Jansenisme adalah sebuah teologi dan pergerakan yang muncul pada masanya untuk menyerang pokok-pokok teologi etika para Yesuit.[1][2][3]Kaum Jansenis menyalahkan para Yesuit karena ajaran mereka yang penuh optimisme tentang manusia dan juga menentang Yesuit yang memberikan absolusi kepada orang-orang yang mengaku dosa.[1][3][4]
Jansen adalah seorang direktur sekaligus profesor eksegese dan juga merupakan rektor Seminari Saint Pulcherie di Louvain.[1][3] Ia meninggal karena penyakit pes pada tahun 1638 saat sedang bertugas sebagai Uskup Ypres, Belgia.[3] Setalah Jansen meninggal, sejumlah materi perkuliahan yang diajarkannya diterbitkan.[1][3]
Kontroversi-kontroversi
Hasil studi melalui tulisan-tulisan Jansen tentang Santo Agustinus banyak menyedot perhatian orang.[3] Karyanya yang berjudul Augustinus tersebut terdiri dari tiga bagian dan diterbitkan pada tahun 1640.[1][3] Dalam karyanya itu, Jansen menyajikan analisis yang saksama tentang pemikiran-pemikiran Agustinus mengenai doktrinpre-determinasi dan kedosaan manusia, dan rahmat keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.[3] Hal inilah yang menyebabkan bukunya yang berjudul Augustinus ini dimasukkan dalam Indeks Buku-buku Terlarang oleh Paus Urbanus VIII pada tahun 1643.[1][3][5]
Selain itu, pada tahun 1653 dalam bullanya Cum Occasione, Paus Innocentius X mengutuk proposisi-proposisi yang berasal dari Jansen, khususnya yang berkaitan dengan doktrin pre-determinasi.[3][4][5] Pandangan Jansen mengenai pre-determinasi dianggap sebagai bidaah, termasuk tindakan Paus Klemens XI pada 1713 yang mengutuk karya-karya Jansenis.[3][5]
Ajaran
Kaum Jansenis memiliki prinsip yang teguh bahwa absolusi hanya diberikan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mampu membuktikan pertobatannya.[1][3] Mereka juga berpandangan bahwa komuni harus diterima dengan penuh khidmat dan hormat.[1][3] Jansenisme juga menganjurkan praktik-praktik kemiskian/kesederhanaan, matiraga dan askese yang kuat untuk memperoleh kesucian.
12345678H. Berkhof, H. Enklaar. Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.
↑Jan S. Aritonang. Berbagai Aliran di dalam dan di sekitar Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1995.
123456789101112131415Michael Collins & Matthew A. Price. Millenium The Story of Christianity: Menelusuri Jejak Kristianitas. Yogyakarta: Kanisius, 2006.
123Jean Comby with Diarmaid MacCulloch. How to Read Church History Vol. 2 From the Reformation to the present day. New York: Crossroad, 1989.
1234Williston Walker. A History of The Christian Church. New York: Charles Scribner's Sons, 1946.
Catherine Maire, De la cause de Dieu à la cause de la Nation. Le jansénisme au XVIIIe siècle, Paris, Gallimard, 1998.
René Taveneaux, Le Jansénisme en Lorraine, 1640-1789, J. Vrin, 1960.
René Taveneaux, Jansénisme et politique, A. Colin, 1965.
René Taveneaux, Jansénisme et prêt à intérêt, J. Vrin, 1977.
René Taveneaux, La Vie quotidienne des jansénistes aux xviie et xviiie siècles, Hachette, 1985.
Dale K. Van Kley, Les origines religieuses de la Révolution française 1560-1791, traduit de l'anglais par Alain Spiess, Paris, Éd. du Seuil, coll. «L'univers historique», 2002.
Léopold Willaert, Les origines du Jansénisme dans les Pays-Bas catholiques, Bruxelles, 1948.
Monique Cottret, "Aux origines du républicanisme janséniste: le mythe de l'Eglise primitive et le primitivisme des Lumières", R.H.M.C. Paris, 1983, pp.99–115.
Monique Cottret,"Voltaire au risque du jansénisme. Le Siècle de Louis XIV à l'épreuve du jansénisme", Voltaire et le Grand Siècle, sous la direction de Jean Dagen et Anna-Sophie Barrovecchio, Voltaire Foundation, Oxford, 2006, pp.387–397.
Jean-Louis Quantin, «Augustinisme, sexualité et direction de conscience: Port-Royal devant les tentations du duc de Luynes» in Revue d’histoire des religions, 2e trimestre 2003
Jansenism Resources:Diarsipkan 2007-05-02 di Wayback Machine. Primary texts and discussions relating to the theology and history of Jansenism: context of Augustine of Hippo, Jesuit Order, liturgy, universalism and Second Vatican Council This site is maintained by a very conservative movement that challenges much of what the modern Roman Catholic church teaches and appears to be sympathetic to some Jansenist ideas. A good way to understand Jansenism's continuing impact on religious thought.