2 Februari Pemerintah Indonesia mengevakuasi 243 warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok. Mereka kemudian ditempatkan di Kepulauan Natuna untuk dikarantina. Semua warga negara Indonesia tersebut dinyatakan negatif terjangkit virus.[1]
7 Februari Marc Lipsitch dari Universitas Harvard mengatakan bahwa COVID-19 mungkin saja telah tersebar di Indonesia namun tak terdeteksi. Argumentasinya didasarkan pada penelitian jumlah rata-rata penumpang pesawat dari Wuhan ke seluruh dunia.[2]
11 Februari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto membantah pernyataan Marc Lipsitch, mengatakan bahwa Indonesia telah menjalankan prosedur yang sesuai dengan anjuran WHO. Terawan menyebut pernyataan Marc Lipsitch menghina.
24 Februari Sembilan orang Indonesia yang berada di kapal Diamond Princess dinyatakan positif terkena virus dan dipindahkan ke fasilitas perawatan di Jepang. Pemerintah Indonesia memulangkan dan kemudian mengarantina 68 awak yang tersisa, ditambah 188 orang dari kapal World Dream, ke Pulau Sebaru Kecil yang tidak berpenghuni di Kepulauan Seribu di lepas pantai Jakarta.[3]
6 Maret Pemerintah mengumumkan tambahan dua kasus positif, sehingga totalnya adalah empat kasus. Nama kasus ketiga adalah Ratri Anindyajati.[5]
7 Maret Salah satu kru yang dievakuasi dari kapal Diamond Princess dan ditempatkan di Pulau Sebaru diduga terjangkit koronavirus. Ia kemudian dipindahkan ke unit isolasi di RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.[6]
8 Maret
Seorang wanita berusia 50 tahun dari Jakarta dites positif COVID-19 di Melbourne, Australia. Ia terbang dari Jakarta ke Perth pada 27 Februari dan mulai menunjukkan gejala dua hari setelahnya. Pada 4 Maret, ia berkonsultasi kepada dokter umum di Melbourne pada 2 Maret.[7] Wanita ini diduga tertular di Indonesia.
Pemerintah mengumumkan dua kasus yang dikonfirmasi sehingga totalnya adalah enam kasus. Satu pasien terinfeksi dari kontak erat dengan kasus 1, pasien lainnya adalah anggota kru Diamond Princess.[8]
9 Maret Pemerintah mengonfirmasi 13 kasus baru sehingga keseluruhan kasus berjumlah 19. Dua orang di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengungkapkan lokasi deteksi pasien dan rumah sakit tempat mereka dirawat.[9]
10 Maret
Dua pasien yang sebelumnya dikonfirmasi positif (kasus 6 dan kasus 14) telah dinyatakan negatif terhadap virus. Keduanya akan keluar dari rumah sakit jika pengujian selanjutnya masih menunjukkan bahwa mereka negatif terhadap virus.[10]
Pemerintah mengonfirmasi delapan kasus baru infeksi COVID-19, dua di antaranya adalah WNA. Total kasus yaitu 27.[11]
11 Maret
Pemerintah mengonfirmasi tujuh kasus baru infeksi COVID-19, semuanya merupakan kasus impor. Total kasus yaitu 34.[12]
Kasus 25 meninggal karena komplikasi. Korban adalah warga negara Britania Raya dan meninggal di RSUP Sanglah, Denpasar.[13][14]
Seorang suspek COVID-19 meninggal di RSUD Moewardi, Surakarta. Uji laboratorium menunjukkan hasil positif pada 13 Maret, ia pun dinyatakan sebagai kasus 50.[15]
Empat pasien dinyatakan negatif COVID-19: Dua pasien (kasus 6 dan kasus 14) yang dirawat di RSUP Persahabatan, serta dua pasien (kasus 3 dan kasus 10) yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso.[16][17]
12 Maret Kasus 36 meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso.[18][19]
13 Maret
Pemerintah mengonfirmasi 35 kasus baru infeksi COVID-19, belum ada rincian dari kasus terbaru tersebut. Total kasus yaitu 69.[20]
Pemerintah Indonesia mengumumkan tambahan 21 kasus COVID-19, sehingga total kasusnya adalah 117; sebanyak 19 kasus berada di Jakarta dan 2 orang di Jawa Tengah.[30]
238 WNI yang dikarantina di Natuna dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing.[31]
16 Maret Indonesia mengonfirmasi 17 kasus baru sehingga total kasusnya adalah 134; sebanyak 14 kasus berada di Jakarta dan tiga kasus lainnya masing-masing di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.[32]
17 Maret
Pemerintah mengumumkan tambahan 38 kasus positif, sehingga totalnya adalah 172.[33] Sebanyak 12 kasus dikonfirmasi pada tanggal 15 Maret; Badan Litbang Kesehatan kemudian mengonfirmasi 20 kasus dan Universitas Airlangga sebanyak 6 kasus, sehingga total 38 kasus tambahan diumumkan secara resmi pada 17 Maret.[33]
18 Maret Pemerintah mengumumkan 55 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 227 kasus. Sebanyak 19 pasien meninggal dan 11 pasien dinyatakan sembuh.[35]
19 Maret
Pemerintah mengumumkan 82 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 309 kasus. Sebanyak 25 pasien meninggal dan 15 pasien dinyatakan sembuh.[36]
Pertemuan Itjima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan yang dihadiri peserta dari berbagai negara resmi dibubarkan. Kepolisian tidak memberikan izin acara ini terkait merebaknya Virus COVID-19. Acara serupa di Malaysia sebelumnya telah mengabakibatkan ratusan orang positif koronavirus.
20 Maret
Wali kota Bogor, Bima Arya positif terpapar COVID-19 setelah perjalanan dinas ke negara Azerbaijan dan Turki selama 8 hari. Pernyataan tersebut dikemukakan setelah menerima hasil positif COVID-19 dari serangkaian tes di Rumah Sakit Senior Bogor. Wakil wali kota Bogor, Dedie A. Rachim ditunjuk untuk menggantikan posisinya dalam pemerintahan daerah Kota Bogor.[37]
Pemerintah mengumumkan 60 tambahan kasus sehingga totalnya adalah 369 kasus. Sebanyak 32 pasien meninggal dan 17 pasien dinyatakan sembuh.
Presiden Jokowi mengumumkan telah memesan 2 juta obat avigan (favipravir) dan 3 juta klorokuin yang akan diresepkan oleh dokter pada pasien positif COVID-19. Meski Presiden Jokowi mengakui belum ada antivirus yang bisa menyembuhkan COVID-19, obat ini diklaim sudah berhasil menyembuhkan pasien positif koronavirus di sejumlah negara.[38]
21 Maret
Pemerintah mengumumkan akan menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat COVID-19.
22 Maret
Pemerintah mengumumkan pasien positif COVID-19 bertambah 64 sehingga menjadi 514 orang. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 9 menjadi 29 orang sedangkan total pasien meninggal bertambah 10 orang. Total pasien meninggal menjadi 48 orang.
23 Maret
Presiden Jokowi mengumumkan akan memberi insentif bulanan kepada petugas medis yang menangani pasien COVID-19. Adapun besarannya adalah Rp15 juta untuk dokter spesialis, Rp10 juta untuk dokter umum dan dokter gigi, Rp7,5 juta untuk bidan dan perawat, serta Rp5 juta untuk tenaga medis lainnya.[39]
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengumumkan 6 dokter yang menangani pasien COVID-19 meninggal dunia. Lima di antaranya diduga karena terjangkit virus tersebut sementara satu lainnya akibat serangan jantung.[41]
Wakil Wali kota Bandung, Yana Mulyana dinyatakan positif Covid-19. Beberapa hari sebelumnya telah merasakan demam dan mengisolasi diri selama sebelas hari.[42]
Jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 579 orang, sementara pasien sembuh 30 orang dan meninggal sebanyak 49 orang.
24 Maret
Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM Iwan Dwiprahasto meninggal dunia pada pukul 00.04 WIB karena positif menderita Covid-19 sebagai pasien Kasus 2 DIY dalam usia 58 tahun.[43]
Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana Positif Covid-19. Beberapa hari sebelumnya, ia pernah tiba-tiba turun dari podium saat berpidato karena sesak napas.[44]
Presiden Jokowi memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional tahun 2020 sebagai bagian dari upaya pencegahan COVID-19.[45]
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 106 menjadi 685 kasus. Jumlah korban sembuh tidak bertambah dari hari sebelumnya sementara pasien meninggal bertambah 6 orang menjadi 55 orang.[46][47]
25 Maret
Wakil Ketua Ombudsman RI, Lely Pelitasari dan salah satu anggota positif COVID-19.[48]
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 105 menjadi 790 kasus.[47]
26 Maret
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 103 kasus menjadi 893 kasus.[49] Peneliti memperkirakan bahwa ada lebih banyak kasus.[50]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah ada 50 tenaga medis di Jakarta yang positif COVID-19, dua di antaranya meninggal dunia.[51]
27 Maret
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 153 kasus menjadi 1.046 kasus.[52]
28 Maret
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 109 kasus menjadi 1.155 kasus.[53]
29 Maret
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 130 kasus menjadi 1.285 kasus.[54]
30 Maret
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 129 kasus menjadi 1.414 kasus.[55]
31 Maret
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 114 kasus menjadi 1.528 kasus.[56]
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, dinyatakan negatif Covid-19 pada tanggal 31 Maret 2020. Meski kini sudah negatif, Sumadi harus menjalani pemulihan dan ia pun mengonfirmasi akan bekerja lagi mulai 5 Mei.[57][58]
April
1 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 149 kasus menjadi 1.677 kasus.[59]
2 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 113 kasus menjadi 1.790 kasus.[60]
3 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 196 kasus menjadi 1.986 kasus.[61]
4 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 106 kasus menjadi 2.092 kasus.[62]
5 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 181 kasus menjadi 2.273 kasus.[63]
6 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 218 kasus menjadi 2.491 kasus.[64]
7 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 247 kasus menjadi 2.738 kasus.[65]
8 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 218 kasus menjadi 2.956 kasus.[66]
9 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 337 kasus menjadi 3.293 kasus.[67]
10 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 219 kasus menjadi 3.512 kasus.[68]
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan di DKI Jakarta.[69]
11 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 330 kasus menjadi 3.842 kasus.[70]
12 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 399 kasus menjadi 4.241 kasus.[71]
13 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 316 kasus menjadi 4.557 kasus.[72]
Presiden Jokowi menetapkan pandemi koronavirus di Indonesia sebagai bencana nasional.[73]
14 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 288 kasus menjadi 4.839 kasus.[74]
15 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 297 kasus menjadi 5.136 kasus.[75]
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 327 kasus menjadi 6.575 kasus.[80]
20 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 185 kasus menjadi 6.760 kasus, terendah sejak 5 April.[81]
Jumlah kematian mencatatkan penambahan terendah sejak 6 April.
21 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 375 kasus menjadi 7.135 kasus.[82]
Presiden Jokowi resmi mengeluarkan larangan kepada masyarakat untuk mudik ke kampung halaman saat Idul Fitri.[83]
22 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 283 kasus menjadi 7.418 kasus.[84]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB hingga sebulan.[85]
23 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 357 kasus menjadi 7.775 kasus.[86]
24 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 436 kasus menjadi 8.211 kasus.[87]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 17 April.
Jumlah kasus sembuh dan meninggal sama untuk pertama kalinya sejak 7 April.
25 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 396 kasus menjadi 8.607 kasus.[88]
Semua perjalanan kereta api penumpang jarak jauh dan menengah di Jawa dan Sumatra dibatalkan dan hanya menyisakan kereta api lokal yang masih dijalankan dengan penyesuaian jadwal pengoperasian mulai pagi hingga menjelang malam hari.[89][90][91][92][93]
26 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 275 kasus menjadi 8.882 kasus.[94]
27 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 214 kasus menjadi 9.096 kasus.[95]
Perusahaan rokok PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. menutup pabriknya yang berlokasi di Rungkut, Kota Surabaya karena dua orang karyawannya meninggal setelah didiagnosis menderita penyakit Covid-19. Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya, mengatakan bahwa sebelumnya dua karyawan Sampoerna yang saat itu berstatus sebagai PDP, tetap bekerja dan diduga telah menularkan Coronavirus ke ratusan karyawan lainnya. Akibatnya 323 karyawan yang sudah menjalani rapid test harus dikarantina di sebuah hotel.[96][97]
28 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 415 kasus menjadi 9.511 kasus.[98]
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 16 April.
Jumlah kematian mencatatkan penambahan yang sama pada 20 April.
29 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 260 kasus menjadi 9.771 kasus.[99]
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 28 April.
30 April
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 347 kasus menjadi 10.118 kasus.[100]
Jumlah kasus COVID-19 Indonesia menembus angka 10.000, sehingga menjadi negara kedua di Asia Tenggara setelah Singapura yang mencapai angka tersebut.
Jumlah kematian mencatatkan penambahan yang sama pada 28 April.
Mei
1 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 433 kasus menjadi 10.551 kasus.[101]
Jumlah kematian mencatatkan penambahan yang sama dua hari berturut-turut untuk pertama kalinya.
2 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 292 kasus menjadi 10.843 kasus.[102]
3 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 349 kasus menjadi 11.192 kasus.[103]
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 29 April.
4 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 395 kasus menjadi 11.587 kasus.[104]
5 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 484 kasus menjadi 12.071 kasus.[105]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 24 April.
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 3 April.
Jumlah kematian mencatatkan penambahan yang sama pada 1 Mei.
Toko swalayan Indogrosir di Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Sleman, ditutup oleh Pemkab Sleman. Hal ini terjadi sebagai buntut dari pingsannya salah satu karyawan Indogrosir yang diduga positif Covid-19 pada tanggal 24 April dan dirujuk di RSPAU Hardjolukito Janti. Dari total 300 orang yang dites, 57 orang ditetapkan reaktif. Selain itu, rapid test juga menyasar pengunjung Indogrosir yang datang pada tanggal 25 April–4 Mei.[106][107]
6 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 367 kasus menjadi 12.438 kasus.[108]
7 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 338 kasus menjadi 12.776 kasus.[109]
8 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 334 kasus menjadi 13.112 kasus.[110]
9 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 553 kasus menjadi 13.645 kasus.[111]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 5 Mei.
Penambahan kasus aktif tertinggi untuk pertama kalinya sejak 1 Mei.
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan yang sama dua hari berturut-turut sejak 9 dan 10 April.
10 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 553 kasus menjadi 14.032 kasus.[112]
Restoran siap saji McDonald's di kompleks pertokoan Sarinah Thamrin resmi ditutup. Upacara penutupan restoran ini dilaksanakan secara meriah sehingga memancing keramaian dan kerumunan massa.[113] Akibat dari kejadian tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengenakan denda sebesar Rp10 juta kepada pihak McDonald's Indonesia karena terbukti melanggar peraturan PSBB Jakarta.[114] Meski Pemprov DKI sempat mewacanakan rapid test, Kepala Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta menilai sulit untuk menggelar rapid test karena harus mendata satu persatu warga yang hadir dalam kerumunan itu.[115]
11 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 553 kasus menjadi 14.265 kasus.[116]
Penambahan kasus aktif sebanyak dua angka untuk pertama kalinya sejak 8 April.
12 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 553 kasus menjadi 14.789 kasus.[117]
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 689 kasus menjadi 15.438 kasus.[121]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 9 Mei.
Penambahan kasus aktif tertinggi untuk pertama kalinya sejak 9 Mei.
14 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 568 kasus menjadi 16.006 kasus.[122]
15 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 490 kasus menjadi 16.496 kasus.[123]
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 5 Mei.
16 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 529 kasus menjadi 17.025 kasus.[124]
17 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 495 kasus menjadi 17.520 kasus.[125]
Jumlah kematian mencatatkan penambahan tertinggi sejak 15 April, hanya berselisih satu angka dengan 14 April.
18 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 490 kasus menjadi 18.010 kasus.[126]
19 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 486 kasus menjadi 18.496 kasus.[127]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan perpanjangan PSBB selama 14 hari hingga 4 Juni 2020.[128]
20 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 693 kasus menjadi 19.189 kasus.[129]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 13 Mei.
Penambahan kasus aktif tertinggi untuk pertama kalinya sejak 13 Mei.
21 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 973 kasus menjadi 20.162 kasus.[130]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 20 Mei.
Penambahan kasus aktif tertinggi untuk pertama kalinya sejak 20 Mei.
22 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 634 kasus menjadi 20.796 kasus.[131]
23 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 949 kasus menjadi 21.745 kasus.[132]
Penambahan kasus aktif tertinggi untuk pertama kalinya sejak 21 Mei.
24 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 526 kasus menjadi 22.271 kasus.[133]
25 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 479 kasus menjadi 22.750 kasus.[134]
26 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 415 kasus menjadi 23.165 kasus.[135]
Penambahan kasus terendah untuk pertama kalinya sejak 12 Mei.
27 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 686 kasus menjadi 23.851 kasus.[136]
Jumlah kematian mencatatkan penambahan tertinggi sejak 18 Mei, hanya berselisih empat angka dengan 17 Mei.
28 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 687 kasus menjadi 24.538 kasus.[137]
Pertambahan jumlah kasus positif hampir menyamai jumlah hari sebelumnya.
29 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 678 kasus menjadi 25.216 kasus.[138]
Pertambahan jumlah kematian hampir menyamai jumlah hari sebelumnya.
30 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 557 kasus menjadi 25.773 kasus.[139]
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 15 Mei.[140]
Untuk pertama kalinya jumlah kasus aktif berada di kisaran negatif.
31 Mei
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 700 kasus menjadi 26.473 kasus.[141]
Penambahan kasus tertinggi sejak 24 Mei.
Juni
1 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 467 kasus menjadi 26.940 kasus.[142]
2 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 609 kasus menjadi 27.549 kasus.[143]
3 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 684 kasus menjadi 28.233 kasus.[144]
4 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 585 kasus menjadi 28.818 kasus.[145]
Gubernur Anies Baswedan kembali memperpanjang PSBB hingga 18 Juni 2020. Perpanjangan PSBB ini disebut sebagai masa transisi ketika kegiatan sosial, ekonomi dan keagamaan mulai dibuka secara perlahan.[146]
Penambahan kasus aktif hanya dua digit, mengulangi pencapaian serupa pada 11 Mei.
5 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 703 kasus menjadi 29.521 kasus.[147]
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 30 Mei.
6 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 993 kasus menjadi 30.514 kasus.[148]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 21 Mei.
7 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 672 kasus menjadi 31.186 kasus.[149]
Penambahan kasus aktif hanya dua digit, mengulangi pencapaian serupa pada 4 Juni.
8 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 847 orang menjadi 32.033 kasus[150]
9 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.043 menjadi 33.076 kasus.[151]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 6 Juni.
10 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.241 menjadi 34.316 kasus.[152]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 9 Juni.
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 5 Juni.
11 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 979 menjadi 35.295 kasus.[153]
12 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.111 menjadi 36.406 kasus.[154]
13 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.014 menjadi 37.420 kasus.[155]
14 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 857 menjadi 38.277 kasus.[156]
Penambahan kasus aktif hanya dua digit, mengulangi pencapaian serupa pada 7 Juni.
Jumlah kesembuhan mencatatkan penambahan tertinggi sejak 10 Juni.
15 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.017 menjadi 39.294 kasus.[157]
Jumlah kematian mencatatkan penambahan tertinggi sejak 14 April.
16 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.106 menjadi 40.400 kasus.[158]
17 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.031 menjadi 41.431 kasus.[159]
18 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.331 menjadi 42.762 kasus.[160]
Penambahan kasus tertinggi untuk pertama kalinya sejak 10 Juni.
19 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.041 menjadi 43.803 kasus.[161]
20 Juni
Jumlah kasus COVID-19 bertambah 1.226 menjadi 39.294 kasus.[162]
8 September
Gubernur Anies Baswedan memutuskan untuk menerapkan PSBB Total lagi pada Senin [butuh rujukan]