Monarki di EropaPeta Eropa yang menampilkan negara-negara monarki (merah) dan republik (biru) di benua tersebut.
Republikanisme menjadi cukup lazim pada periode Modern Awal, tetapi monarki tetap dominan di Eropa selama abad ke-19. Namun, sejak akhir Perang Dunia I, sebagian besar monarki Eropa telah dihapuskan.
Sepuluh di antaranya adalah negara di mana kepala negaranya (seorang penguasa monarki) mewarisi takhta, dan biasanya menjabat seumur hidup atau sampai mereka turun tahta. Dua negara lainnya: di Vatikan (sebuah monarki elektif, dibentuk sebagai sebuah teokrasiabsolut), kepala negaranya, seorang Pemimpin (yang merupakan seorang Paus), dipilih pada konklaf kepausan, sementara di Andorra (secara teknis diarki semi-elektif), kepala negara bersamanya adalah Presiden Prancis terpilih dan Uskup Urgell, yang dipilih oleh Paus.
Cetak miring berarti Persemakmuran, satu sama lain berbagi kepala negara monarki yang sama. 1 Kepala monarki dipertentangkan sebagai Kepala Negara.2 Teknisnya konstitusional, praktisnya mutlak.3 Menggunakan gelar Presiden.