Koleksi dalam museum ini berasal dari pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dan jenis koleksinya terdiri dari benda-benda historika dan etnografika. Koleksi utama berupa mahkota berambut milik Sultan Tidore yang digunakan sebagai alat pemilihan sultan selanjutnya,[3] singgasana kesultanan, tempolong tempat ludah sultan (ketur), pakaian adat, cap kesultanan, peralatan perang, Al-Qur'an kuno tulisan tangan Qalem Mansur dari tahun 1657[4] yang merupakan salah satu alquran tertua di Tidore,[5] kerajinan dari tembikar, miniaturrumah adat, peralatan penempa besi, dan peralatan berburu.[6]
Selain itu, museum ini juga menyimpan guci yang ditemukan oleh Kementerian Kelautan melalui Loka Riset Sumber Daya dan Kerentanan Pesisir di kedalaman laut tanjung Soa-sio dan fragmen berupa piring tua, yang ditemukan di tanjung Tongwai.[7]
Selain benda Antik, museum juga memamerkan foto dan lukisan kehidupan masyarakat Tidore pada zaman dahulu, aktivitas perdagangan masyarakat Tidore dan bangsa barat pada abad ke 15, lukisan perang antara Tidore dan Portugis, serta sketsa bangunan beberapa Benteng di Tidore.[7]
Bangunan
Luas lahan museum adalah 800 m2, tetapi gedung museum hanya menggunakan lahan seluas 300 m2. Museum menempati bangunan yang merupakan hibah dari kerabat sultan dan dimiliki oleh Keluarga Kesultanan Tidore. Begitu juga dengan pengelolaan museum dilakukan oleh keluarga kesultanan.[3]
Bagian utama museum menempati bangunan menyerupai rumah adat Kesultanan Tidore[8] yang digunakan sebagai ruang pameran tetap koleksi-koleksi museum, dan bagian lainnya untuk ruang pemeliharaan dan toilet.[5]
Museum ini dapat dicapai melalui Pelabuhan Trikora sejauh 3,9 km dan dari pelabuhan Rum Balibunga sejauh 22,5 km.[9] Rute lain menuju museum melalui pelabuhan Rum Kota Tidore dan menggunakan speedboat dari pelabuhan Bastiong Ternate. Begitu tiba di pelabuhan Rum, pengunjung bisa melanjutkan perjalanan kurang lebih 30 menit menggunakan angkot atau bentor.[7]
Museum Sonyine Malige dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 hingga 14.00.[9] Pengunjung tidak dipungut bayaran untuk melihat-lihat koleksi yang ada di museum ini.
↑Album Budaya (2012). Direktori Museum Indonesia(PDF). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm.782–783. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
12Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II(PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm.416. ISBN978-979-8250-67-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)