial dan strategi bisnis yang matang. Ia menerapkan prinsip pelayanan "ramah, aman, dan nyaman" yang menjadi budaya perusahaan hingga kini. Ia menekankan bahwa bisnis transportasi bukan sekadar memindahkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan dan berkesan. Ia juga rajin melakukan pembaruan armada secara berkala agar bus selalu dalam kondisi prima. Selain itu, Yustinus menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan karyawan, termasuk sopir dan kru bus, karena menurutnya keberhasilan perusahaan tidak lepas dari loyalitas mereka. Strategi bisnisnya yang mengutamakan kualitas dan hubungan manusiawi inilah membuat PO Rosalia Indah tetap eksis di tengah persaingan ketat industri transportasi nasional.[6] Pada tanggal 21 Maret 2012, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memberikan penghargaan AKAP Non-Ekonomi Terbaik kategori Perusahaan Besar kepada Rosalia Indah.[11]
Pada 10 April 2015, Rosalia Indah memperoleh status badan hukumperseroan terbatas dengan nama PT Rosalia Indah Transport.[5] Berkat kegigihannya, Soeroso kini dikenal luas sebagai salah satu tokoh sukses di industri transportasi Indonesia, bahkan dijuluki "Sultan Palur" — merujuk pada lokasi kantor pusat PO Rosalia Indah di kawasan Palur (wilayah yang secara administratif termasuk dalam desa Palur, Mojolaban, Sukoharjo dan Dagen, Jaten, Karanganyar). Julukan itu diberikan oleh masyarakat khususnya pecinta bus serta media karena kesuksesannya yang diraihnya dari titik nol hingga memiliki ratusan armada bus mewah. Dengan 21 unit bus tingkat, Rosalia Indah pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai "Perusahaan Otobus AKAP dengan Armada Double-Decker Terbanyak, dengan Pelayanan Pramugara-Pramugari."[2][12]
Salah satu bus Rosalia Indah dengan karoseri Adi PutroJetbus3+ SDD dengan sasis Scania K410iB.
Per Oktober 2025, berdasarkan catatan di situs resmi PT Rosalia Indah Transport, Rosalia Indah mengoperasikan 475 agen, lebih dari 250 trayek perjalanan, 389 armada reguler, serta 50 unit bus tingkat.
Pada saat unit bus tingkatnya mencapai 21 unit, Rosalia Indah pernah mendapatkan penghargaan MURI. Menurut Rosdian yang sudah menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan, gagasan pengadaan bus tingkat di Rosalia Indah muncul karena menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur, yakni selesainya Jalan Tol Trans-Jawa, dan sama sekali bukan karena "takut ketinggalan" dengan PO lain yang sudah lebih dahulu memilikinya. Hal ini karena tren penggunaan bus tingkat sudah ada sebelum Tol Trans-Jawa rampung.[2][12] Baru pada tahun 2024, Rosalia Indah menambah lagi bus tingkatnya menjadi total 36 unit.[14]
Untuk bus tingkatnya, Rosalia Indah menggunakan berbagai macam sasis premium/tronton serta karoseri. Untuk sasis, Rosalia Indah mengoperasikan Scania K410iB dan Mercedes-Benz O 500 RSD 2445. Sementara karoseri yang digunakan adalah produksi Adi Putro (Jetbus3+ SDD dan Jetbus5 SDD) serta Laksana (Legacy SR-3 Double-Decker Ultimate Edition). Kombinasi sasis Scania K410iB dengan bodi Jetbus5 SDD atau Mercedes-Benz dengan bodi dari Laksana adalah contoh konfigurasi yang digunakan di Rosalia Indah.[12][14]
Rosalia Indah dikenal tidak pilih-pilih sasis maupun karoseri, bergantung pada ketinggian lantainya, kelas perjalanannya, serta jenis busnya. Rosalia Indah mengoperasikan bus dengan sasis Mercedes-Benz (OH 1526,[15] OH 1626,[16] O 500 RSD 2445[17]), Hino (AK[6] dan RK[15]), maupun Scania (K310iB dan K410iB).[15] Adapun karoseri yang digunakan misalnya Skylander buatan New Armada,[18]Jetbus3[19] dan Jetbus5[20] produksi Adi Putro, Legacy SR-2[12] dan SR-3[21] produksi Laksana, dan Avante produksi Tentrem.[22]
Tiga belas kelas perjalanan yang dilayani Rosalia Indah di antaranya: Double-Decker, Super Top SHD, Eksekutif Plus UHD, Eksekutif Plus SHD, Super Eksekutif, Eksekutif, VIP, Patas, Micro Bus Super Top, Micro Bus Eksekutif, TravelBig Top, Travel Eksekutif, dan Pariwisata.[2]
Bus-bus modern Rosalia Indah juga mudah dikenali dari pola pengecatannya yang berwarna putih/abu-abu dengan garis-garis biru, merah, kuning, dan hitam (sesuai dengan warna di logo perusahaan).[20] Tambahannya lagi, bus-bus modern Rosalia Indah sering menempelkan jenama sasis bus yang digunakan dengan ukuran huruf yang sangat besar, tulisan "Full Tol Trans Jawa"[sic], serta jargon promosi Rosalia Indah, #HolobisEnakNgebis.[23][24]
Trayek
Bus antarkota
Bus Rosalia Indah berangkat menuju tujuan akhir setelah menaikturunkan penumpang di Agen Jalan Soekarno-Hatta, Mojongapit, Jombang, Jombang
Lini bisnis utama Rosalia Indah adalah bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Rosalia Indah melayani trayek dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra bagian selatan[a]. Trayek-trayek bus ini dilayani oleh 13 kelas, baik bus lantai-tunggal (single-decker) maupun bus tingkat (double-decker). Semua trayek bus antarkota antarprovinsi di bawah tercatat dalam situs pemesanan tiket PT Rosalia Indah Transport.
Rosalia Indah juga mengoperasikan bus pariwisata, sebagai lini bisnis nontrayek mereka. Armadanya kira-kira sama dengan bus AKAP.[26]
Kurir
PT Rosalia Express, anak usaha Rosalia Indah, resmi berdiri pada 6 Maret 2004 dan mengkhususkan diri pada jasa kirim paket dan kargo. Dilayani 14 area perwakilan dan lebih dari 300 agen di Jawa dan Sumatra, perusahaan ini menawarkan berbagai produk layanan seperti pengiriman satu-hari, reguler, serta pengiriman sepeda motor. Bisnis ini dimulai dari ruang bagasi bus Rosalia Indah reguler, yang sering mendapat titipan paket ke berbagai tujuan. Karena bisnis kurir semakin berkembang, maka dibentuklah perusahaan kurir ini.[27]
Bisnis lain
Di luar bisnis bus, kelompok usaha Rosalia Indah telah secara strategis melakukan diversifikasi usaha ke lini non-transportasi untuk memperkuat bisnis dan menciptakan aliran pendapatan tambahan. Lewat anak-anak usahanya seperti PT Rosalia Indah Mitra Sentosa dan PT Rosalia Indah Sejahtera kelompok usaha ini mengelola rumah makan dan rest area yang tersebar di beberapa titik seperti kantor pusatnya di Palur, Subang, dan rest area km 319 Jalan Tol Pemalang–Batang, dengan jenama Rosin Resto. Di sisi penginapan, Rosalia Indah juga mendirikan unit hotel bernama Hotel Ros-In yang lokasinya kerap ditempatkan bersebelahan dengan agen bus Rosalia Indah—salah satu yang terbesar berlokasi di Kabupaten Bantul—dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, ruang MICE, spa, dan layanan antar-jemput bandara.[28] Rosalia Indah juga membuka bisnis penunjang perjalanan dan wisata, termasuk toko kelontong Rosin Mart, binatu Rosin Laundry, dan bahkan memiliki merek air minum sendiri, Utra, yang diproduksi oleh anak usahanya sendiri PT Guwatirta Sejahtera.[2]