50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif) kursi dapat direbahkan dan diputar
80 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi) kursi menghadap ke kanan dan kursi menghadap ke kiri (arah kursi tidak dapat diatur dan sebagaian arah kursi dapat diatur)
Fasilitas restorasi
Ada
Fasilitas observasi
Kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan
Ada
Fasilitas lain
Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Pada 3 Maret 2009, terdapat rencana pengoperasian kereta api yang menghubungkan Bandung dan Cirebon sudah disiapkan dengan nama "Papandayan" (Kini KA Papandayan beroperasi di rute Gambir–Garut PP). Adanya pertentangan dari pelaku moda transportasi lain di jalur yang sama dan pihak dari Dinas Perhubungan (Dishub) mengakibatkan kereta api tersebut batal beroperasi.[2]
Pada 28 September 2013, kereta api dengan lintasan yang telah direncanakan sebelumnya akhirnya beroperasi untuk melayani satu kali perjalanan lintas Bandung-Cirebon dengan nama "Ciremai Ekspres". Awalnya, layanan kereta api Ciremai dimiliki oleh Daerah Operasi III Cirebon dengan kelas eksekutif dan kelas ekonomi (AC split).
Mulai 11 Agustus 2014, layanan kereta api Ciremai kelas ekonomi dihapus dan digantikan kelas bisnis dan jumlah perjalanan ditambah sehingga ia melayani empat kali perjalanan—dua di antaranya merupakan kereta api tambahan yang memiliki layanan kelas eksekutif dan bisnis hingga layanan dihapus mulai tanggal 16 Januari 2015.
Mulai 3 Oktober 2016, lintas pelayanan kereta api Ciremai diperpanjang hingga Semarang yang disebabkan oleh banyaknya penumpang ingin bepergian dari Bandung menuju arah Semarang.[3][4] Selain itu, kereta api ini mengalami perpindahan operasional dari Daerah Operasi III Cirebon menjadi Daerah Operasi IV Semarang, beserta rangkaiannya yang sebelumnya diasuh oleh Depo Kereta Cirebon (CN) dimutasi ke Depo Kereta Semarang Poncol (SMC).
Susunan rangkaian kereta api Ciremai terdiri dari empat kereta eksekutif, empat kereta ekonomi, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.[5]
Stasiun pemberhentian
Peta rute geografis kereta api Ciremai berdasarkan Gapeka 2025
Berikut adalah stasiun-stasiun pemberhentian kereta api Ciremai.
Mulai 1 April 2024, perjalanan kereta api ini untuk tujuan akhir Bandung juga melayani pemberhentian di Stasiun Haurgeulis.
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh