Museum Siwalima Ambon sering kali melakukan promosi dan mengadakan lomba dengan tujuan menarik masyarakat untuk datang dan berwisata, sekaligus mengenal sejarah budaya Kota Ambon.[5]
Penamaan
Kata Siwalima berasal dari dua kata, yakni siwa dan lima. Siwa berarti sembilan, sedang kata lima yang berarti lima. Kedua istilah tersebut menunjukkan adanya pembagian masyarakat ke dalam dua kelompok sosial, yaitu kelompok sembilan dan kelompok lima. Perbedaan antara keduanya dapat dilihat melalui berbagai unsur budaya, seperti arsitektur, upacara daur hidup, dan aspek kebudayaan lainnya. Namun demikian, terdapat pula unsur yang menyatukan keduanya, seperti bahasa, mitologi asal-usul, serta sistem kepercayaan. Proses terjadinya pemisahan sosial ini hingga kini masih menjadi bahan perdebatan dan memunculkan berbagai pendapat serta argumentasi.[3] Di Maluku Tengah biasanya disebut dengan PataSiwa dan PataLima, di Maluku Tenggara biasanya dikenal dengan UrSiw dan Urlim. Pertama kali yang akan dijumpai oleh para pengujung adalah kata Usu Mae Upu di depan pintu masuk yang mempunyai arti “Mari silakan masuk”.[4]
Ruang koleksi
Awalnya, museum Siwalima hanya menyimpan koleksi-koleksibudaya serta hal-hal yang berbau adat istiadat Maluku, namun seiring berjalannya waktu, Museum Siwalima memiliki tiga ruang pameran.[4]Ruang pertama merupakan ruang pameran Busana Pengantin Nusantara, dimana Museum Siwalima memamerkan busana-busana pengantin yang ada di Indonesia dan secara khusus busana pengantin Maluku.[4][6]
Kemudian ruang pameran kedua disebut Ruang pameran Sejarah Maluku.[4] Di sini tersimpan segala hal yang berkaitan dengan budaya Maluku, misalnya: bangunan asli Maluku, pakaian adat, alat-alatpertanian, senjata khas, perlengkapan upacara adat, uang lama, dan berbagai guci.[4][7]
Ruang pameran ketiga adalah ruang pameran kelautan, di mana menampilkan keindahan laut maluku dan alat-alat transportasi yang digunakan dari zaman dulu sampai yang modern. selain itu juga ada beberapa rangka paus dan buaya yang juga dipamerkan.
Museum Siwalima menyediakan jasa pemandu bagi siapa saja yang ingin dijelaskan seluruh isi museum secara rinci.[4] Selain itu, para pengunjung juga dapat membuat permintaan khusus untuk menikmati sajian musiklokal, pementasan tari, dan demo pembuatan kain tenun.[4]
Tiket masuknya sendiri terbilang murah, yakni Rp 5.000 untuk orang dewasa, sedang anak kecil dikenai biaya tiket Rp 2.000, dan untuk rombongan dihitung Rp 1.500 per orang.[7]
Museum Siwalima dibuka setiap hari. Pada hari Senin hingga Jumat, museum dibuka mulai dari jam 08.00-16.30.[10]
↑Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II(PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm.410. ISBN978-979-8250-67-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)