Kantor-kantor patriarkat berlokasi di Kairo, tetapi konsentrasi terbesar umat Katolik Koptik sejak dulu terdapat di kawasan Mesir atas. Belakangan ini ada pula yang bermigrasi ke daerah-daerah lain di Mesir.
Sebagian besar calon imam Gereja ini menjalani pendidikan di Seminari Patriarkat, St. Leo, di luar kota Kairo. Lebih dari 100 paroki Katolik Koptik membuka sekolah-sekolah dasar, dan beberapa di antaranya juga membuka sekolah-sekolah lanjutan. Gereja ini memiliki sebuah rumah sakit, sejumlah klinik dan apotek, serta beberapa panti asuhan.
Umat Katolik Koptik memiliki beberapa ordo religius yang bentuknya mencontohi komunitas-komunitas monastik barat, berkarya di bidang pendidikan, medis, dan kegiatan-kegiatan amal.
Sejarah
Pada 1741, seorang uskup Koptik di Yerusalem, Amba Athanasius, menjadi Katolik. Paus Benediktus XIV menjadikannya Vikaris Apostolik bagi komunitas kecil (kira-kira 2.000 orang) umat yang mengikutinya menjadi Katolik. Walaupun akhirnya kembali menjadi anggota Gereja Ortodoks Koptik, Vikaris Apostolik Katolik itu terus berlanjut sepeninggal Amba Athanasius.
Pada 1824, Tahta Suci mendirikan Patriarkat bagi umat Katolik Koptik , tetapi hanya eksis di atas kertas. Para pejabat Ottoman mengizinkan umat Katolik Koptik untuk mulai membangun gedung-gedung Gereja sendiri pada 1829.
Pada 1895 Paus Leo XIII mendirikan kembali Patriarkat tersebut, dan pada 1899 dia menunjuk Uskup Kiril Makarios sebagai Patriark Kiril II “dari Aleksandria untuk Umat Koptik.” Sebagai Vikaris Patriarkat, Uskup Kiril memimpin sebuah sinode Koptik Katolik pada 1898 yang mengesahkan beberapa tata-cara Latin. Kiril mengundurkan diri pada 1908, dan jabatannya lowong sampai 1947, ketika seorang patriark baru akhirnya terpilih.
Ordo religius
Gereja Katolik Koptik tidak memiliki biara-biara yang khusus-Koptik. Gereja ini justru memiliki kelompok-kelompok religius semisal tiga komunitas untuk perempuan: Suster-suster Hati Kudus, Suster-Suster Koptik Yesus dan Maria (keduanya berpusat di Mesir), dan Suster-Suster Kecil Yesus (Provinsi Mesir). Terdapat pula sebuah komunitas biarawan Fransiskan.
Referensi
↑"Salinan arsip"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2016-04-13. Diakses tanggal 2009-08-04.