Awal mula nama Kereta api Cirebon Ekspres (1984-2019), sebelum dilebur menjadi Argo Cheribon (2019-2025), namun per 1 Februari 2025 layanan ini dipecah menjadi dua layanan yaitu Kereta api Gunungjati dan Kereta api Cakrabuana.
Kereta api Cakrabuana merupakan sempalan (spin-off) dari rumpun layanan kereta api Argo Cheribon yang semasa rute Cirebon–Jakarta dan sebaliknya. Kereta api Argo Cheribon ini beroperasi tanggal 16 Agustus 2019 sampai menjelang Gapeka 2025, kereta api Argo Cheribon dipecah menjadi dua layanan kereta ini yaitu kereta api Gunungjati dan Cakrabuana yang sama-sama beroperasi tanggal 1 Februari 2025 sejak diberlakukan Gapeka 2025.[2][3]
Pengoperasian
Peluncuran kereta api Cakrabuana dilakukan pada 1 Februari 2025 di Stasiun Purwokerto oleh Pj. Bupati Banyumas, Iwanuddin Iskandar, Direktur Niaga PT KAI (Persero) Hadis Surya Palapa dan Direksi KAI Daerah Operasi V Purwokerto. Pada perjalanan perdana, rangkaian kereta api ini terdiri dari empat kereta eksekutif, empat kereta kelas ekonomi, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.[4] Kereta api ini diberangkatkan dari Purwokerto ke Gambir pada pagi hari, sedangkan arah Cirebon dan sebaliknya pada siang dan sore hari, serta arah Purwokerto berangkat pada malam hari.[5]
Stasiun pemberhentian
Peta rute geografis kereta api Cakrabuana berdasarkan Gapeka 2025
Berikut merupakan stasiun-stasiun pemberhentian kereta api Cakrabuana per 1 Februari 2025.[6]
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh