Damkar Katingan, Damkar Palangka Raya, BPK Swasta, Dinas Kehutanan Kalteng
Peristiwa ini sempat mendapatkan perhatian internasional melalui media sosial bencana global.
Kebakaran Pasar Kasongan 2026 adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kawasan kompleks Pasar Kasongan, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Minggu malam, 25 Januari 2026.[1] Kebakaran ini menghanguskan sedikitnya 15–17 bangunan, termasuk rumah warga, kios, ruko, serta dua bangunan sekolah, dan berdampak pada sedikitnya 374 jiwa.[2][3]
Latar belakang
Kawasan Pasar Kasongan merupakan area perdagangan tradisional yang berdampingan langsung dengan permukiman padat penduduk.[4] Mayoritas bangunan di kawasan tersebut terbuat dari material kayu dan semi permanen, dengan jarak antarbangunan yang relatif rapat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyebaran api apabila terjadi kebakaran.[5]
Kronologi
Kebakaran pertama kali diketahui terjadi pada Minggu, 25 Januari 2026, sekitar pukul 21.00–22.21 WIB. Api dilaporkan berasal dari bagian belakang salah satu warung di Jalan Bungai RT 007 RW 004, Kelurahan Kasongan Lama.[6] Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar ke bangunan di sekitarnya akibat kondisi angin yang cukup kencang, banyaknya material mudah terbakar, serta padatnya bangunan di area tersebut.[7]
Proses pemadaman berlangsung selama sekitar tujuh jam dan baru dapat dikendalikan sepenuhnya pada Senin dini hari, 26 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB.[8] Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan lanjutan untuk mencegah munculnya titik api baru.[9] Pada Senin malam, 26 Januari 2026, sempat dilaporkan muncul kembali titik api kecil yang berasal dari sisa material kebakaran, sehingga petugas kembali melakukan pendinginan tambahan.[10]
Upaya pemadaman
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi dan relawan.[11] Pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Katingan, dibantu oleh tim pemadam kebakaran dari Kota Palangka Raya, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kabupaten Katingan, serta sejumlah relawan dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) swasta.[12]
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan armada air dengan kapasitas hingga 5.000 liter serta peralatan pemadam portabel. Fokus utama pemadaman adalah melokalisir api agar tidak merambat ke permukiman yang lebih luas.[13]
Dampak dan kerusakan
Kebakaran Pasar Kasongan pasca sebulan kejadian.
Kebakaran tersebut mengakibatkan sedikitnya 15–17 bangunan hangus terbakar.[14] Bangunan yang terdampak meliputi rumah warga, kios, ruko, serta dua fasilitas pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Al Badar Kasongan dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Badar Kasongan.[15]
Sebanyak 374 jiwa terdampak akibat kebakaran ini. Gangguan juga terjadi pada kegiatan belajar mengajar, dengan total 301 siswa dari kedua sekolah tersebut terdampak dan harus dipindahkan sementara ke lokasi pembelajaran alternatif.[16] Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, namun kerugian material dilaporkan cukup besar.[17]
Penanganan pascakebakaran
BPBD Kabupaten Katingan mendirikan tenda darurat dan posko bantuan bagi warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Katingan melakukan pendataan korban serta menyalurkan bantuan logistik awal.[18] Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga atau kerabat.[19]
Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, pemerintah daerah bersama pihak sekolah dan yayasan pendidikan setempat menyiapkan lokasi sementara untuk proses belajar mengajar, termasuk penggunaan sekolah lain dan fasilitas umum di sekitar Kasongan.[20]
Penyebab dan penyelidikan
Berdasarkan keterangan sementara dari BPBD Kabupaten Katingan dan aparat pemadam kebakaran, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik dari salah satu bangunan di area pasar.[21][22] Untuk memastikan penyebab pasti, Polres Katingan memasang garis polisi di lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan lanjutan.[23][24]
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dari Banjarmasin dikerahkan untuk memeriksa sejumlah barang bukti, termasuk sisa kabel listrik, meteran listrik, dan abu kebakaran, guna menentukan titik awal serta penyebab pasti kebakaran.[25]
Perhatian internasional
Peristiwa kebakaran Pasar Kasongan juga mendapat perhatian dari media internasional.[26] Sebuah akun pemantau bencana global di media sosial X mengunggah dokumentasi kebakaran tersebut dan menyebutnya sebagai kebakaran besar yang melanda kawasan permukiman di Indonesia. Unggahan tersebut menarik perhatian luas dari warganet internasional.[27]