Kombuling cipta hangrasa jati - Kridhaning hangga hambangun praja (Jawa) Bersatunya angan-angan manusia dengan dilandasi rasa percaya kepada Tuhan memberi semangat untuk berbuat kebaikan - Tekad yang kuat untuk membangun daerah harus dilandasi dengan kerja keras (1650 Jawa, 1726 Masehi)[1]
Kabupaten ini mendapat julukan "Bumi Ki Ageng", karena di tempat ini diyakini merupakan tempat asal tokoh-tokoh terkenal menurut naskah babad (sejarah) Jawa, mulai dari Bondan Kajawan hingga Ki Ageng Pamanahan, ayah pendiri Kesultanan Mataram, yang kesemuanya bergelar Ki Ageng.[7]
Etimologi
Asal mula daerah itu disebut Grobogan menurut cerita tutur yang beredar di daerah Grobogan, suatu ketika pasukan kesultanan Demak di bawah pimpinan Sunan Ngundung dan Sunan Kudus menyerbu ke pusat kerajaanMajapahit. Dalam pertempuran tersebut pasukan Demak memperoleh kemenangan gemilang. Runtuhlah Kerajaan Majapahit. Ketika Sunan Ngundung memasuki istana, dia menemukan banyak pusaka Majapahit yang ditinggalkan. Benda-benda itu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sebuah grobog, kemudian dibawa sebagai barang boyongan ke Demak. Di dalam perjalanan kembali ke Demak, grobog tersebut tertinggal di suatu tempat karena sesuatu sebab, tempat itulah yang kemudian disebut Grobogan. Grobog juga adalah tempat menyimpan senjata/barang pusaka, wayang, perhiasan, dan sebagainya. Peristiwa tersebut sangat mengesankan hati Sunan Ngundung, sebagai kenangan, tempat tersebut di beri nama Grobogan, yaitu tempat grobog tertinggal.
Geografi
Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap, dan berbatasan langsung dengan 9 kabupaten lain. Letak astronomis wilayah antara 110° 15' BT – 111° 25' BT dan 7° LS–7°30’ LS, dengan jarak bentang dari utara ke selatan ± 37 km dan dari barat ke timur ± 83 km.[8]
Dua pegunungan tersebut merupakan hutan jati, mahoni dan campuran yang memiliki fungsi sebagai resapan air hujan disamping juga sebagai lahan pertanian meskipun dengan daya dukung tanah yang rendah.
Lembah yang membujur dari barat ke timur merupakan lahan pertanian yang produktif, yang sebagian telah didukung jaringan irigasi. Lembah ini selain dipadati oleh penduduk juga aliran banyak sungai, jalan raya dan jalan kereta api.
Budaya yang paling terkenal di Grobogan ini adalah senitayub, dengan pemainnya yang legendaris adalah Lasmi dari desa Kropak.
Topografi
Sebagian besar wilayah terletak pada permukaan yang relatif datar dengan kemiringan kurang dari 5%, daerah berbukit dan pegunungan terletak di bagian utara dan selatan, tepatnya di sekitar jalur pegunungan kendeng utara dan selatan. Secara umum kondisi topografi yang ada dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok:
Daerah dataran, berada pada ketinggian sampai dengan 50 mdpl, dengan kelerengan 0–8%
Daerah perbukitan, berada pada ketinggian antara 50 -100 mdpl, dengan kelerengan 8–15%
Daerah dataran tinggi, berada pada ketinggian antara 100–500 mdpl, dengan kelerengan >15%
Geologi dan Jenis Tanah
Berdasarkan bentang alam dan asosiasibatuan penyusunnya, terdapat 7 jenis batuan, yaitu paleosen fasies sedimen, paleosen fasies batu gamping, pleistosen fasies sedimen, miosen fasies batu gamping, dan aluminium. Dari jenis batuan tersebut yang sebarannya merata adalah batuan aluminium dan paleosen fasies sedimen.
Hasil pelapukan batuan dan sedimentasi menghasilkan jenis tanah yang ada saat ini, yaitu aluvial dengan bahan induknya endapan liat dan pasir; AsosiasiLitosol, Mediteran kuning dan Rensina dengan bahan induknya batu kapur dan napal lunak; Komplek Regosol kelabu dan Grumosol kelabu tua dengan bahan induknya batu kapur dan napal; Grumosol dengan bahan induk endapan liat; Grumosol dengan bahan induk batu kapur dan napal; Asosiasi Grumosol tua coklat dengan bahan induk napal lunak; Asosiasi Mediteran merang kekuningan dan Mediteran coklat kekuningan dengan bahan induk batu liat lunak; Komplek Mediteran coklat kemerahan dan Litosol dengan bahan induk batu kapur dan napal. Dari jenis tersebut, aluvial kelabu dan aluvial coklat keabuan mempunyai sebaran yang hampir merata pada seluruh wilayah.
Batas Wilayah
Berikut merupakan batas wilayah Kabupaten Grobogan:[9]
Wilayah Kabupaten Grobogan beriklim tropis basah dan kering (Am) dengan dua pola musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan di wilayah ini berlangsung pada periode November hingga April dengan puncak musim hujan biasa terjadi antara bulan Desember hingga Februari. Sementara itu, musim kemarau berlangsung pada periode Mei hingga Oktober. Oleh karena wilayahnya yang berupa lembah dari dua pegunungan, wilayah kabupaten ini memiliki suhu udara pada rentang 23°–33 °C dengan rerata kelembapan relatif berkisar antara 60% hingga 90%.
Kabupaten Grobogan terdiri dari 19 kecamatan, 7 kelurahan, dan 273 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.448.535 jiwa dengan luas wilayah 2.013,86 km² dan sebaran penduduk 719 jiwa/km².[15][16]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Grobogan, adalah sebagai berikut:
Angkutan kereta api juga melintasi wilayah kabupaten ini, khususnya kawasan selatan Purwodadi. Terdapat dua jalur kereta api di lintas utara Jawa, yakni: