Museum Sriwijaya adalah museum umum yang didirikan sebagai pusat informasi mengenai peninggalan-peninggalan serta peradaban dari Kerajaan Sriwijaya.[2] Jenis koleksi yang dipamerkan terdiri dari benda-benda arkeologi, keramologi, dan numismatika.[3] Koleksi yang umum dipamerkan meliputi beragama arca,[4]stupa,[5] hingga kapal yang berukuran 8,2 meter.[6] Museum ini menekankan pada informasi mengenai toleransi beragama di Kerajaan Sriwijaya. Hal ini terlihat dari banyaknya arca Hindu, sedangkan Kerajaan Sriwijaya secara resmi merupakan kerajaan yang menganut agama Buddha. Museum Sriwijaya berada dalam kepemilikan pemerintahProvinsi Sumatera Selatan. Pengelolaannya diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Museum Sriwijaya.[3]
Jarak tempuhnya mencapai 20 kilometer. Rute kedua dari Stasiun Kertapati dengan jarak tempuh mencapai 12 kilometer. Sedangkan rute ketiga dari Terminal Alang Alang Palembang dengan jarak tempuh sejauh 15 kilometer.[3]
Koleksi
Museum Sriwijaya dibangun untuk memberikan pengetahuan mengenai masa kejayaan Sriwijaya sebagai sebuah kerajaan.[9] Koleksi Museum Sriwijaya secara khusus menampilkan sedikitnya 500 artefak peninggalan Kerajaan Sriwijaya.[10]
Pengelolaan
Museum Sriwijaya dikelola oleh Seksi Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya dan Museum Sriwijaya (Seksi TPKS dan Museum Sriwijaya). Tugas dari Seksi TPKS dan Museum Sriwijaya ialah merencanakan, mengawasi dan mengevaluasi pengelolaan Museum Sriwijaya dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS). Seksi TPKS dan Museum Sriwijaya juga bertugas melaksanakan pelayanan informasi, publikasi dan promosi untuk Museum Sriwijaya dan TPKS.[11]