Kerajaan Laos adalah sebuah negara berdaulat berbentuk monarki yang ada di Laos dari tahun 1953 hingga 1975 . Pada Desember 1975 Pathet Lao menggulingkan pemerintahan monarki ini dan mendirikan sebuah negara komunis bernama Republik Demokratik Rakyat Laos, yang dikenal dengan nama Laos kini .[1]
Awal mula dari adanya perselisihan yang berujung perang saudara ini dapat ditelusuri pada tahun 1947 saat Laos diberikan kewenangan memerintah sendiri (otonomi) melalui konstitusi baru sebagai bagian dari Uni Prancis dan persemakmuran (federasi) dengan seluruh Indochina Prancis. Selanjutnya, pada Perjanjian Prancis-Lao tahun 1953 akhirnya mencapai kesepakatan yaitu pendirian negara berdaulat, Laos merdeka. Namun, masalah muncul karena dalam perjanjian tersebut tidak dijelaskan siapa pihak yang akan memimpin negara. Tahun-tahun berikutnya, tiga kelompok, yang dipimpin oleh apa yang disebut sebagai Tiga Pangeran, memperebutkan kekuasaan: kaum netralis di bawah Pangeran Souvanna Phouma, partai sayap-kanan di bawah Pangeran Boun Oum dari Champasak, dan sayap-kiri, Pathet Lao-yang didukung Vietnam Utara di bawah Pangeran Souphanouvong dan calon Perdana Menteri Kaysone Phomvihane.
Pathet Lao secara bertahap berhasil meraih kemenangan dalam Perang Saudara Laos dan mendirikan Republik Demokratik Rakyat Laos pada tahun 1975 yang menggantikan bentuk pemerintahan kerajaan.
Sejarah pembentukan
Kerajaan Laos secara resmi memproklamirkan kemerdekaannya dari Prancis ketika Prancis memberikan pemerintahan semi-otonom pada tahun 1949 dan kemudian memberikan kemerdekaan penuh pada tahun 1953.