Garuda Mas didirikan oleh Sanoesi Karjadidjaja pada 1972. Sebelumnya, Sanoesi bekerja di salah satu operator bus swasta di Jakarta yang bernama Sukabumi Motor Supply (SMS). Ketika pengelolaan bus kota di Jakarta diambil alih oleh kendali manajemen Perum PPD, Sanoesi pindah ke Cirebon dan mendirikan usaha transportasi di sana. [1] Nama Garuda Mas dipilih karena Sanoesi memiliki rasa patriotisme dan nasionalisme Indonesia yang kuat, dengan lambang negara Indonesia sebagai representasi kebanggaan terhadap Indonesia, yang kemudian menjadi ciri khas tersendiri bagi perusahaan ini.[1][2]
Garuda Mas mulai menjalani trayek ke Purwodadi untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang dengan tujuan Demak atau Semarang, karena pertimbangan keterbatasan armada bus yang saat itu hanya dilayani oleh DAMRI.[2] Hal ini menjadikan keberadaannya semakin dikenal luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa. Perluasan ini menjadikan Garuda Mas dikenal tidak hanya di wilayah asalnya, tetapi juga sebagai operator yang memainkan peranan penting di trayek tersebut.[1][2][3]
Perkembangan Garuda Mas tidak lepas dari strategi dan pengelolaan yang diteruskan oleh generasi kedua, terutama oleh Barmawi yang memimpin bagian operasional di Jakarta, sementara Benyamin Darmawan mengelola operasional di Cirebon. Pada sekitar tahun 2007, manajemen melakukan konsolidasi dengan memindahkan pusat operasional untuk jalur yang lebih luas ke Jakarta agar strategi pertumbuhan dan penjadwalan armada menjadi lebih efisien dan terpusat. Transformasi ini membantu Garuda Mas tetap kompetitif di tengah persaingan dengan perusahaan bus lain pada jalur Pantura dan jalur timur Jawa.[3][4]
Armada
Bus Garuda Mas dengan karoseri Jetbus3+ SHD Voyager produksi Adi Putro dan sasis Hino RK8 R260
Garuda Mas mengelola lebih dari 140 armada dengan unit bus yang menggunakan berbagai macam jenis sasis dan karoseri.[1] Garuda Mas mengandalkan dua pabrikan kendaraan, yakni Mercedes-Benz (OH 1626,[5] OH 1836,[6] dan O 500 RSD 2445[7]) serta Hino (RK 280 Euro 4).[8] Sasis-sasis tersebut menawarkan kenyamanan dengan suspensi udara dan space frame agar memungkinkan ruang bagasi luas. Garuda Mas merupakan pengguna pertama sasis Mercedes-Benz O 500 RSD 2445 di Indonesia untuk bus tingkatnya.[7]
Garuda Mas merupakan salah satu kolektor Adi Putro Jetbus dari generasi ke generasi. Termasuk di antaranya bus tingkat yang menggunakan model Jetbus3+ SDD yang dirilis sejak 2018[9] dan bus kelas tidur dengan bodi Jetbus5 Dream Coach yang dirilis akhir 2024.[10] Selain Jetbus, Garuda Mas juga menggunakan bodi Laksana Legacy dengan berbagai macam varian.[11]
Garuda Mas dikenal karena menawarkan berbagai kelas layanan, mulai dari kelas ekonomi, bisnis, VIP, eksekutif hingga super eksekutif, yang memberi pilihan kenyamanan bagi penumpang berdasarkan anggaran yang dimilikinya. Hal ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap pelayanan yang lebih variatif dan berkualitas dibandingkan banyak perusahan otobus lain pada masanya, sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan, terutama di rute-rute utama. Perusahaan otobus ini bahkan mendapatkan perhatian publik karena kuatnya komunitas penggemar dan penumpangnya.[12]
Ciri khas tampilan
Garuda Mas mudah dikenali dari warna dasar pola pengecatan busnya yang dominan biru samudra dengan permainan garis-garis kuning, jingga, hijau, dan putih. Makna burung Garuda sebagai ciri khas yang tergambar pada armada bus, terinspirasi dari lambang negara dan jiwa nasionalisme pendirinya. Gambar yang ditampilkan untuk merepresentasikan burung Garuda adalah burung elang.[4]
Trayek
Bus kelas suites combi dari Garuda Mas dengan karoseri Legacy SR-3 Suites Combi produksi Laksana
Dioperasikan melalui dua perusahaan, yakni induk usaha PT Garuda Mas Putera Esa serta anak usahanya PT Garuda Mas Karyajaya, pangsa pasar terbesar Garuda Mas yakni trayek di jalur Kabupaten Grobogan, Pati, Jepara, Blora, Kudus dan sekitarnya[16] atau yang dikenal dengan jalur Muria Raya.[17] Dominasi di jalur ini mempertegas posisi Garuda Mas sebagai salah satu operator yang mengandalkan konektivitas antardaerah tersebut. Sebagai bagian dari ekspansi trayek, pada Desember 2025 Garuda Mas meluncurkan rute baru DKI Jakarta–Malang dengan menghadirkan bus kelas Suites Combi dengan bus produksi Laksana, yang menandai peningkatan layanan dari sisi kenyamanan. Ke depannya, Garuda Mas juga merencanakan penambahan armada dengan kelas Dream Coach dengan bus produksi Adi Putro, yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan trayek jarak jauh sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi penumpang.[18]
Apresiasi dan penghargaan
Pada 2022, bersama Laju Prima dan Murni Jaya, Garuda Mas memperoleh penghargaan dari Hino Motors Indonesia atas pencapaian satu juta kilometer melalui pemberdayaan armada-armada busnya yang menggunakan sasis Hino.[19]