Paus Feliks IV (489/490 – 22 September 530) adalah uskup Roma dari tanggal 12 Juli 526 hingga kematiannya pada tanggal 22 September 530. Dia adalah kandidat pilihan Raja OstrogothTheodoric Agung, yang telah memenjarakan pendahulu Feliks, Yohanes I.
Latar Belakang dan Awal Kehidupan
Feliks lahir di Samnium, sebuah wilayah di Italia tengah, pada tanggal yang tidak diketahui. Nama keluarganya tidak tercatat dalam sejarah, tetapi ia dikenal sebagai putra seorang diakon. Feliks muda menunjukkan kesalehan yang mendalam sejak usia dini, dan ia kemudian ditahbiskan sebagai imam. Sebelum naik takhta kepausan, Feliks melayani sebagai seorang penasihat rohani yang dihormati di Roma.
Pengangkatan Sebagai Paus
Feliks IV terpilih sebagai paus pada tahun 526, setelah wafatnya Paus Yohanes I. Pemilihannya dipengaruhi oleh Raja Ostrogoth, Theoderikus yang Agung, yang menguasai Italia pada saat itu. Theoderikus menunjuk Feliks sebagai paus dengan harapan ia dapat menjembatani hubungan antara Gereja di Barat dan Kekaisaran Bizantium di Timur.
Namun, sebelum Feliks dapat diangkat secara resmi, Theoderikus meninggal dunia, dan penerusnya, Athalaric, menjadi raja dengan ibunya, Ratu Amalasuntha, sebagai wali. Situasi politik yang tidak stabil ini memengaruhi awal masa kepemimpinan Feliks sebagai paus.
Kepemimpinan Gereja
Feliks IV menghadapi tantangan berat, termasuk perselisihan doktrinal yang melibatkan kaum Arian, yang didukung oleh kaum Ostrogoth. Ia berusaha mempertahankan ajaran ortodoks Gereja dengan tegas tetapi tetap menunjukkan sikap bijaksana untuk menjaga perdamaian.
Pendirian Basilika Santo Kosmas dan Damianus
Salah satu pencapaian besar Paus Feliks IV adalah pendirian Basilika Santo Kosmas dan Damianus di Roma. Gereja ini didirikan dengan memanfaatkan struktur yang ada di Forum Romawi, yakni templum Romuli. Feliks mendedikasikan basilika ini untuk menghormati dua martir besar, Santo Kosmas dan Santo Damianus, yang dikenal sebagai pelindung para dokter dan penyembuh.
Upaya Penyatuan Gereja
Feliks IV berusaha mendamaikan faksi-faksi yang bertikai dalam Gereja, khususnya antara para pendukung Konsili Kalsedon dan mereka yang menentangnya. Ia menggunakan pendekatan pastoral yang lembut tetapi tetap berpegang teguh pada ajaran Gereja yang benar.
Feliks juga mengeluarkan sejumlah dekret untuk memperkuat disiplin gerejawi, termasuk aturan yang memperjelas peran para uskup dan imam. Ia menekankan pentingnya hidup kudus bagi para pemimpin rohani agar dapat menjadi teladan bagi umat.
Akhir Hidup dan Wafat
Feliks IV wafat pada 22 September 530 setelah menjabat sebagai paus selama empat tahun. Ia dikebumikan di Basilika Santo Petrus di Vatikan. Sebelum wafatnya, ia menunjuk Bonifasius II sebagai penerusnya, tetapi langkah ini memicu perpecahan, karena beberapa pihak menganggap tindakan tersebut melanggar tradisi pemilihan paus.