Kebudayaan di Jawa Timur awalnya terbentuk oleh persebaran suku Jawa ke daerah-daerah di wilayah Jawa Timur. Luasnya jangkauan persebaran suku Jawa kemudian membentuk nilai-nilai kebudayaan yang bersifat lokal dengan unsur-unsur kebudayaan Jawa sebagai sistem utamanya.[1]Penduduk asli suku Jawa di Jawa Timur yang menerapkan kebudayaan Jawa kemudian mengalami interaksi kebudayaan dengan penduduk pendatang dari suku Madura yang bermigrasi ke daerah Jawa Timur. Interaksi ini membuat kebudayan Jawa dan kebudayaan Madura mengalami perpaduan pada daerah migrasi orang Madura di Jawa Timur.[2] Pada daerah-daerah yang menjadi pusat migrasi suku Madura di Jawa Timur, unsur-unsur kebudayaan Jawa mengalami perubahan dan kebudayaan Madura menjadi kebudayaan yang utama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.[1]
Karakteristik
Karakteristik kebudayaan di wilayah Provinsi Jawa Timur bersifat plural dan beragam. Nama 'Jawa Timur' pada nama Provinsi Jawa Timur tidak mewakili suatu kebudayaan yang tunggal karena kebudayaan Jawa bukan satu-satunya kebudayaan yang diterapkan dalam kehidupan masyarakatnya. Di Provinsi Jawa Timur terdapat kebudayaan yang beragam dan menjadi keunikan bagi kebudayaan di Provinsi Jawa Timur dibandingkan dengan kebudayaan di Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah.[3]
Kebudayaan dominan
Di Provinsi Jawa Timur terdapat 9 kebudayaan yang berbeda, yaitu kebudayaan Mataraman
/ Panaragan, Arek, Samin, Tengger, Osing, Pandalungan, Madura Pulau, Bawean, dan Kangean.[4] Kebudayaan yang dominan di Provinsi Jawa Timur ialah kebudayaan Mataraman, kebudayaan Arek dan kebudayaan Pandalungan.[4]
Kebudayaan Mataraman terkesan sangat berbeda dengan dua kebudayaan dominan lain di Provinsi Jawa Timur, yaitu kebudayaan Arek dan kebudayaan Pandalungan.[4] Kawasan kebudayaan Mataraman mencakup daerah pada bagian barat dan bagian selatan Provinsi Jawa Timur.[10] Masyarakat dalam kebudayaan Mataraman menggunakan bahasa Jawa dan menganut nilai-nilai kejawaan yang mirip dengan masyarakat dalam kebudayaan Yogyakarta dan kebudayaan Surakarta akan tetapi lebih egaliter.[11]
Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah (1983). Geografi Budaya Daerah Jawa Timur. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)