Altria Group, Inc. (sebelumnya bernama Philip Morris Companies, Inc. hingga tahun 2003) adalah sebuah perusahaan asal Amerika yang merupakan salah satu produsen tembakau dan rokok terbesar di dunia. Perusahaan ini juga memproduksi sejumlah produk kesehatan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh tembakau. Perusahaan ini beroperasi di seluruh dunia dan berkantor pusat di Henrico County, Virginia, di dekat Richmond.
Altria berasal dari Philip Morris USA. Proses "rebranding" Philip Morris Companies menjadi Altria dimulai pada tahun 2003 (Philip Morris kemudian dibagi, dengan Philip Morris USA tetap menjadi aset utama dari Altria). Altria sengaja dibentuk karena Philip Morris ingin menunjukkan bahwa portofolio bisnisnya tidak hanya meliputi Philip Morris USA dan Philip Morris International. Pada saat itu, Philip Morris juga memegang 84% saham Kraft Foods.[3][4] Nama "Altria" diklaim berasal dari kata dalam bahasa Latin untuk "tinggi" dan merupakan bagian dari tren untuk mengubah nama perusahaan ke nama yang sebelumnya belum pernah ada, seperti Accenture (sebelumnya Andersen Consulting) dan Verizon,[5] walaupun ahli bahasa Steven Pinker menyatakan bahwa nama Altria merupakan "contoh yang sangat buruk" dari fonestesia, dengan perusahaan ini berupaya untuk "mengubah citranya dari orang jahat yang menjual karsinogen adiktif menjadi tempat yang ditandai dengan altruisme dan nilai-nilai luhur lainnya".[6]
Konsultan rebranding dari perusahaan ini, Wirthlin Group, menyatakan: "Alternatif perubahan nama menawarkan kemungkinan untuk menutupi sisi negatif yang terasosiasi dengan bisnis tembakau", sehingga memungkinkan perusahaan ini untuk meningkatkan citra dan profilnya tanpa mengorbankan laba dari tembakau.[7] Pimpinan Philip Morris berpikir bahwa perubahan nama akan melindungi perusahaannya dari tekanan politik terhadap tembakau.[7]
Rebranding dilakukan di tengah situasi sosial, hukum, dan keuangan yang penuh masalah.[meragukan][8] Pada tahun 2003, Altria menempati peringkat ke-11 dalam majalah Fortune, dan sejak saat itu, peringkatnya terus menurun. Pada tahun 2010, Altria Group menempati peringkat ke-137, sementara bekas asetnya, Philip Morris International, menempati peringkat ke-94.[9]
Pada tahun 2006, sebuah pengadilan di Amerika Serikat menemukan bahwa Philip Morris "secara terbuka ... menyangkal temuan ilmiah yang mengaitkan merokok dengan penyakit, walaupun tahu bahwa pernyataan mereka salah."[10] Pada sebuah putusan tahun 2006, sebuah pengadilan federal menyatakan bahwa Altria, bersama R. J. Reynolds, Lorillard, dan Philip Morris terbukti bersalah telah menyesatkan masyarakat mengenai bahaya merokok.[11] Dalam putusan tersebut, dicatat bahwa "para terdakwa mengubah bentuk kimia dari nikotin yang terkandung dalam asap rokok untuk meningkatkan efisiensi transfer nikotin dan mempercepat penyerapan nikotin oleh perokok."[12] Perubahan tersebut dilakukan dengan memanipulasi pH asap rokok dengan amonia. Menambahkan amonia meningkatkan pH asap rokok, dalam sebuah proses yang disebut sebagai "freebasing", yang menyebabkan perokok untuk "terpapar dosis nikotin internal yang lebih tinggi dan menjadi makin kecanduan terhadap rokok."[13]
Pada tanggal 30 Maret 2007, Altria membagikan 88,1% saham Kraft Foods kepada para pemegang sahamnya. Pada tahun yang sama, Altria mulai menjual semua saham Philip Morris International ke pemegang sahamnya, dan akhirnya terjual seluruhnya pada tanggal 28 Maret 2008. Pada tahun 2007 juga, perusahaan ini mulai mengakuisisi produsen rokok John Middleton Co. dari Bradford Holdings, yang akhirnya dapat diselesaikan pada tahun 2008. Setelah dipisah, Philip Morris International berhenti membeli tembakau dari Amerika, sehingga mengarah pada penutupan pabriknya yang baru direnovasi di North Carolina, sehingga mengurangi sekitar 50% produksinya.[14]
Pada tahun 2008, Altria resmi memindahkan kantor pusatnya dari New York City ke Richmond, Virginia, setelah Philip Morris menjual kantornya di New York City pada tahun 1998. Sebelum pindah, semua pegawainya di divisi manufaktur, komersial, dan eksekutif telah lama berkantor di sekitar Richmond. Perusahaan ini kini berkantor pusat di Henrico County, sekitar lima mil (8,0Â km) di barat Richmond.
Selain kantor pusat Philip Morris/Altria, sejumlah bangunan lain meliputi Pusat Riset dan Teknologi Altria di pusat kota Richmond, pusat manufaktur di South Richmond, dan pusat operasi yang mulai ditutup pada tahun 2007–2008, sebagai respon terhadap hilangnya permintaan dari Philip Morris International. Pengurangan pegawai pun dimulai pada tahun 2007 terhadap ribuan pegawai Altria, Altria Client Services, Philip Morris USA, serta pegawai kontrak di Richmond dan North Carolina.
Pada tanggal 8 Desember 2018, Altria mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi 45% saham Cronos Group dengan harga $1,8 miliar.[16]
Pada tanggal 20 Desember 2018, Altria menyelesaikan akuisisi terhadap 35% saham JUUL Labs, sebuah perusahaan rokok elektronik asal San Francisco, California, dengan harga $12,8 miliar.[17] Pada tanggal 3 November 2019, diberitakan bahwa Altria mengurangi nilai saham Juul yang mereka pegang sebesar $4,5 miliar.[18] Pada tanggal 28 Juli 2022, diberitakan bahwa investasi Altria di Juul kini hanya bernilai 5% dari total investasi awal sebesar $12,8 miliar. Walaupun begitu, Altria mengumumkan bahwa mereka akan tetap mendukung Juul dan menghindari berinvestasi pada perusahaan serupa.[19]
Pada tanggal 27 Oktober 2022, Altria dan Japan Tobacco mengumumkan sebuah joint venture bernama Horizon Innovations LLC untuk menjual stik tembakau dipanaskanPloom di Amerika Serikat. Persetujuan FDA diharapkan dapat diperoleh pada tahun 2025 dan Ploom dapat mulai dijual pada tahun 2027.[20]
Pada tanggal 1 Juni 2023, Altria menyelesaikan akuisisi terhadap NJOY Holdings, Inc.[21]
Keuangan
Altria dan pendahulunya adalah salah satu perusahaan publik dengan performa terbaik pada abad ke-20.[22]
Pada tahun fiskal 2020, Altria mencatatkan laba sebesar US$4,45 miliar, dengan pendapatan sebesar US$26,15 miliar. Saham Altria diperdagangkan pada harga lebih dari $66 per lembar saham, dan kapitalisasi pasar Altria mencapai lebih dari US$118,5 miliar pada bulan Oktober 2018.[23] Hingga tahun 2018, perusahaan ini menempati peringkat ke-154 dalam daftar Fortune 500.[24]
↑van Amsterdam, Jan; Sleijffers, Annemarie; van Spiegel, Paul; Blom, Roos; Witte, Maarten; van de Kassteele, Jan; Blokland, Marco; Steerenberg, Peter; Opperhuizen, Antoon (December 2011). "Effect of ammonia in cigarette tobacco on nicotine absorption in human smokers". Food and Chemical Toxicology. 49 (12): 3025–3030. doi:10.1016/j.fct.2011.09.037. ISSN 1873-6351. PMID 22001171.