Hubungan Ekuador dengan Kosovo adalah hubungan luar negeri antara Ekuador dan Kosovo. Hubungan diplomatik formal antara kedua negara tidak ada karena Ekuador tidak mengakui Kosovo sebagai negara berdaulat.
Sejarah
Menanggapi permintaan dari Universitas Oxford mengenai analisis perkembangan terkait kemerdekaan Kosovo, pada bulan Agustus 2008 Kementerian Luar Negeri Ekuador menyatakan bahwa harus ada "kepatuhan tanpa batasan terhadap aturan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Hukum Internasional".[1]
Pada pertemuan bulan Januari 2009 dengan Menteri Luar Negeri Kosovo, Skënder Hyseni, Duta Besar Ekuador untuk Austria , MarÃa Elena Moreira, dilaporkan mengatakan bahwa pemerintah negaranya telah dengan saksama mengikuti perkembangan di Kosovo, dan dengan mempertimbangkan pengakuan Kosovo oleh negara-negara Eropa dan Amerika Latin, Ekuador akan mempertimbangkan dengan serius permintaan pengakuan Kosovo sebagai negara merdeka dan berdaulat.[2] Pada pertemuan tanggal 25 Maret 2009 dengan Hyseni, Duta Besar Ekuador untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Diego Morejón-Pazmino, dilaporkan mengatakan bahwa Ekuador telah dengan saksama mengikuti perkembangan di Kosovo, dan menekankan pentingnya membangun lembaga-lembaga demokrasi dan masyarakat dengan hak-hak yang dijamin untuk semua komunitas. Morejón-Pazmino juga mengatakan bahwa Ekuador akan dengan saksama memeriksa perkembangan sebelum mengambil keputusan apakah akan mengakui Kosovo.[3]