Erajaya Swasembada (PT Erajaya Swasembada Tbk., BEI: ERAA) adalah perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik yang berhubungan dengan telekomunikasi seperti handset, kartu SIM, kartu voucher prabayar, aksesori, komputer, dan segala jenis gadget elektronik.[1][2] Presiden Direktur ERAA terakhir hingga pada tahun 2015 adalah Alvi Muhammad. Berkat kepemilikannya mengenai empat anak perusahaannya Erafone Artha Retailindo, Sinar Eka Selaras, Era Sukses Abadi, dan Teletama Artha Mandiri (TAM), ERAA disebut juga Erajaya Group.[1] Pemegang saham utama perusahaan ini adalah Eralink International dengan besaran 59,97%.[1][2] Perjalanan usaha
Perusahaan ini dibangun pada 8 Oktober 1996.[3] Selanjutnya pada 2011, perusahaan ini mengakuisisi Teletama Artha Mandiri (TAM).[3] Berkat kerja sama ini, pada akhir tahun 2012 ERAA memperoleh memperoleh profit sebesar 300%.[3] Pada akhir tahun 2011, perusahaan ini mengubah statusnya menjadi perusahaan terbuka. Pada tahun ini pula Erajaya Group membangun delapan outlet dengan nama Erafone Megastore.[3]
Pada Agustus 2012, melalui anak perusahaanya, PT Data Citra Mandiri (DCM) mengakuisisi iBox yang merupakan perusahaan ritel untuk produk Apple di Indonesia.[4] Pada tahun ini pula Erajaya meluncurkan situs e-commerce bernama erafone.com. Jumlah saham penjualan pada 2012 adalah 32%.[3]
Pada Juni 2013, Erajaya Group mengoperasikan 88 pusat distribusi dan 423 pusat ritel yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia, serta membangun kemitraan dengan sekitar 18.000 penjual pihak ketiga.[3] Perusahaan ini menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi, seperti Acer, Apple, Asus, BlackBerry, Dell, HTC, Huawei, Lenovo, LG, Motorola, Nokia, Samsung, dan Sony.[3] Selain itu, Erajaya Group juga bekerja sama dengan beberapa operator telekomunikasi di Indonesia, antara lain Axis, Esia, Indosat, Telkomsel, dan XL Axiata, dalam mendistribusikan produk-produk mereka.[3]
Pada 15 November 2014, Erajaya Group, melalui anak usahanya Erajaya Swasembada PT Teletama Artha Mandiri (TAM), ditunjuk sebagai distributor dan importir resmi telepon seluler merek Xiaomi asal Tiongkok di Indonesia.[5]
Saham
Pada akhir tahun 2011, Erajaya mengubah perusahaan menjadi terbuka dengan melayangkan saham sebesar 31,7% di Bursa Efek Indonesia.[1] Sembilan bulan kemudian, pada September 2012, PT Eralink International selaku pemain utama saham Erajayaa, menjual 8,3% saham tambahan.[1] Hingga akhirnya pada tahun 2012, jumlah presentase saham yang terjual ke publik berjumlah 40,03%.[1]