Sunan Kudus Nama lahirnya adalah Sayyid Ja'far Shodiq bin Syekh Sabil Sunan Ngudung Demak; Merupakan ulama sekaligus panglima perang Kesultanan Demak yang termasuk dalam anggota dewan Wali Songo.
Berdasarkan Serat Panengen diketahui bahwa Sunan Kudus adalah Putra dari Nyai Ageng Manyuran yang menikah dengan Sunan Ngudung bin Khalifah Husain. Sedangkan, dalam Serat Walisana diketahui bahwa nama asli Sunan Ngudung bin Khalifah Husain adalah Syarif Sabil.
Kehidupan
Ja'far as-Shadiq ialah putra Utsman Haji (bergelar Sunan Ngudung), petinggi Kesultanan Demak di bidang kemiliteran dan keagamaan. Jabatan ini kemudian diteruskan kepada Ja'far pada era Sultan Trenggana (1521-1546).
Setelah Trenggana, tampuk kepemimpinan beralih ke Sunan Prawoto (1546-1547), dan lalu Arya Penangsang (1547-1554). Ja'far menyelesaikan pembangunan Masjid Menara Kudus pada 1549 dalam rangka menyebarkan Islam di daerah baru. Pada saat itu, daerah itu diduga disebut sebagai "Tajug", dengan penduduk pemeluk Hindu, Buddha, dan keyakinan lokal Kapitayan.[1]
... telah mendirikan Masjid Al-Aqsa dan Negeri Kudus (Al-Quds), khalifah zaman ini, ulama keturunan Muhammad.. Ja'far as-Shadiq, pada 956 Hijriah
— terjemahan bahasa Indonesia dari inskripsi berbahasa Arab di atas mihrab Masjid Menara Kudus[1]
Setelah kepemimpinan Arya Penangsang, pengaruh Kesultan Demak mulai meredup oleh keberadaaan Kesultanan Pajang.
Peninggalan
Masjid Menara Kudus
Pada tahun 1530, Sunan Kudus mendirikan sebuah mesjid di desa Kerjasan, Kota Kudus, yang kini terkenal dengan nama Masjid Agung Kudus dan masih bertahan hingga sekarang. Sekarang Masjid Agung Kudus berada di alun-alun kota Kudus Jawa Tengah.
Peninggalan lain dari Sunan Kudus adalah permintaannya kepada masyarakat untuk tidak memotong hewan kurban sapi dalam perayaan Idul Adha untuk menghormati masyarakat penganut agama Hindu dengan mengganti kurban sapi dengan memotong kurban kerbau, pesan untuk memotong kurban kerbau ini masih banyak ditaati oleh masyarakat Kudus hingga saat ini.
Kematian
Pada tahun 1550, Sunan Kudus meninggal dunia saat menjadi Imam sholat Subuh di Masjid Menara Kudus, dalam posisi sujud. kemudian dimakamkan di lingkungan Masjid Menara Kudus.