Juul Labs, Inc. |
 Rokok eletronik Juul |
Jenis perusahaan | Perusahaan swasta |
|---|
| Pendahulu | Pax Labs |
|---|
| Didirikan | Mei 22, 2015; 11 tahun lalu (2015-05-22) |
|---|
| Pendiri | Pax Labs |
|---|
| Kantor pusat | , |
|---|
Wilayah operasi | Amerika Serikat[2] Kanada[3] Rusia Korea Selatan |
|---|
Tokoh kunci | Kevin Burns (CEO)[1] |
|---|
| Produk | Rokok elektronik |
|---|
| Pendapatan | $2 miliar (2018)[4] |
|---|
| Pemilik | Pax Labs (2015–2017) Perorangan (65%) (2017–sekarang) Altria (35%) (2018–sekarang) |
|---|
Karyawan | 1,500 (2018)[5] |
|---|
| Situs web | www.juul.com |
|---|
 |
Juul Labs, Inc. ( ditulis dengan JUUL Labs) adalah perusahaan rokok elektronik yang bermula dari Pax Labs pada tahun 2017.[6] Perusahaan ini membuat rokok elektronik, yang membungkus mineral nikotin dari daun tembakau ke dalam wadah sekali pakai.[7]
Juul menjadi rokok elektronik paling populer di Amerika Serikat pada akhir tahun 2017 dan per September 2018 menguasai 72% pasar rokok elektronik Amerika Serikat.[8][9][10] Di Amerika, penggunaan Juul oleh golongan anak muda telah memunculkan kekhawatiran publik, dan mencetuskan beberapa investigasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.[1]
Israel melarang rokok Juul pada Agustus 2018 karena masalah kesehatan.[11] Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang juga Menteri Kesehatan pada saat itu,[12] membuat larangan Juul karena kandungan nikotinnya tiga kali lebih besar dari yang diatur Israel.[11][12]
Pada Juli 2018, Juul mengumumkan bahwa akan masuk ke pasar Inggris.[13] Pada Agustus 2018, Juul merilisi produknya di Kanada, dimulai dari toko online, dan kemudian diikuti dengan penjualan di toko, pom bensin, dan minimarket pada September 2018.[3]
Juul diluncurkan di Rusia pada akhir 2018,[14] dan di Korea Selatan pada Mei 2019.[15]
Pada Januari 2019, Juul mengumumkan rencana untuk menjual di India.[16] Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India kemudian menyerukan untuk melarang Juul, karena dikhawatirkan menggagalkan program anti-rokok di India.[17]
Di Indonesia, lisensi distribusi Juul dimiliki oleh Erajaya Swasembada, dan direncanakan akan diumumkan pada akhir 2019.[18]