Insiden dimulai sekitar pukul 13.40 WIB di area depan bangunan mal. Api pertama kali terlihat membakar bagian kanopi dan papan reklame pada fasad mal.[3] Kepulan asap hitam pekat sempat menutupi sebagian area gedung, yang memicu kepanikan pengunjung dan karyawan yang kemudian berhamburan keluar.[4]
Di dalam area bioskop, pemutaran film dilaporkan terhenti secara mendadak dan petugas segera mengevakuasi penonton keluar dari studio.[5] Di luar gedung, kerumunan warga dan pengendara yang berhenti untuk mendokumentasikan kejadian sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Penanganan
Petugas keamanan mal merespons kejadian dengan segera menggunakan sistem hidran gedung untuk melokalisasi api sebelum bantuan eksternal tiba. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengerahkan dua unit armada pemadam yang tiba di lokasi pada pukul 13.52 WIB.[6] Operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 14.22 WIB.[7]
Penyebab dan dampak
Menurut keterangan Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi, dan pihak Disdamkarmat Bekasi, api dipicu oleh percikan dari aktivitas pengelasan signage (papan nama) salah satu penyewa (tenant) di bagian fasad.[8] Percikan tersebut jatuh mengenai material yang mudah terbakar di bawahnya. Harun juga mencatat bahwa pekerjaan berisiko tinggi tersebut dilakukan tanpa ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang memadai di lokasi kerja.[9]
Kerusakan
Fasad Gedung: Kerusakan fisik utama terjadi pada material Aluminium Composite Panel (ACP) di bagian depan bangunan dengan luas area terbakar sekitar 48 m2 (8×6 meter).
Operasional: Meskipun area depan tampak hangus, sistem proteksi kebakaran gedung berhasil mencegah api merambat ke bagian dalam atau area publik vital. Setelah proses pembersihan sisa-sisa air dan serbuk pemadam, mal kembali beroperasi normal pada hari yang sama.
Diler Jaecoo: Unit ruang pamer Jaecoo Indonesia yang berada di dekat titik api tetap aman, meskipun operasionalnya sempat dihentikan sementara untuk proses investigasi.
Evaluasi
Pihak manajemen Mal Ciputra Cibubur menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur izin kerja panas (hot work permit) dan pengawasan terhadap vendor atau kontraktor guna mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.[10]